Author PoV
Sesuai janjinya, Fisha datang pagi - pagi sekali di rumah Ros.
Mereka menghabiskan waktu layaknya adik dan kakak, tak henti berbagi cerita tiap waktunya. Sesekali bersenda gurau bersama, melewati pagi dengan canda tawa.
"Ros, jujur - jujuran yuk. Aku ngerasa kamu jadi menjauh dari aku. Apa aku ada salah ke kamu?" Tanya Fisha. Raut wajahnya mendadak serius, bantal Mickey Mouse Ros yang semula ia senderkan beralih ke pangkuannya.
"Kenapa kamu mikirnya begitu?" Ros balik bertanya. Air mukanya menunjukkan kepanikan berlebih, takut kalau Fisha mengetahui akan sebab dari perubahan sikapnya selama ini.
"Karena kamu beda aja akhir - akhir ini, Ros. Kamu jadi jarang cerita apa - apa ke aku, 3 bulan lagi kamu kelulusan 'kan? Itu pun aku tahu dari Mamaku. Ada apa sih, Ros? Jujur aja, aku gak gigit kok," ucap Fisha diakhiri dengan kekehan pelan keduanya.
"Jujur, aku sedih setiap mikirin sebentar lagi aku bakalan lulus. Susah juga buat aku bahas hal yang buat aku sedih, Sha," jawab Ros dengan penuh kilatan kejujuran di matanya.
Untuk kali ini, Ros tidak membohongi perasaannya sendiri di depan Fisha.
"Hm, oke. Kamu juga ngerasa gak suka 'kan aku deketin Arka? Jujur, Ros. Kita sahabatan dari kecil. Aku doang yang hafal sifat kamu itu seperti apa," lanjut Fisha bertanya, menelisik kejujuran lebih dalam.
Ros menghembuskan nafasnya perlahan. Mereka sudah sepakat untuk saling jujur.
"Aku gak bisa mastiin kita akan tetap sahabatan atau enggak setelah aku jujur masalah ini," jawab Ros kembali. Suaranya bergetar, matanya berkaca - kaca.
Hanya satu yang Ros rasakan sekarang.
Takut kehilangan sahabat satu - satunya.
"Aku cuma minta kamu jujur, Ros. Aku janji gak akan marah ke kamu. Janji," ucap Fisha meraih tangan Ros, lalu melingkarkan jari kelingking keduanya.
"Aku...," Ujar Ros tertahan.
Lidahnya kelu.
Sulit sekali menahan rasa sakitnya selama ini. Apalagi penyebab lukanya adalah orang yang selalu mengukir senyumnya selama hampir seumur hidupnya, yaitu sahabatnya.
Orang yang disaat bersamaan pula menorehkan luka tersembunyi di hati Ros, dibalik secercah senyuman manisnya.
Fisha menunggu. Memaksakan senyuman walaupun dia tahu pasti apa jawaban yang sebenarnya.
"Aku jatuh cinta dengan Arka, Sha. Sejak 3 tahun lalu," lanjut Ros dengan lugas dan cepat, suaranya terdengar sangat parau.
Fisha tertegun sejenak. Sebenarnya ia tahu pasti apa yang akan Ros katakan sebelumnya.
Namun, inilah bagian terburuknya. Ia mendengar perkataan itu langsung dari mulut Ros.
Dan Fisha tidak pernah berfikir kalau akan sesakit ini rasanya.
Diantara beribu sakit, hal yang paling menyakitkan adalah ketika melihat sahabatmu tersakiti, dan kamu sendirilah penyebabnya.
Fisha benar - benar menyesal.
Setetes air mata meluncur dengan sempurna di pipi keduanya. Sama - sana merasa dirinya bersalah dan pantas disalahkan.
Fisha mendekap tubuh Ros dengan erat, sangat - sangat erat.
"Maafin aku, Ros. Aku jatuh tidak pada tempat semestinya," lirih Fisha.
Bahkan jauh sebelum Fisha meminta maaf padanya, Ros telah memaafkan segalanya dengan hati yang lapang dan ikhlas.
"Aku yang salah, Sha. Seharusnya aku gak merahasiakan hal sebesar ini ke kamu selama ini. Kamu pantas mendapatkan Arka, sungguh. Maafkan aku," jawab Ros sesenggukan.
Keduanya terisak. Menyadari bahwa mereka sama - sama membutuhkan sosok yang ada di depan mereka saat ini.
Jauh di dalam lubuk hati Ros, ia merasa sangat lega telah mengatakan yang sejujurnya pada Fisha. Beban yang ada di pundaknya seakan menguap.
"Bahkan kamu memendamnya selama 3 tahun, dan keterlaluannya aku, aku tidak mengetahuinya," ucap Fisha.
"Padahal hampir seumur hidup kita bersama, aku... Sungguh keterlaluan ya?" Lanjutnya dengan suara sesenggukan, lalu melepas pelukannya dari Ros.
Matanya sembab tidak karuan. Wajahnya menyorotkan rasa bersalah yang mendalam.
"Enggak, Sha. Ini semua salahku, gak jujur ke kamu dari dulu. Kamu tetap sama Arka ya, Sha? Aku akan selalu mendukungmu. Janji. Tapi kamu juga harus berjanji padaku," ucap Ros dengan senyum tulusnya.
"Kamu harus bahagia. Janji?" Lanjutnya kemudian.
Berbahagialah. Karena ketika kamu bahagia, aku pun merasakan hal yang serupa.
—————————————————————
Hai guys, wb to my wattpad story.
KERAHASIAAN TERUNGKAP!!!
Oh aku sangat menunggu hal ini cepat selesai😄 komplikasi dimulai😄 kenapa aku mulai konflik di tanggal 17 ini karena itu tanggal favorit sahabatku😄 apa ku bilang Fisha mulai berubah 'kan? Setelah Fisha berubah kalian tetap ada di tim mana nih #RoKa atau #KaSha komen di bawah yaa. Vomment nya ditunggu❤
Jangan lupa. Bismillah for everything:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Asma untuk Althaf
General Fiction"Dia musuhku dalam hal apapun. Dan aku selalu menganggapnya sebagai saingan telakku, tak lebih dari itu." - Asmara Adiba - "Dia sudah mengibarkan bendera peperangan sejak pertama kali kami bertemu. Entah mengapa, dia selalu menganggapku musuhnya, da...
