Shion memeluk perutnya yang membuncit. Rasa perih di mata nya serta sesak di dada membuat kepanikan menjalari dirinya.
"Gaara..." Bisiknya parau.
Saat dirinya menyadari ketidakberadaan Gaara di gedung ini, ada yang salah dari pesan yang ia terima.
Belum sempat ia memahami situasi, ledakan keras terjadi di kantor milik Gaara ini.
Shion hampir kehilangan kesadaran akibat banyaknya asap dan juga api saat samar ia mendengar suara suaminya yang memanggil namanya.
"Gaa...ra..."
Shion merasakan sebuah lengan menyentuh punggungnya. Kesadarannya menipis.
"Gaa...ra... Bayi ki...ta" bisik Shion dengan air mata menetesi pipi.
Lengan suaminya itu merengkuhnya erat.
"Tak apa... Semua akan baik-baik saja" bisik Gaara menenangkan Shion.
***
Gaara mengusap kasar wajahnya. Ia menatap ruangan di hadapannya dengan wajah tegang.
Ia bahkan sama sekali tak mempedulikan pakaiannya yang kotor.
Tatapannya lurus menanti pintu itu terbuka.
Greeekk
Suara pintu di geser membuat Gaara segera beranjak.
Tsunade menatapnya dengan tatapan yang sulit sekaligus Gaara pahami.
Seolah ada sebuah batu besar yang menghimpit dadanya. Gaara berusaha berdiri tegak.
Ia menunduk dalam.
Perkataan Tsunade seolah bak suara dengingan di telinga nya. Mendadak ia merasa menjadi tunarungu.
Tapi... Jauh di dalam otaknya. Gaara tahu... Sangat amat tahu apa yang wanita itu sampaikan.
"Maafkan aku... Gaara" bisik Tsunade sembari menepuk punggung Gaara.
Setelahnya Tsunade melangkah pergi, meninggalkan Gaara dengan kesunyian.
***
Shikamaru menatap Temari yang juga menatap dirinya.
Ada rasa lega saat melihat wanita itu baik-baik saja. Minus kaki nya yang di perban itu.
"Aku baik-baik saja" ucap Temari dengan senyum yang dipaksakan. Nyeri di kakinya sungguh membuatnya merasa tersiksa.
Greepp
Shikamaru merengkuh Temari kedalam pelukannya. Ia pejamkan mata kuacinya erat.
Ia sungguh tidak siap kehilangan Temari.
"Aku sudah menghubungi Kankurou... Dia akan segera kemari" ucap Shikamaru setelah menguasai diri.
Temari mengerutkan dahi.
"Ini hanya kecelakaan kecil" ucap Temari santai.
Shikamaru menatap Temari dengan tatapan sendu.
Hal itu jelas membuat Temari merasa kebingungan.
"Ada apa?" Tanyanya penasaran.
"Shion dan Gaara juga berada disini" jawab Shikamaru pelan sekali.
Temari terdiam.
"Apa maksudmu... Apa Shion akan segera melahirkan?"
Keterdiaman Shikamaru membuat tubuh Temari membeku seketika.
Manik biru gelapnya berembun.
"Katakan padaku jika mereka baik-baik saja, bukan Shika" bisik Temari dengan perasaan yang kacau.
Shikamaru hanya mempererat pelukannya.
"Tenangkan dirimu... Ada hal yang sama pentingnya yang harus kau tahu" bisik Shikamaru dengan suara tajam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hear Me: I am Sorry
FantasySinopsis: Sakura Haruno memutuskan untuk mengakhiri cinta sepihaknya selama dua tahun terakhir pada Sasuke Uchiha yang dingin, setelah membaca buku penuh tragedi berjudul 'Hear Me'. Lanjutan dari Hear Me... bisa di baca secara terpisah.
