#80 Truly Good Bye

5.2K 611 89
                                        

"I think my love will continue on forever" -Sehun



Please play song on media above

***


Akhirnya meeting dengan kedua calon mempelai gue hari ini selesai. Sengaja, sih, gue memilih hotel ini karena memang hotel ini yang akan dijadikan venue oleh anaknya teman Papa itu. Dan tempat meeting-nya pun mereka yang request di sini biar diskusinya enak, katanya.

Gue merebahkan tubuh di kasur sambil kembali mengingat-ingat cerita calon mempelai wanitanya. Tadi, ketika calon mempelai prianya ke toilet, Mbak Syafira—gue memanggilnya, tiba-tiba saja menceritakan kisah dengan calon suaminya. Ternyata, kalau dipikir-pikir lagi, kisah mereka lebih rumit dari gue sendiri.

Dari zaman kuliah, kedua orang tua calon suaminya tidak pernah setuju karena katanya Mbak Syafira ini bukan dari turunan keluarga kaya. Gue paham, sih, sepertinya di sini memang beberapa orang masih memperhatikan hal-hal seperti itu. Tentang turunan.

Jadi, mereka yang sudah pacaran sejak awal masuk kuliah, akhirnya harus putus dua tahun. Mereka sibuk berkarir masing-masing. Mbak Syafira yang orangnya memang suka jalan-jalan dan easy going, memutuskan untuk berkarir di perusahaan jasa tour guide. Tujuan awalnya memang untuk berusaha melupakan calon suaminya ini.

Tapi ternyata, bahkan setelah dia menjelajah beberapa negara pun, hatinya tidak bisa menemukan tempatnya yang baru. Sekeras apa pun Mbak Syafira mencoba, bahkan pada laki-laki yang jauh lebih baik, tampan atau pun bermateri dari calon suaminya itu, tetap saja dia tidak bisa.

Jadi, suatu waktu Mbak Syafira memutuskan untuk pulang dan mencoba menghubungi calon suaminya lagi. Tapi ternyata dia terlambat karena si calon suaminya ini sudah punya pacar baru. Bukan, bukan maunya si calon suami untuk punya pacar baru. Tapi itu keinginan orang tuanya. Memang, sih, kalau sudah paksaan orang tua, kita bisa apa ya?

Sampai akhirnya, dalam hitungan bulan, si calon suaminya itu datang ke rumah Mbak Syafira dan meminta Mbak Syafira untuk kembali.

Alasan kenapa akhirnya orang tuanya merestui mereka itu sederhana. Karena, setelah si laki-laki tau kalau Mbak Syafira pulang untuk memperjuangkan hubungannya, dia tidak melewati sehari pun berkunjung ke rumah orang tuanya. Si calon suaminya ini terus bicara dari hari ke hari, membujuk kedua orang tuanya untuk mau merestui hubungannya, sampai akhirnya orang tuanya tidak punya pilihan lain.

"Tiap orang pasti punya masalah sama hubungan percintaannya, Mbak Kinan. Tapi, itu balik lagi ke individunya, mau diperjuangkan atau enggak."

Gue saat itu nggak bisa merespon apa-apa selain diam.

"Setelah direstui pun, sebenarnya saya masih belum benar-benar direstui. Karena seringkali saya disindir lah, dibandingkan dengan perempuan lain lah, atau kalau ada acara keluarga orang tuanya itu secara tersirat selalu menjatuhkan saya. Tapi, saya nggak sendirian. Mas Pram selalu ada buat menguatkan saya di sana. Jadi, perjuangan kami memang nggak berakhir sia-sia sekarang."

Penjelasan Mbak Syafira membuat gue tertegun.

"Karena menurut pandangan saya, sekali pun kita sudah dipasang-pasangkan hidupnya, toh tetap harus diperjuangkan, kan? Kalau mau dapat hasil yang bagus, kita harus berjuang. Nggak bisa cuma duduk santai menunggu."

Dan, kalimat terakhir Mbak Syafira itu berhasil membuat gue berpikir keras. Selama ini, apa pernah gue berusaha untuk mendapatkan Sehun? Dari dulu, kalau diingat-ingat lagi, sepertinya memang Sehun yang banyak berjuang untuk gue. Bahkan, sampai Sehun kembali menemukan gue sekarang, memang dia yang berjuang penuh.

Cool Couple [OSH]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang