Sakura mengernyit saat pandangannya menyapu jalanan kota.
Jelas sekali bahwa jalan yang mereka lintasi, bukanlah arah menuju apartemennya.
Ia melirik sosok tampan disampingnya. Yang nampak sibuk dengan tablet mahalnya. Butuh 3 kali gaji Sakura untuk membeli benda kotak itu.
Yah... Itu bukanlah hal yang penting sekarang.
"Tidakkah kau ingin menjelaskan sesuatu padaku?"
Kalimat pernyataan itu meluncur dari celah bibir berlipstik peach itu.
Emerald Sakura masih memaku postur tubuh Uchiha bungsu yang tak bergeming.
Sakura berdehem keras. Berharap Sasuke mengalihkan netra gelapnya dari benda yang entah mengapa berhasil membuat Sakura naik darah seketika.
Sakura bahkan mengabaikan supir Sasuke yang sedari tadi pasti merasakan aura tak mengenakan dari dirinya.
"Menanyakan sesuatu yang sudah jelas jawabannya, hm" balas Sasuke disertai dengusan kecil.
Netra hitam itu hanya melirik Sakura sejenak lalu kembali pada benda di tangannya.
"Jawaban yang jelas hanya akan diketahui begitu kau menjelaskannya, Sasuke" geram Sakura jengkel.
Sasuke menarik nafas dalam.
"Pemilik apartemenmu meminta kau untuk..."
"Mengosongkannya secara tiba-tiba" potong Sakura cepat dan sarkas tentunya.
Sasuke mengangguk cepat. Menatap Sakura seolah memujinya yang begitu tanggap.
Sakura ingin sekali mencekik Sasuke.
Ia membuang muka kesal.
Nafasnya naik turun hanya dengan membayangkan skenario apa yg akan dimainkan Sasuke, jika dirinya bersikeras ingin jawaban jujur.
"Tidakkah kau sekali saja bersikap jujur padaku..."gumam Sakura yang jelas terdengar di telinga Sasuke.
Sakura merasa perlu mengatakan itu sebelum keterdiaman menyelimuti mereka.
Sakura yang masih membuang muka tak menyadari bahwa perkataannya berhasil membuat kacau hati Sasuke.
Tatapan sendu menghiasi manik hitam kelam Sasuke.
Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya mereka tiba di sebuah rumah sederhana.
Sakura keluar dari mobil dengan cepat. Melempar pandangannya mengitari rumah dihadapannya.
Ralat.
Rumah dihadapannya tidak sesederhana yang ia lihat.
Rumah itu memiliki halaman yang luas. Rumah kayu yang nampak asri dan sungguh terawat.
Sakura akui, ia menyukai tempat ini.
Sasuke yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Sakura pun ikut tersenyum.
"Kau suka" celetuk Sasuke yang jelas merusak suasana hati Sakura.
Tatapan kagum emerald itu langsung luntur seketika, disertai senyum melengkung kebawah. Melangkah cepat meninggalkan Sasuke setelah mendengus pada pria itu.
Sasuke menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Memilih mengikuti Sakura yang berjalan didepannya.
Sakura terus mengitari rumah itu. Sekilas nampak kecil. Ternyata begitu luas.
Sasuke bersandar pada pintu di sampingnya. Memperhatikan Sakura yang terlihat sibuk membuka jendela.
Angin sepoi-sepoi pun menerbangkan helai merah muda Sakura yang tergerai panjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hear Me: I am Sorry
FantasySinopsis: Sakura Haruno memutuskan untuk mengakhiri cinta sepihaknya selama dua tahun terakhir pada Sasuke Uchiha yang dingin, setelah membaca buku penuh tragedi berjudul 'Hear Me'. Lanjutan dari Hear Me... bisa di baca secara terpisah.
