"Jadi karena hal itu aku yang dinikahkan dengan Putra Mahkota?" Tanyaku.
"Ya. Kau ingat kau pernah mengatakan rasa sukamu kepada Putra Mahkota disebuah surat saat kau melihatnya tapi dia tak melihatmu bukan?" Tanya Ayah.
"Bagaimana ayah bisa tau surat itu?" Tanyaku.
"Putra Mahkota yang memberikan surat itu kepada Ayah. Kau ingin tau isi suratnya?" Goda Ayah.
Pada saat musim gugur tiba
Aku menemukan seorang pria
Pria yang selalu tersenyum bahagia
Namun apa yang bisa kulakukan?
Aku yang memiliki kepribadian seperti Pria
Tak akan bisa mendapatkan cintanya
Aku yang kalah cantik dari kak Weizi
Aku yang suka berteman dengan pria dan
Tak punya teman wanita.
Sudah dapat dipastikan bahwa Kak Weizi yang layak mendapatkannya.
Disaat itu tiba aku akan rela memberikannya kepada kakakku sendiri
Aku siap mengorbankan hal itu karena aku akan membayar semua kebaikan kakak melalui hal itu.
Disaat itu aku akan siap melihat kakakku dan Putra Mahkota menikah dengan bahagia.
Disaat itu aku tak akan menangis.
Menyembunyikan semua kepedihan dihatiku
"Sedihnya isi surat itu." Ucap Ayah sambil pura pura menangis.
"Ayah aku hanya membuat karangan bodoh! Aku hanya membayangkan kisah cinta seorang wanita dan pria. Itu semua hanya khayalan!" Ucapku.
"Kau mencintainya tapi tak ingin menunjukkannya,Putriku." Ucap Ayah.
"Sejak kapan aku mencintainya? Hanya Kak Weizi yang boleh mencintainya!" Ucapku lalu pergi.
Hanya kak Weizi....
Aku berbohong pada diriku sendiri. Ya,aku mencintainya dan sangat mencintainya.
Tapi akankah yang kutulis disurat itu dibaca oleh Putra Mahkota?
Sebaiknya aku tanyakan hal ini kepada ayah.
BRAKK
"Ayah apakah dia membaca surat itu?" Tanyaku.
"Saat itu ayah menyuruhnya membacanya." Ucap Ayah.
Sialan!
"Aku pergi dulu." Ucapku.
Sekarang aku tak punya muka untuk bertemu dengannya! Aku sangat malu sekarang! Aku tak ingin bertemu dengannya karena perasaan malu ini. Tapi hati kecilku mengatakan aku merindukannya.
Aku ingin melihat wajah tampannya dan senyuman terbaiknya seperti waktu itu.
Aku yakin dia akan menolak pernikahan ini karena dia belum pernah melihatku. Hanya aku yang pernah melihatnya.
"Jadi Liuxi kau menerima pernikahan itu?" Tanya Weizi yang tiba tiba ada di hadapanku.
"Kau seperti hantu saja kak! Jangan mengagetkanku lagi karna aku bisa terkena serangan jantung atas kedatangan kakak secara tiba tiba." Ucapku.
"Hahaha maaf jika aku mengagetkanmu." Ucap Meizi.
"Kakak ayo kita bertarung lagi. Kali ini jika kakak menang aku akan memberikan apapun yang kakak mau. Asalkan pertarungan ini adil." Ucapku.
Memberikan apapun....Apakah kakak akan meminta Dia?
"Kau berbicara seperti itu seolah olah aku bermain tak adil." Ucap Weizi sambil memajukan mulutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Coldest Emperor
Ficțiune istorică#7 in Historical Fiction Aku putri dari Kaisar Dinasti Qing. Liuxi,itu namaku. Entah gosip darimana menyebar dan mengatakan bahwa aku itu jelek dan ceroboh. Aku selalu diam. Kaisar menjodohkanku dengan Putra Mahkota Dinasti Han. Aku hanya diam. Dia...
