54. Bukan Aku

70 10 2
                                        

"Sejak awal akulah yang lebih dahulu menyukai Sasuke" ungkap Sara dengan wajah tajam. "Sasuke seharusnya tetap seperti dirinya yang dulu, tidak mudah untuk di dekati" lanjutnya menerawang jauh.

Sara menatap Gaara yang membeku. Lantas Sara mendengus.
"Seperti yang kau pikirkan, Gaara... Jalang Haruno itu datang dan menjerat Sasuke dengan godaannya yang murahan itu" Desisnya penuh dendam.

"Kau tahu betul, bila Sakura Haruno tidak seperti itu" bantah Gaara. Bukan membela Sakura, tapi Gaara ingat sekali seperti apa sosok Sakura.

Semasa High School, Sakura adalah siswi yang tidak terlalu menonjol mengingat gadis itu dari kalangan miskin.

Satu-satunya hal yang membuat Sakura di kenal ialah keberadaannya di samping Sasuke.

Kecerdasannya terlihat setelah banyaknya konflik yang terjadi.
Selebihnya, Sakura bukanlah siswi yang suka memamerkan dirinya.

Kebencian Sara jelas ada karena ketidakmampuan wanita itu untuk menarik perhatian Sasuke.

Ya, wajah tampan tidak selalu menyenangkan.

"Kenyataannya ialah, Haruno murahan itu tak mau menjauhi Sasuke" cetus Sara marah.

Gaara memutar bola mata jengah.
"Hanya karena kau tidak menarik di mata Sasuke, lantas kau melempar kesalahanmu dan membenci wanita yang disukai Sasuke. Bukankah itu menyedihkan" tandas Gaara muak.

Wanita seperti Sara inilah yang paling Gaara tak sukai.

Sara tersenyum penuh cemooh.
"Gaara kaupun sama... Kalian memilih wanita yang jelas tidak bermartabat"

Gaara terbahak. Membuat Sara terkejut.
"Apa yang kau tertawakan".

Gaara menatap sinis Sara.
"Bermartabat katamu... kau sendiri tidak lebih rendah dari orang yang kau benci" cibir Gaara pedas.

"Istriku... Haruno maupun Hyuuga, mereka tidak layak di samakan denganmu. Setelah tahun-tahun berlalu... Mereka memilih maju ketimbang terpaku pada masalalu, meski bayang masalalu jelas sulit di abaikan" ucap Gaara dengan raut tegas.

Gaara hendak pergi. Tak ada gunanya meladeni Sara. Anak buah Shikamaru yang akan ia minta mengurus wanita itu.

Gaara tidak cukup tahan berada di sekitar wanita selain Shion. Terlebih penampilan mencengangkan Sara.

Senyum kecil terbit pada bibir Sara saat Gaara hendak pergi. Sara sangat tahu kemana tujuan Gaara, mengingat pria itu tak ubahnya seperti anjing Sasuke Uchiha, layaknya Shikamaru Nara.

"Sebagai peringatan dariku, sebaiknya kau tidak pergi ke gedung itu" ucap Sara mengerling dengan senyum puas.

Gaara menatap Sara, meminta penjelasan dari wanita itu.

"Tak lama lagi gedung itu akan meledak.... Boom... Tak akan ada yang selamat" ucap Sara sembari tertawa puas.
"Membayangkannya saja sudah membuat hatiku puas... Sakura, Sasuke, dan putrinya Hinata... mereka tidak akan lolos. Ah... Ino yang selalu membela Sakura pun akan mati menjadi abu di sana" tambahnya dengan raut yang membuat Gaara ngeri seketika.

"ITU HANYA JIKA GEDUNGNYA MELEDAK"

Deg

Sara menoleh pada sosok di belakang Gaara yang berjalan cepat ke arahnya.
Matanya berkilat penuh kebencian. Terlebih melihat sosok yang masih terlihat cantik, sama dengan masa mudanya dulu.

"Hinata Hyuuga" sapa Sara dengan wajah congkak.

Hinata tiba di hadapan Sara di ikuti Naruto di belakangnya.
Begitu kehadiran Naruto terlihat. Sara langsung memasang tampang marah.

Hear Me: I am SorryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang