-- Dua bulan lalu --
Leonar sungguh tidak habis fikir kalau mamanya akan mengirim seorang wanita lagi ke anak cabang perusahaan yang sedang dikelolanya.
Wanita tersebut menerobos masuk saat Leonar benar-benar sibuk oleh dokumen-dokumen yang menumpuk, ia berjalan masuk dan langsung melepas blazer yang dipakainya, naik ke atas meja dan menyingkirkan dokumen-dokumen yang ada dihadapan Leonar dan membuat sebagian besar dokumen tersebut jatuh terserak di lantai.
Leonar mencengkram bulpen ditangan hampir mematahkannya, ia berdiri dari duduknya manakala wanita tersebut membuka kancing bajunya dan menanggalkan rok mininya.
Saking terkejutnya, Leonar tidak mendengar satupun yang diucapkan sang wanita padanya, ia lantas mengusir wanita itu mentah-mentah.
Mencengkram meja, Leonar menatap pintu ruangan yang tertutup sempurna setelah kepergian wanita itu barusan. Rahangnya mengeras menahan kesal.
Apakah sang mama juga yang mengirim wanita itu padanya, apakah sang mama juga yang menyuruh wanita tersebut menggodanya.
" Hotaa!!!! " Teriak Leonar sebal, ia membanting dokumen yang tadi sedang di koreksinya, diatas dokumen lain yang berserakan di meja gara-gara wanita yang baru diusirnya tadi.
Kepala Hota menyembul dari balik pintu ruang kerja Leonar, ia bertambah kesal melihat senyuman tersembul dari bibir Hota, apakah ia tidak tahu kalau pekerjaannya sia-sia gara-gara ulahnya telah membiarkan wanita tadi masuk ruangannya.
" Ya sir, anda memanggil saya"
Wajah Hota seolah tak bersalah mendekatinya.
" Kamu!! Jangan lagi memberi izin untuk wanita-wanita itu masuk ke ruangan ku, juga jangan beritahu mama aku sedang berada dimana, mengerti!?" Wajah Leonar memerah menahan amarah, tangannya mematahkan bulpen yang digenggemnya.
" Tapi, Sir... Nyonya besar hanya ingin anda segera menikah"besar harapan Hota mengatakannya, kalau ibu tuannya akan bahagia kalau seandainya Leonar memilih satu saja wanita yang dikirimkannya untuk menikah dan memberi cucu.
Brak!!! Leonar memukul meja kesal.
Hota agak terkejut mendapat respon seperti itu. Bukankah pria itu hanya akan marah dan segera melupakan kalau sudah ada satu lagi wanita yang diusirnya dari ruangannya, tapi sepertinya tidak untuk kali ini.
" Kamu masih mau jadi orang ku atau bekerja untuk nyonya besarmu?" Leonar menatap tajam wajah Hota.
" Bereskan semuanya, Selesaikan hal yang mendesak disini, aku akan kembali ke kantor pusat" Melewati Hota yang masih terdiam, Leonar sejenak berhenti di belakangnya
" Ingat!.. Jangan biarkan wanita-wanita itu menggangguku" sekali lagi Leonar mengingatkan.
" Tapi, nyonya besar tidak akan berhenti, sebelum anda memutuskan menikahi salah satu dari wanita-wanita itu sir "
Blam!!! Suara pintu dibelakang Hota terdengar nyaring,
Pria muda ini mengelus dadanya dan dengan tergesa membereskan dokumen-dokumen yang berserakan dan cekatan menyusunnya.
Dengan pikiran campur aduk, Leonar meninggalkan kantor anak cabang tersebut menuju kantor pusat, kalau terus seperti ini ia bahkan tidak akan pernah bisa menyelesaikan pekerjaan dengan tenang, apalagi Hota terus saja membantu sang mama dengan mengizinkan wanita-wanita itu masuk ke ruangannya dimanapun ia berada. Ach...mama, Kenapa juga harus terus ikut campur soal wanitanya, apalagi sebagian besar wanita yang dikirim oleh sang mama benar-benar kelewatan.
Leonar memarkir mobilnya, buru-buru melangkah ingin segera sampai di ruang kerjanya, tapi ia berhenti melihat sesosok wanita memakai seragam setelan kerja staff khusus keluar dari lift seorang diri, ada selintas pikiran dibenaknya, dengan cepat ia meraih lengan wanita tersebut.
Leonar tahu hal apa yang akan dilakukannya, memang ia pikir itu benar-benar gila, tapi sang mama tidak akan melepaskannya.
" Maaf, anda siapa? Tolong lepaskan! Saya sedang terburu-buru" ucap wanita tersebut berusaha menarik tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TOUCH MY HEART
Fiksi UmumKata orang pernikahan adalah hal yang sakral, ikatan yang suci untuk menyatukan hati dan jiwa dua insan. Tapi apa kata Leonar membuat hati Neira benar-benar kehilangan tautan. Ia tidak ingin pulang kerumah pria itu setelah dengan seenaknya menikahi...
