Andreas menghentikan langkah, pandangannya tertambat pada sosok laki-laki yang berdiri menjulang menghalanginya, parasnya tegas auranya sangat kuat, ia sampai merinding di hadapnya.
"Lepaskan dia! " Perintah laki-laki tersebut.
Neira mengangkat wajahnya, ia sedari tadi mencoba melepas tangan Andreas dari tubuhya, sedikit tersenyum mendapati laki-laki itu berdiri tak bergeming menghalangi mereka.
"Apa kau bilang? Aku akan tetap membawanya!" Andreas mengeratkan tangannya pada pundak Neira.
Laki-laki tersebut melirik tangan Andreas dan dengan cepat melepaskan Neira darinya dengan memutar sedikit lengannya.
Andreas meringis kesakitan, ia menatap Neira yang hanya diam ketika laki-laki tersebut merengkuh pinggangnya.
"Telinga anda sudah dengar bukan!? Kalau dia sudah ada pemiliknya, jadi anda tidak boleh se-enaknya saja! " laki-laki tersebut mendengus kesal, ia masih belum melepas tangan Andreas,
Sementara disana Frentina mendengar jelas perkataan laki-laki itu, ia mengangkat sedikit alisnya tak menyangka, apa yang dimaksud Marco barusan adalah bahwa dirinya sudah menikah dengan Neira? Frentina mengerjabkan mata bimbang, jadi kehadiran Neira di sekitar Leonar ada hubungannya dengan Marco.
Sementara Neira sendiri perlahan melepaskan diri dari lengan Marco saat melihat sosok tubuh tegap itu melangkah mendekat ke resto dengan latar kemerahan yang begitu indah, dengan sisa kesadarannya berlari kecil menyongsong nya.
Andreas terpaku membiarkan Marco menahannya, melihat Neira tersenyum lebar menghampiri pria yang baru datang itu, sungguh Andreas begitu familiar dengannya, pemilik perusahaan GSN yang hampir tidak pernah mempublikasikan dirinya...Leonar,
Sementara Frentina memegangi ujung meja menyadari kesalahan dan kenyataan yang dilihatnya sekaligus.
Leonar tersenyum disana menyambut kedatangan Neira, pria ini langsung memeluknya
"Apa aku terlambat? " Ucapnya serak membelai kepala Neira, akhirnya ia sekarang bisa menjaganya didekatnya dengan penuh kesiagaan, walau tersisa rasa sesal yang cukup dalam dari cerita Grifson bahwa dirinya sudah menyelakai istrinya ketika dalam pengaruh obat halusinogen tersebut.
"Syukurlah, aku bisa melihatmu" ucapan Neira membuat Leonar mengecup puncak kepala Neira lama
"Kamu menghawatirkan ku? " Menangkup wajah Neira penuh rasa rindu yang meluap, Leonar seolah tak ingin sedikitpun menyembunyikan rasa itu lagi.
" Leo... "Tubuh Neira tiba-tiba limbung, Leonar menahannya , dengan panik membopong masuk ke dalam mobil dan membawanya pergi ke rumah sakit terdekat.
Frentina yang sedari tadi terpaku ditempatnya tersadar dan sudah mendapati dirinya meneteskan air mata, segera ia menghampiri Marco yang masih menahan Andreas yang mulai meronta.
" lepaskan dia Tuan Marco, dia priaku! " Frentina menarik tangan Marco dari lengan Andreas, tidak kuat tapi mampu membuat Marco sukarela melepas Andreas.
"Anda pergilah, dan terimakasih atas semuanya sudah meluruskan kesalahfahaman" ucap Frentina membuat Marco terdiam dan begitu saja pergi meninggalkan Frentina dengan Andreas, suami di atas kertas seperti pemikiran pria itu selama ini.
Frentina menatap Andreas yang menggosok-gosok lengannya kesakitan, ia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi
"Masih ingin berpisah karena dia?! " sebulir bening itu mulai menetes membasahi pipi. Andreas terdiam memandangi wanita yang baru ingin di ceraikan nya itu menangis di hadapnya.
"Masih tidak ingin mendengar penjelasan dan memilih berpisah? " Frentina menyusut bening yang mulai deras keluar, ia tidak ingin begini tapi harapan memperbaiki segalanya dan memulai dari awal bersama Andreas begitu saja mempengaruhi
"A.. Aku.. " ragu Andreas ingin meraih wajah frentina, tangannya sesaat menggantung, namun wanita ini langsung menangkapnya saat Andreas ingin menarik tangannya kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
TOUCH MY HEART
RomansaKata orang pernikahan adalah hal yang sakral, ikatan yang suci untuk menyatukan hati dan jiwa dua insan. Tapi apa kata Leonar membuat hati Neira benar-benar kehilangan tautan. Ia tidak ingin pulang kerumah pria itu setelah dengan seenaknya menikahi...
