Sinopsis:
Sakura Haruno memutuskan untuk mengakhiri cinta sepihaknya selama dua tahun terakhir pada Sasuke Uchiha yang dingin, setelah membaca buku penuh tragedi berjudul 'Hear Me'.
Lanjutan dari Hear Me... bisa di baca secara terpisah.
Pagi hari yang dinaungi mendung kehitaman itu membuat emerald Sakura menerawang jauh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ingatannya memutar jelas mimpi yang ia alami tadi malam. Bukan mimpi erotis bersama Sasuke seperti tempo hari.
Melainkan, kemunculan sang Miko secara terang-terangan.
Wanita itu sungguh cantik. Gaun putih yang melekat erat dengan surai merah muda yang panjang. Tubuh Sang Miko sungguh wangi.
Sakura terperangah takjub pada kelembutan sekaligus kehangatan yang terpancar dari sosoknya dimasa lalu itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sakura Haruno" seru sang Miko dengan wajah penuh senyuman.
"Eh..."
Sakura sendiri merasa aneh ketika sosok dirinya dalam wujud berbeda menyebut namanya, ketiga sosok mereka adalah satu kesatuan.
Senyum tersemat kecil pada sudut bibir sang Miko. "Aneh ya. Padahal kita adalah satu"
Sakura mengangguk kecil. "Apa yang membuatmu menemuiku?"
Sang Miko tertawa kecil. Menatap dirinya yang tak berbasa-basi.
"Hanya ingin menyapa" balas sang Miko sekenanya.
Sakura memicing tajam. "Mengapa tidak mengatakan kejujuran saja. Kau menginginkanku untuk menerima takdir ini, bukan"
Sang Miko menatap Sakura dengan terdiam. "Kurasa kau tengah salah paham, Sakura"
Sakura mendengus sinis. "Dikehidupan lampau, kau tidak bisa bersama Sasuke. Dan kini, saat kau dilahirkan kembali. Kau ingin memilikinya, bukan" cecar Sakura dengan suara keras.
Sang Miko menggeleng pelan. "Kau salah tentang itu" bantah sang Miko.
Sakura meringis sakit. "Ini kehidupanku... Aku tak ingin ada kau maupun Sasuke di dalamnya. Jangan kaitkan aku pada kisah cinta bodohmu"
Sang Miko menatap sendu Sakura yang terengah. Ia bisa melihat sosok belia nya itu nampak tertekan.
"Aku sudah menikmati kasih sayang Sasuke dimasa lalu" ucap sang Miko tenang. "Kisahku bersama Jendral Sasuke telah abadi di keabadian ini" tambahnya dengan senyum hangat.