Sejak malam itu, Sakura tidak mendapat kabar apapun dari Naruto Uzumaki.
Seolah pria itu lenyap entah kemana.
Sakura merasakan kekalutan. Lagi ia menatap pantulan dirinya di dalam cermin lebar.
Inilah yang kuinginkan...
Bak mantra, kata-kata itu selalu ia ucapkan. Seolah berharap kata-kata tipis itu mampu meyakinkan dirinya sendiri.
'Aku harap kau bisa berbahagia... Dokter Haruno'
Ucapan tulus dengan senyum memukau milik Tuan Muda sombong Uchiha kembali terlintas dalam benaknya.
Emerald Sakura memperhatikan dengan seksama gerakan elegan Sasuke Uchiha.
Bibirnya terkunci meski banyak ribuan kata ingin ia luncurkan.
'Terimakasih'
Hanya itu yang mampu ia ucapkan.
Sasuke tersenyum simpul.
'Apa kau tahu Dokter... Ada bunga Sakura indah yang tumbuh dengan baik di kediaman favoritku'
Sasuke mengerling pada sosok Sakura. Sementara Sakura mengernyit dalam.
'Apa kau sedang pamer, Uchiha-san?'
Sasuke terkekeh pelan.
'Ne... Aku ingin memamerkan milikku yang indah' gumamnya yang terdengar jelas.
Sakura tertegun sejenak saat senyum tipis menghiasi wajah tampan itu. Obsidian Sasuke menerawang jauh.
'Kuharap... Aku bisa melihatnya' balas Sakura santai.
Sasuke hanya terdiam tanpa menjawab apapun.
Hingga atensi keduanya teralihkan pada sesosok ibu dan anak yang ternyata adalah Hinata Hyuuga dan Suki.
Wanita cantik itu nampak bersemangat menciumi wajah anaknya. Dan emerald Sakura perlahan berpaling pada Sasuke Uchiha.
Senyum kembali terlukis pada wajah pria itu, saat Suki mencium pipi Hinata dengan riang.
'Cantik...bukan'
Sakura hampir tersedak saat kata-kata itu meluncur dari mulutnya.
Sasuke kembali menatap Sakura. Lalu menggeleng pasti.
'Hinata memang cantik' aku nya santai. Kembali menyesap kopi dengan elegan.
Sakura mendengus.
'Tapi... Ada wanita yg lebih cantik darinya' tambah Sasuke dengan tatapan lurus kedepan.
Deg
Sakura terhenyak. Pipinya memanas atas tatapan intens itu.
'Ibuku'
'A..Apaa'
Sasuke mengangguk santai, menyilangkan lengan.
'Ibuku adalah wanita yang cantik' jelasnya pasti.
Sakura menahan nafas, ia menahan malu atas sikapnya yang merona sesaat. Ia memilih membuang muka tanpa menyadari seringai geli menghiasi wajah tampan Sasuke.
"Well... Apa yang terjadi dengan pengantin kita ini?"
Sakura terhenyak. Ia berbalik cepat. Mendapati tatapan heran dari Ino Yamanaka, sahabatnya.
Perlahan senyum terbit di bibirnya. Make up tipis di wajahnya menambah kesan cantik nan elegan.
"Hanya memikirkan sesuatu" gumam Sakura lirih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hear Me: I am Sorry
FantasiSinopsis: Sakura Haruno memutuskan untuk mengakhiri cinta sepihaknya selama dua tahun terakhir pada Sasuke Uchiha yang dingin, setelah membaca buku penuh tragedi berjudul 'Hear Me'. Lanjutan dari Hear Me... bisa di baca secara terpisah.
