"Ramadhan 1"

73 21 14
                                        

Marhaban Ya Ramadhan, tak terasa kita sudah memasuki bulan suci Ramadan. Bulan penuh berkah, penuh pengampunan dan penuh suka cita. Setiap umat muslim di muka bumi berbondong-bondong menyambut kedatangannya sebagai sarana untuk memperbanyak ladang pahala. Dan itupun yang sedang dilakukan oleh para penghuni komplek JYHit, salah satunya keluarga Syarifuddin dan Cahyadi.

Kemarin malam pemerintah sudah menetapkan tanggal satu Ramadhan berdasarkan hasil dari sidang isbat yang merujuk pada posisi hilal. Dan malam ini umat muslim akan melaksanakan shalat tarawih pertama.

"TAEHYUNG! BURU NTAR KEBURU ADZAN ISYA!" Teriak Seokjin sembari menuruni tangga. Pemuda itu sudah rapi menggunakan baju koko, sarung dan pecinya.

Sementara Namjoon, Yoongi, Jungkook, Hoseok dan Ryujin menunggu di ruang keluarga. Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 wib. Namun kembaran dari Jimin itu belum juga siap.

Karena tidak mendapati sautan Seokjin kembali naik tangga menuju kamar Taehyung. Rupanya anak itu sudah siap, hanya saja wajahnya terlihat cemberut.

"Lo kenapa sih Tae?"

"Gue galau bang"

"Galau kenapa? Jennie ngambek sama lo?"

"Kenapa jadi bahas Jennie sih? Gue galau bukan karena si penjaga apotek nyebelin itu!" Seokjin memutar matanya malas.

"Terus kenapa?"

"Gue bingung, mau teraweh dulu, nonton Persib dulu atau nonton dangdut academy 7 dulu. Jadwalnya bentrok hwueeee..... "😭

"Teraweh dulu lah! Nonton bisa nanti! Udah ayok!" Karena tidak ingin membuang waktu terlalu lama, Seokjin segera meraih tangan Taehyung dan menyeretnya keluar kamar.

Setelah Taehyung datang mereka langsung jalan menuju mesjid komplek.
"Teh Jihyo mana bang?" Tanya Jungkook yang jalan di samping Namjoon.

"Gak ikut, dia lagi halangan"

"Wah rugi gak bisa ikut puasa pertama" Celetuk Ryujin.

"Ya mau gimana lagi namanya juga cewek Ryu, kayak lo gak pernah ngalamin aja"

"Pernah, tapi kenapa gak kak Joon hamilin aja biar puasanya mbak Jihyo bisa full?"

"Bang, tolong urusin bini lo" Namjoon melirik ke arah Hoseok yang hanya bisa menghela nafas sabar.

"Udah-udah, jangan bahas yang aneh-aneh, kita lagi dalam perjalanan ke mesjid ini" Lerai Seokjin.

Sesampainya di halaman mesjid mereka berpapasan dengan keluarga Cahyadi yang sampai lebih dulu. Para pria langsung menuju saf  mereka karena adzan Isya sudah berkumandang. Sedangkan Ryujin yang baru akan melangkah ke arah saf khusus perempuan menghentikan langkahnya karena panggilan Hyunjin.

"Oy Jin!"

"Lo manggil gue apa manggil diri sendiri?"

"Manggil lo Ryujin"

"Ohhh kenapa?"

"Ntar subuh jadikan?"

Ryujin mengangguk semangat "Jadi dong, jam 2 gue otw bareng kak Jekey ke rumah lo"

"Asiappp"

.......

Jam menunjukkan pukul 1.45 pagi, Ryujin bangun karena alarm yang di setelnya. Perempuan yang resmi menjadi istri Hoseok satu bulan lalu itu melirik ke arah suaminya yang masih terlelap. Setelah itu ia bangkit untuk cuci muka dan mengambil jaket Hoodie hitam kesayangannya, senter dan juga sarung milik Hoseok yang ada di dalam lemari.

"Ijin dulu gak ya? Tapi gue gak tega bangunin kak Hoseok. Yaudah lah gak usah ijin" Ryujin segera keluar dari kamar menuju lantai bawah.

"Mau kemana Ryu?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 25 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Tetangga?! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang