46. Ilusi tak bertepi

153 12 4
                                        

Sasuke bersenandung kecil di dapur. Jemari nya dengan lihai menyiapkan bahan masakan. Setelah mengisi panci air hangat.

Ia hirup udara segar yang diliputi harum mawar yang menguar.

Tempat ini dulunya adalah tanah yang dimiliki oleh kerajaan Konoha. Tempat yang dulunya menjadi salah satu sejarah kuno antara Jendral Sasuke Uchiha dan sang Dewi di masa lalu.

Sasuke awalnya tak berniat sama sekali dalam membelinya. Namun, saat itu ia pikir dirinya bisa membangun villa mewah di tempat ini.

Tapi, entah mengapa pikirannya berubah. Ia menginginkan tempat di masa tua nya kelak. Meski tak yakin bisa hidup hingga tua.

Sasuke meraih panci air yang sudah berdesing itu dan menuang airnya ke cangkir.

Harum kopi memenuhi ruangan kecil itu.

Setelah meletakkan cangkir kopi di atas meja. Tangannya meraih karet gelang dan menguncir rambutnya yang mulai memanjang.

Ia raih pula celemek kuning yang tergantung dan mengenakannya.
Tangannya dengan lihai meraih sayuran di atas meja dan mengirisnya.

"Apa yang kau lakukan?"

Sasuke melirik sekilas Sakura yang baru saja memasuki dapur. Sasuke menunjuk kopi di meja agar Sakura menyesapnya.

Tentu saja di lakukan oleh wanita itu. Kebiasaan Sakura setelah mabuk. Wanita itu pasti akan menyeduh kopi. Bukan teh.

Sasuke membiarkan Sakura diam dan menikmati kopi buatannya.
Sementara dirinya fokus pada wortel dan juga kentang di hadapannya.

***

Sakura menghirup dalam aroma kopi yang ia genggam. Emeraldnya menatap punggung Sasuke yang nampak fokus pada bahan-bahan di tangannya.

"Aku tak tahu, jika kau pandai memasak" ucap Sakura asal-asalan.

Sasuke terkekeh.
"Tentu saja... Kita tidak sedekat itu untuk bisa melihat kebiasaan masing-masing"

Sakura menatap sinis punggung Sasuke.
"Tapi, kau adalah pengecualian, ne..."

Sasuke mengernyit, ia hendak menanyakan maksud dari ucapan Sakura. Namun, wanita itu telah lebih dulu memberitahunya.

"Apa lima tahun kau habiskan sebagai tuan stalker?" Cibir Sakura penuh cemooh.

Sasuke tergelak.
"Secara teknis... Aku tidak di bayar" balas Sasuke tak tahu malu.

Sakura mendengus.
"Kau sungguh diluar prediksi"

Sasuke tersenyum kecil. Kegiatannya beralih mencuci sayur-sayuran. Setelahnya ia meletakkan panci sedang yang berisi air.

"Ku harap kau suka sup" ucap Sasuke tak nyambung.

Sakura mendesah pelan.
"Jadi apa yang terjadi tadi malam?"

Tawa Sasuke pecah. Lantas berbalik menatap Sakura sambil memegangi perutnya.

"Apa sedari tadi kau menahan diri untuk menanyakan itu?" Ujar Sasuke dengan seringai tampannya.

Sakura bersedekap kesal.
Ia tak dapat mengingat apapun. Ia bisa mati penasaran jika tak segera di beri tahu.

"Tak ada"

"Eh... Apa?" Tanya Sakura terkejut.

"Tak ada hal yang terjadi, yang perlu kau khawatirkan" ucap Sasuke tegas.

Emerald Sakura sedikit ragu.

"Lalu... Pakaian ini..." Tunjuk Sakura pada pakaian yang melekat ditubuhnya.

Hear Me: I am SorryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang