Langit di musim semi tampak lebih cerah dari musim sebelumnya. Hamparan daun berwarna hijau ataupun sakura yang berwarna merah muda menghiasi sepanjang jalan yang kami lewati. Namun perpaduan hal-hal ceria yang kulihat itu sama sekali tidak mengusik perasaanku.
Entah mengapa, meskipun hari ini akan menjadi hari-hari yang sama seperti sebelumnya, atau bahkan hanya hari biasa yang perlu kulewati dalam sekejap mata, mendadak terasa hambar. Aku tidak sedih maupun gusar, melainkan ada sesuatu di dalam perasaanku yang membuat semua yang berada di hadapanku menjadi tidak menarik.
Rasa bosan.
"Hei," panggil Hoseok yang berada di sampingku ketika semua member nampak menghabiskan waktunya masing-masing di dalam van. "Kau tampak muram."
Aku sedikit bereaksi tanpa melihat ke arah Hoseok sama sekali. "Hah... Memang wajahku begini."
"Hei...." Hoseok tampak tak menerima jawabanku secara mentah-mentah. "Jangan bersedih! Sebentar lagi, kan, ulang tahunmu, hyung!"
Jungkook yang berada di dekat kami segera melepaskan earphone yang terpasang di telinganya begitu mendengar kata, 'ulang tahun'. Persis seperti anak SD yang selalu antusias terhadap hari ulang tahun orang-orang di sekitarnya. "Siapa yang ulang tahun?"
"Yoongi-hyung akan ulang tahun!" jawab Hoseok terdengar tidak santai. "Kau tidak mengingatnya, ya?"
Jawab Jungkook, "Ah... Kukira ada yang ulang tahun hari ini."
"Katakan apa yang kau inginkan untuk hari ulang tahunmu, hyung. Aku akan membelikannya," ujar Hoseok dengan wajahnya yang sumringah.
Namjoon juga terdengar ikut menimpali. "Iya, hyung. Katakan saja. Akan kuberikan yang kau mau sebagai hadiah ulang tahun."
"Satu set Korean beef saja, hyung!" Taehyung mesti sampai membalikkan badannya demi menyampaikan saran yang lebih terdengar seperti permintaannya sendiri. "Namjoon hyung akan membelinya."
"Kalau kau yang minta aku tidak akan beli!" tolak Namjoon.
"Siapa yang mau menolak Korean beef?"
Seisi van mulai terdengar riuh dengan percakapan ramai seperti biasanya, terlebih saat Jin ikut menimpali dengan nada suaranya yang mencolok. "Ya! Berhenti memaksa... Biarkan Yoongi memilih hadiahnya sendiri."
Mendengar kalimat dari Jin hyung aku otomatis mengatakan, "Ah, dwaesseo...." (Ah, tidak perlu)
Bahkan Jimin yang kukira sedang tertidur tiba-tiba berceletuk, "Kalian ini kenapa ribut? Bukannya hadiah itu suatu rahasia di antara pemberi dan penerimanya? Harusnya kalian memikirkannya sendiri, jangan sampai Yoongi hyung tahu apa yang ingin kalian hadiahkan."
Kendati ucapan Jimin ada benarnya, bukan berarti aku mengiyakan kalimat Jimin. "Aku tidak mau hadiah...."
"Lalu...." Hoseok tampak ragu dengan kata-katanya. "Apa yang kau inginkan?"
Seandainya kukatakan apa yang kuinginkan pun, rasanya mustahil untuk kalian mengabulkannya.
Kupangku daguku di atas tangan yang bertumpu pada pintu van. "Dwaesseo...." (Sudahlah)
KAMU SEDANG MEMBACA
Bulletproof [Selesai]
FanficHyerin tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan semudah itu untuk berpindah haluan. Awalnya, Hyerin hanya mengenal Yoongi sebagai seorang rapper dari grup favoritnya. Sesederhana itu. Hingga tanpa sadar, perlahan-lahan Hyerin mulai terlibat dalam...
![Bulletproof [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/94130961-64-k767800.jpg)