PREVIEW CHAPTER ENDING

121 11 2
                                        

"Jangan menatapku begitu" desis Sara tak terima.

Sakura tersenyum merendahkan.
"Mengapa.... Apa sekarang kau merasa direndahkan?"

Sakura menatap Sara dengan tatapan datar.
"Hanya karena Sasuke menyukaiku, Naruto peduli padaku dan pria Mu itu terobsesi padaku... Apakah itu menjadi salahku?"

***

"Jangan khawatir... Selama ada iblis Uchiha disana, Sakura akan baik-baik saja" bisik Kiba mencoba bercanda.

Ino hanya diam mendengus kecil.
"Kuharap Sasuke bisa lebih berguna kali ini" do'a Ino dengan senyum kecil.

***
"Kaa-san ku... Memang bukan manusia yang baik" cetus Suki mengejutkan semuanya.

Suki menatap sendu wajah Naruto, Naruto jelas merasa aneh dengan tatapan Suki padanya itu.
Lalu, tatapan beralih pada Gaara. Gaara pun merasakan hal yang sama.

"Kaa-san telah banyak menyakiti semua orang, bahkan Dokter Haruno yang baik hati dan juga pada paman Sasuke. Paman Naruto, lalu pada paman itu" tunjuk Suki pada Gaara yang terpaku.

Ingatan Gaara berputar ke masalalu, begitupun Naruto.

***
"Aku sungguh tak ingin mengulang kesalahan yang sama, membelakangi mu dan menyesalinya di kemudian hari"

Sakura menyentuh lembut lengan Sasuke.
"Kau sungguh bodoh, UCHIHA" desis Sakura dengan tangis yang hampir pecah.

Sasuke terkekeh pelan sembari menyeringai, meski matanya tetap terpejam. Bersamaan dengan helaan nafasnya yang makin melemah.

Meski membelakangi Sasuke, Sakura bisa merasakan pria angkuh itu menyeringai seperti kebiasaan pria itu dulu.

"Ne... Sasuke Uchiha ini sungguh bodoh"

"Karna nya... Kali ini aku akan melalui semuanya bersamamu, Saku..."

Duuuummmm

Bruuuuussss

Suara keras dua tubuh yang jatuh kedalam lautan itu tertelan ombak besar.

***
Kumohon... Sasuke...

Sakura akhirnya berhasil mendekati tubuh Sasuke. Matanya menatap jelas darah yang terus menguar terurai oleh air laut. Darah dari luka yang Sasuke terima.

Sasu...

***
"Haruno jatuh dan Sasuke mengikutinya" jawab Hinata dengan tatapan kosong

Tentu saja, semuanya tercengang terlebih Naruto.
Pria itu berbalik dengan cepat hendak pergi dengan berlari. Pria itu lupa jika masih dalam pengaruh bius Fuka.

Tentu saja hasilnya Naruto tersungkur jatuh dengan dagu terluka.

Hinata menatap kasihan pria itu. Raut cemas, serta kalah tercetak jelas di wajah tan itu.

"Aku sudah menghubungi Toneri untuk membentuk tim pencari" ucap Hinata menggoyangkan handphone di tangannya.

Gaara jatuh lunglai. Sementara Shikamaru mulai sibuk dengan ponselnya.

***
"Kenapa mengikuti ku... Kau sudah dapatkan putrimu?" ucap Naruto dengan suara yang terdengar aneh di telinga Hinata.

Hinata menatap Naruto yang membuang muka darinya.

"Hanya memastikan kau tidak melakukan hal yang bodoh" balas Hinata tegas. Meski jawaban Naruto cukup membuat gores hatinya.

Naruto terkekeh, menatap sendu Hinata.
"Seperti Sasuke, pikirmu"

Hinata hanya diam.

"Kau tahu Hinata... Hati dan pikiranku terus meneriakkan bahwa aku harus segera mencari Sakura"

Deg

Amethyst Hinata bergetar sedikit.

Terkejut.

"Begitu banyak hal yang ku lalui bersamanya. Aku tidak bisa hanya duduk diam menunggu " tambah Naruto tegas.

×××××××××

EPILOG

'Sstttt... Jangan cerewet. Ayo kita bantu mereka untuk terus bersama menciptakan kebahagiaan'

'Kau.... Selalu saja begini' bisik Jendral Sasuke dengan senyum kecut.

Sang Miko terkekeh kecil.
'Bukankah kebahagiaan mereka... Sama saja dengan kebahagiaan kita...Jendral'

Hear Me: I am SorryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang