53. Sebelum Akhir

57 9 1
                                        

"Sepertinya mereka sudah tiba di atas"

Sakura mengangguk setuju. Ada cukup banyak mayat yang mereka temukan di setiap lantai yang mereka lewati.

Sakura mendekati mayat anak buah Momoshiki yang tertembak mati itu. Tangan Sakura meraih pistol dan memeriksa pelurunya.

"Ini juga kosong" ujar Sakura pelan.

Sasuke mengangguk singkat. Mendekati mayat lainnya. Melakukan hal yang sama dengan Sakura.

"Ini..." ucap Sasuke sembari melempar pistol pada Sakura. Dan di tangkap dengan baik olehnya. Sasuke tersenyum kecil.

"Jika tidak dalam darurat, jangan digunakan" ucap Sasuke dengan nada tegas.

Sakura mendengus.
"Lantas untuk apa kau berikan padaku"

Sasuke menggeleng pelan. Apa Sakura harus selalu bersikap keras begitu padanya?.

"Peluru nya hanya tiga" tandas Sasuke menatap Sakura yang termenung sejenak. "Gunakan di saat yang tepat saja, bukannya tidak boleh" tambahnya dengan mengusap kepala Sakura yang menunduk malu.

"Saku..." seru Sasuke sebelum melangkah. "Aku lebih suka kau memegang pisau operasi ketimbang benda ini" ujar Sasuke dengan wajah lembut dan seringai tipis.

"Kenapa?" bisik Sakura penasaran.

Sasuke menatap Sakura cukup lama. Mengingat bagaimana wanita di depannya itu selalu mengenakan jas kedokteran yang begitu cocok dengan Sakura.

Melihat Sakura mengenakan jas putih itu sembari berkeliling rumah sakit, membuat senyum lebar terbit di wajah Sasuke.

Sakura yang melihat itu mengernyit heran.
Wajahnya jelas penuh tanda tanya.
Sasuke mendekati Sakura. Meraih jemari yang terkena darah Sasuke yang sudah mengering.

"Jari cantik ini seharusnya di gunakan untuk menyelamatkan nyawa orang... Bukan membunuh" bisik Sasuke dengan rasa bersalah yang menggelayuti hati.

Sakura tersenyum sendu.

Tidak ada di antara mereka yang mau melakukan hal ini, bukan.

Emerald Sakura yang menyendu itu mendadak berubah. Dengan cepat dan reflek yang baik ia mengarahkan pistol ke belakang Sasuke.

Suara letupan peluru yang lepas dari sarangnya mengejutkan Sasuke, bersamaan dengan sebuah tubuh yang ambruk.

Sasuke menoleh ke belakang tubuhnya.

"Well... Aku menyelamatkan nyawa seseorang dengan membunuh orang" kelakar Sakura dengan wajah arogan yang dibuat-buat.

Sasuke menepuk kepala Sakura main-main.
"Sungguh dokter teladan" balas Sasuke dengan seringai lebar.

Sakura mendengus. Membiarkan Sasuke berjalan didepannya. Emerald nya baru menyadari bahwa pria itu berjalan pincang.

Bukan ingin membanggakan kemampuan Uchiha di depannya ini. Tapi, Sasuke jelas bisa menjatuhkan lawan dengan mudah. Mengapa dengan bodohnya membiarkan tubuhnya di pukuli sedemikian rupa.

Sakura ingat sekali, bagaimana Sasuke dengan gesit melempar batu kerikil yang ia minta pada Sakura, hingga satu lampu ruangan pecah. Membuat ketiga pria yang baru memasuki ruangan dimana mereka bersembunyi itu teralihkan.

Tiga tembakan yang Sasuke layangkan membuat ketiganya ambruk seketika, tanpa sempat menyadari apa yang terjadi.

Sasuke menembak tepat pada kepala musuh.

Seolah membuktikan bahwa pria itu sudah cukup sering berlatih.

"Padahal tidak perlu sampai sejauh itu, kau bisa saja menyerang mereka semua dengan cepat. Tanpa terluka" ucap Sakura panjang.

Hear Me: I am SorryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang