"Tetapi... kalau perasaanku bilang, 'aku butuh Yoongi', maka kau bisa memegang apa kata perasaanku."
Samar-samar aku mengembangkan senyuman tulusku kepada orang yang duduk di sampingku ini. Aku bahkan sampai tidak menyadari bahwa aku telah mengelus punggung tangannya ribuan kali dengan ibu jariku atas perasaan senang.
Bibir Hyerin juga terlihat mengembangkan senyumannya yang begitu tipis namun tulus, ketika suara hujan jatuh terdengar kian deras di atap rumahnya.
Menyadari itu, ia menilik ke arah jendela atas refleksnya, kemudian menanyakanku satu hal, "Kau... Mau pulang?"
Jawabku, "Aku akan menunggu hujan reda."
Hyerin mengangguk-anggukkan kepalanya paham. "Kalau begitu... Mau nonton film? Aku punya banyak rekomendasi film horror, kalau kau mau."
Bagaimana kalau kita menonton film? Aku punya banyak rekomendasi film horror yang mesti kau tonton!
"Yoongi?" panggil Hyerin yang sontak menyentakku dari sekelebat lamunan yang begitu saja muncul dalam benakku.
"Ya?" jawabku kontan.
"Kau mau tidak?" tanyanya lagi.
"Ahh...," gumamku, "aku sebenarnya... Bertanya-tanya... Kenapa kau mengajakku menonton film horror sementara hari mulai gelap karena hujan yang lebat?"
"Bukannya sensasinya akan jauh lebih menegangkan?"
Hujan ini akan membuat sensasinya jauh lebih menegangkan!
"Hyerin."
"Eoh?" jawab Hyerin dengan kontan sementara aku mulai kebingungan dengan panggilanku yang di atas dasari oleh ketidaksadaran.
Lagi-lagi mendadak aku terdengar linglung dan gelagapan. "I-itu... Aku... Aku mau. Kau suka film apa?"
Mendengar jawabanku, Hyerin lantas menjawab dengan antusias. "Aku, sih... Lebih suka horror yang melibatkan orang ketimbang hantu! Hantu juga seru, sih, terkadang... Tetapi, kau sadar tidak, sih? Kalau sebenarnya manusia itu lebih menakutkan dari hantu, bukan? Dan kebanyakan cerita horror yang melibatkan perasaan takut pada manusia plotnya lebih bagus! Seperti film 'The Purge' atau...."
Kelanjutan kalimat Hyerin yang begitu runtun diocehkannya tak lagi kudengar atau kumengerti. Mendadak semua atensiku terhadap Hyerin hilang seperti dihanyutkan ke dalam lautan. Digantikan oleh sebuah pembenakan dalam kepala yang bergumam,
Mengapa situasi ini tidak terlihat asing. Mengapa ucapan Hyerin yang jelas berbeda dengan orang terdahulu itu terdengar sama di telingaku? Mengapa perasaan tidak percaya kembali tumbuh sedang mulutku telah melontarkan yang sebaliknya?
Tidak, Yoongi. Tidak lagi.
▪▪▪▪
Kami berakhir dengan menonton dua film horror bersama dengan rinai hujan yang masih turun begitu deras. Tidak pula hujan itu kian mengurang intensitasnya. Alhasil kami berdua terus-terusan asik menonton film. Bahkan kami hampir telah menandaskan semua cemilan yang ada di dalam lemari es Hyerin.
Waktu telah menunjukkan pukul delapan lewat dua belas malam hari. Dan aku masih mendapati film horror favorit Hyerin terputar pada home theater-nya sedang sang pemiliknya tertidur di sampingku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bulletproof [Selesai]
FanfictionHyerin tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan semudah itu untuk berpindah haluan. Awalnya, Hyerin hanya mengenal Yoongi sebagai seorang rapper dari grup favoritnya. Sesederhana itu. Hingga tanpa sadar, perlahan-lahan Hyerin mulai terlibat dalam...
![Bulletproof [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/94130961-64-k767800.jpg)