"Min Yoongi," panggilnya.
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, membuyarkan lamunanku. "Hm?"
"Apa yang harus kukatakan saat konferensi pers nanti?"
Pertanyaan macam apa itu? Dikiranya, ia akan berpidato atau bermain drama, begitu? Hyerin ini selalu minta ditertawakan.
"Ah, bukan apa-apa. Maksudku, apa aku perlu menghapal teks atau...."
Aku menyela kalimat Hyerin dengan tawa kerasku. Ya ampun, Hyerin ini betul-betul berbeda, ya?
"Aih, kau ini selalu menertawakanku begitu. Kau membuatku nampak bodoh." Aku tidak menggubris kalimatnya, aku masih tertawa lepas. "Demam panggung itu wajar, kau tahu. Aku... aku hanya ingin tahu apakah akan disediakan teks atau tidak. Misalkan tidak, bantu aku untuk mengatasi demam panggung, kau kan seorang entertainer."
Aku memberhentikan tawaku, lalu beralih menatap Hyerin dengan tatapan (mencoba) serius.
"Tidak. Kau kira kau akan memainkan drama? Drama itu penuh dengan kepura-puraan, sedang konferensi pers itu menguakkan fakta."
Hyerin mengerlingkan matanya dengan malas. "Algesseumnida." Ya ampun, apakah dia kesal karena aku terus menertawainya? (aku mengerti)
Kami hening sejenak, aku bahkan tidak lagi berniatan untuk menertawai Hyerin. Mungkin dia betul-betul kesal
"Min Yoongi-ssi," sepertinya Hyerin akan terus memanggilku begitu.
"Hm," jawabku malas.
"Berhenti menertawakanku seakan aku orang bodoh."
"AHAHAHA!"
Ups, maaf. Aku kelepasan.
▪▪▪▪
Hyerin's POV
Jariku terus menyapu layar ponselku ke bawah—merefresh Soompi. Tidak ketinggalan juga aku ikut mengecek NAVER.
Tidak ada beritaku dengan Yoongi. Ralat, maksudku... belum ada.
Kuletakkan ponselku di atas meja. Lalu perlahan, kuhempaskan tubuhku ke kursi dengan sedikit khawatir. Sejujurnya, semenjak Bang Sihyuk memutuskan akan mengadakan konferensi pers, hari-hariku kujalani dengan tidak tenang. Bahkan hanya untuk keluar dari mobil saja, aku perlu mengenakan masker agar setidaknya tidak dikenali orang-orang di sekitarku. Kulakukan hal semacam ini, semenjak ada salah satu dari mereka yang mencurigaiku. Hidupku sekarang betul-betul terasa tidak tenang.
Ah, tapi, mungkin terkecuali kemarin. Kemarin setidaknya Yoongi berhasil mengalihkan kekhawatiranku meskipun aku nampak seperti orang bodoh.
Yah, hanya untuk kemarin, dan hanya pada hari itu.
Mataku menatap pemandangan di luar jendela kelas secara acak, tanpa sadar kusunggingkan senyuman karena memikirkan kejadian kemarin. Oh! Jangan lupakan bagaimana dia memakaikan sabuk untukku.
Ah, sial. Dia itu memang paling pandai menempatkanku dalam posisi canggung.
Duh, apalagi, saat dia tertawa. Yoongi nampak manis sekali, walaupun aku sendiri terlihat bodoh.
Aku tersenyum sekilas, tapi untuk beberapa detik kemudian aku terdiam.
Hyerin, berhenti. Salah gerak sedikit saja, apabila urusannya sudah menyangkut seorang idol pasti jadi skandal. Kau tidak boleh tertarik olehnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bulletproof [Selesai]
FanfictionHyerin tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan semudah itu untuk berpindah haluan. Awalnya, Hyerin hanya mengenal Yoongi sebagai seorang rapper dari grup favoritnya. Sesederhana itu. Hingga tanpa sadar, perlahan-lahan Hyerin mulai terlibat dalam...
![Bulletproof [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/94130961-64-k767800.jpg)