Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

47. Love in Potion

1.1K 86 4
                                        


***



***



***

Botol kecil dalam genggaman erat tangan kirinya terasa begitu memanas. Benda itu juga tanpa sadar membuatnya gemetar dan sangat gugup, hingga hampir saja kelewat menumpahkan tuangan teh hitam dan susu hangat dari teko ke cangkir kesukaan tuannya. Namun, tak ada waktu yang tepat lagi, pikirnya.

Sudah tiga hari ini begitu ia punya keberanian, tapi tuannya tak pernah terlihat sendiri -selain mandi dan tidur tentu saja. Ia bahkan berpikir untuk menyelinap saat waktu-waktu seperti itu jika tak ada kesempatan lagi. Jadi, ini, bisa dibilang peluang terakhirnya sebelum ia nekat mungkin. Entahlah. Karena setiap detik, botol kecil yang selalu berada di dalam saku bajunya sejak seminggu lalu -bahkan ia bawa tidur juga- terasa begitu semakin membujuknya dengan bisikan seperti iblis -jika itu masuk akal.

Demi Dewi Vidia. Ia harap Sang Dewi bisa mengerti pada keputus-asaannya ini dan memberikan pengampunan dalam kemurahan hatinya. Ia hanya menginginkan cintanya menjadi kenyataan, dan bukan merupakan halusinasinya saja pada gestur serta sorot mata penuh arti ke arahnya itu.

Gertrude melirik lagi tiga orang dalam ruangan sembari tangannya memindahkan dan menata makan siang rutin dari nampannya dengan begitu hati-hati -mengambil waktu, untuk majikan lamanya yang sekarang tengah tenggelam dalam obrolan soal sejarah runtuhnya Kekaisaran Eddensor.

Oh betapa berharapnya Gerty untuk punya pengetahuan sedikit saja mengenai topik itu, agar bisa menjadi lawan bicara-nya seperti posisi Saintess Vivienne ataupun Countess Trezel saat ini, mendapat fokus dan perhatian dengan seksama. Ia juga sangat berharap punya kekuatan suci agar dirinya yang ditunjuk untuk bisa menyembuhkan dan menghilangkan semua rasa sakit yang diderita lelaki itu. Agar bisa selalu menjaga di sisinya seperti yang seorang Saintess Vivienne lakukan, bak malaikat pelindung.

Gertrude begitu iri. Tapi dirinya tetap hanyalah seorang pelayan rendah. Meskipun telah mengenal-nya dan bersama dari sejak kecil -bahkan dari bayi, status mereka begitu berbeda. Dan ucapan Saintess Vivienne yang lalu sungguh penuh fakta meskipun sama sekali tak mengetahui rahasia hati Gerty sepenuhnya. Sejauh langit dan bumi yang tak pernah menyatu meskipun selalu tampak beriringan. Seorang putra mahkota kerajaan besar, dengan pelayan rendahan. Sungguh sebuah lelucon.

Ia begitu berharap dirinya dilahirkan dari keluarga bangsawan, seperti wanita muda pirang itu.

Namun, jika itu terjadi, maka dirinya tak akan bisa menjadi sedekat ini ia jamin, setelah melihat bagaimana tata krama para berdarah biru. Entah mana yang lebih menguntungkan...

Tidak, ia akan lebih punya kesempatan besar jika dirinya putri seorang bangsawan dibanding seorang pelayan. Gertrude harap di kehidupan keduanya jika ada, ia punya jalan yang lebih mulus daripada kehidupan sekarang, untuk bisa bersatu dengan cinta sejatinya.

Dengan punggung menghadap mereka, jarinya mencoba membuka tutup botol kecil dalam genggaman tangan sembari berusaha tetap waspada dan tak mencurigakan. Ia harap.

Ia harap ramuan ini memang manjur. Keberaniannya sudah ia tujukan semua untuk ini begitu mantap untuk membeli satu botol dari pelayan paviliun seberang yang begitu persisten menawarinya, seperti yang para pelayan lain lakukan untuk kekasih mereka.

Gerty hanya butuh satu dosis saja, entah bagaimana tahap selanjutnya, ia tak begitu ingat, cuma tiga tetes untuk sempurna. Tapi tak perlu sampai tiga, karena ia yakin Putra Mahkota Lucas cuma perlu sedikit dorongan. Ia yakin Sang Dewi Viada tak akan mengutuknya hanya karena itu. Gerty akan berpegang pada ucapan Saintess Vivienne, kalau Dewi Viada begitu penuh pengertian pada hambanya. Dewi Viada akan melihat betapa murni cinta mereka dan memaafkannya. Saintess Vivienne berucap seolah begitu paham akan masalah kebimbangan hati Gerty, padahal sama sekali tak tahu apa-apa. Begitu murah hati memberinya berbagai saran kehidupan, meskipun tentu saja tidak ada kaitannya dengan ramuan cinta ini. Tetapi, akhirnya Gerty memantapkan diri untuk melakukannya.

The Saintess' EscapeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang