Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

50-1. Coronation

1K 92 11
                                        


***



***



***


"Sangat lucu, bukan? Bagaimana semuanya menjadi seperti ini."

Permaisuri Syca menatap datar pada tubuh tua yang terbaring tak sadar meskipun tampak seperti orang tidur biasa, di ranjang mewah depannya.

"Tentu saja kau pasti tak akan peduli tentang apapun itu jika tak menyangkut urusan kesenangan-mu."

Komentar sinis keluar bersama putaran bola mata jengah, lalu membuang muka. Pandangannya menyapu sekeliling ruangan dan beralih sekilas ke pintu kamar yang masih tertutup sejak ia meminta privasi dengan sang suami.

Hari ini adalah pengadilannya. Setelah seharian kemarin ia disudutkan, dikuliti, dipermalukan di depan umum, dan semalaman panik menangisi nasib. Semua kecurigaan yang mengarah padanya, bermula dari surat penuh omong-kosong yang seolah ditulis oleh pelayan rendahan yang tengah di mabuk cinta. Pantas saja para rakyat jelata begitu percaya dengan model surat yang seperti itu, pikir jengkel Eleanor.

Dan bangsawan fraksi kiri menjadikannya sebuah kesempatan untuk menghancurkan Eleanor. Dirinya dijadikan tersangka pembunuhan berencana dan pengkhianatan -tidak dengan Auguste Tarrant saja, tetapi juga dengan si Raja Thothage sialan. Mereka menuduh Eleanor berselingkuh dengan pria bandit tua si Duignan!

Betapa lucunya itu...

Meskipun surat itu berisi omong-kosong konyol, tapi anehnya semua poin timbal-balik dengan Raja Thothage tertulis begitu detail tak terlewatkan dibarengi kata-kata romansa murahan bak keluar dari mulut aktor teater jalanan. Membuat Eleanor curiga dan menjadi begitu yakin kalau semua ini berasal dari anak Charlus itu, atas kembalinya dari Sheaniel yang lalu. Bukankah itu cukup waktu untuknya mengulik segala rencana yang telah terjadi dan menyebarkan hal tersebut dengan begitu mulus tanpa sumber yang pasti selain surat karangan yang entah tangan siapa yang telah menaruhnya di tumpukan barang milik Eleanor, dan ditemukan oleh pelayan. Ditambah Auguste yang begitu ceroboh penuh ambisi, lengkap sudah rencana penghancurannya. Kalau saja Eleanor tak begitu mengenal pria Tarrant itu, ia pikir bisa saja kedua orang tersebut menjebaknya dengan sedemikian ini.

Ia sangat benci keduanya, kepada orang tua sekarat kembang-kempis di hadapannya juga yang sangat tak pecus menjadi Raja. Bahkan hanya menjalankan semua hal yang telah ditunjukkan dan diatur untuknya saja tak bisa, begitu berat hati melakukannya. Pantas saja dulu pernah ada kabar kalau putra mahkota kabur dari istana. Dia seharusnya merasa beruntung lahir sebagai anak laki-laki pertama dan dapat kesempatan memerintah kerajaan sebesar Syca. Mungkin malah karena hal tersebut, Credence Archer menjadi orang yang sama sekali tak punya ambisi dalam darahnya. Semua sudah disajikan di mejanya yang besar tanpa meminta, semua orang menghormati dan mencium pijakan kakinya.

Sedangkan Eleanor Boucher dulu harus menahan malu setiap keluar rumah karena gelarnya yang hanyalah putri tak sah dan perlu mengemis berlutut meminta debut.

Dirinya sekarang tak menyesal menikah dengan Credence. Hanya saja kalau waktu bisa diputar lagi, ia akan menasehati Eleanor muda kalau cinta tak akan selamanya indah. Rasa bahagia dari cinta hanyalah sesaat, sekalipun menikah. Dia harus tahu apa yang diharapkan dari menikahi seorang putra mahkota, yang dibalik itu semua juga lelaki biasa dengan sifat hidung belangnya.

The Saintess' EscapeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang