"Katakan kepada Putri bahwa Yang Mulia Kaisar mencarinya." Ucap Kasim Long.
"Baik akan saya katakan."
Tok tok tok.
"Masuklah." Ucapku.
"Putri Liuxi, Yang Mulia Kaisar mencari anda."
"Aku sedang tak ingin bertemu dengan siapapun." Ucapku.
"Baik. Akan saya katakan sekarang."
"Katakan juga aku tak ingin ada yang datang kemari karena mereka bisa mengangguku." Ucapku dengan nada dingin.
"Baik. Saya permisi."
Aku sedang dalam masa yang buruk. Saat ini yang hanya ingin kulakukan agar aku tak marah kepada orang lain hanya ingin bermain seruling di taman.
Aku loncat dari jendela seperti apa yang kulakukan biasanya. Sambil menggambil serulingku. Langsung saja aku pergi ke taman pribadiku. Tak ada yang berani masuk karena ini adalah Taman pribadiku. Siapa yang masuk maka akan ku
Langsung saja kumainkan serulingku. Irama yang keluar dari serulingku akan menggoda orang orang. Mereka akan mengikuti alunan musik ini. Sayangnya mereka yang masuk kemari akan kucambuk. Terkecuali keluargaku.
*****
"Jadi dia sedang tak ingin diganggu?" Ucap Kaisar Ryu.
"Apakah putriku sebegitu malunya untuk bertemu dengan Putra Mahkota?" Tanya Kaisar Qing.
"Yang Mulia kurasa bukan begitu. Suasana hati Putri Liuxi sedang memburuk. Hari ini nada bicaranya sangat dingin."
"Apa yang membuatnya bersifat dingin?" Tanya Kaisar Qing.
"Hamba tak tau."
Tiba tiba alunan musik terdengar di Aula Kerajaan. Ya,itu adalah alunan musik Liuxi. Semua orang ingin menari dan ada juga yang mengikuti asal musik itu.
"Siapa yang memainkan musik yang indah ini?" Tanya Kaisar Ryu.
"Putri Liuxi,saat suasana hatinya sedang memburuk ia selalu bermain seruling. Tapi kali ini nadanya sedikit sedih." Ucap Kaisar Qing.
"Saya akan menemuinya." Ucap Permaisuri.
"Tidak. Sebaiknya Pangeran Zhen Guo saja yang menemuinya." Ucap Kaisar Qing.
"Tapi Yang Mulia taukan hanya keluarganya saja yang bisa menemuinya. Jika tidak maka." Ucapan Permaisuri berhenti.
"Tidak. Itu tak akan terjadi karena Putra Mahkota adalah anggota kerajaan dan statusnya lebih tinggi. Ia tak akan melukai Putra Mahkota." Ucap Kaisar Qing.
"Saya akan menemui Putri Liuxi." Ucap Pangeran Zhen Guo.
"Ya. Pergilah dan jangan buat Liuxi kesal karena suasana hatinya sedang buruk." Ucap Kaisar Qing yang mendapat anggukan dari Pangeran Zhen Guo.
Pangeran Zhen Guo berjalan masih saja dengan tatapan dinginnya. Entah ia menyukai Liuxi atau tidak. Hanya ia sendiri yang mengetahuinya.
Semua Dayang yang lewat langsung menunduk hormat kepadanya dan ia hanya berjalan saja tanpa menghiraukan para Dayang yang tunduk hormat.
Ia sampai di gerbang Taman pribadi Liuxi. Penjaga menunduk hormat kepadanya tetapi masih tak memberikannya untuk masuk.
"Buka pintunya." Ucap Pangeran Zhen Guo.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Coldest Emperor
Historical Fiction#7 in Historical Fiction Aku putri dari Kaisar Dinasti Qing. Liuxi,itu namaku. Entah gosip darimana menyebar dan mengatakan bahwa aku itu jelek dan ceroboh. Aku selalu diam. Kaisar menjodohkanku dengan Putra Mahkota Dinasti Han. Aku hanya diam. Dia...
