28. Tangisan yang disembunyikan (4)

9.5K 647 20
                                        

Cambukan demi cambukan diterima oleh Liuxi. Dalam 50 Cambukkan, Liuxi sama sekali tak bersuara. Punggungnya terluka karena cambukkan itu membuat seseorang muntah jika melihatnya. Setelah dicambuk, Liuxi dibawa kekamarnya untuk mengganti hanfu.

Ia menaruh buku gunung suci dan seruling emas didalam tas kecilnya. Luka dipunggungnya mengeluarkan darah yang sama sekali tak sedikit. Bahkan semua darah itu mewarnai punggung Liuxi.

Dua orang pengawal mengawalnya masuk kedalam kereta kuda putih. Bahkan hanya pelayan yang tau balas budi saja yang mengantarkan kepergiannya. Dan hanya seorang bangsawan yang menangis untuknya dan mengantarkan kepergiannya.

"Ibunda tak bisa melihatmu pergi. Jadi ia memutuskan untuk tak melihatmu dan ayah menolak untuk beetemu denganmu. Aku hanya beeharap kau bisa kembali dari sana dalam keadaan utuh meskipun hal itu mustahil." Ucap Pangeran Dongwei sambil menangis.

Semua pelayan yang ada disana menangis untuk kepergian Liuxi. Bahkan Liuxi masih bisa tersenyum manis dengan bibir pucatnya. Orang yang ia tunggu-tunggu tidak datang untuk mengantarkan kepergiannya.

Liuxi melambaikan tangannya pelan sambil mengeluarkan air mata kesedihan. Kereta kuda putih itu mulai menjauh membuat semua orang yang melihatnya menangis menjadi jadi. Putri kecil yang mereka sayangi akan pergi ketempat yang akan membuatnya tenang sebentar lagi. Karena mereka yakin Liuxi tak bisa kembali dalam keadaan hidup.

Setelah kepergian Liuxi, kerajaan yang dulunya sangat ceria karena kejahilan Liuxi menjadi sangat sepi. Pelayan yang dulunya sering berlarian mengejar Liuxi, sekarang berdiri termenung. Suasana kerajaan sangat sepi. Pangeran Dongwei duduk dikasur Liuxi sambil menatap lukisan Liuxi yang bermain seruling.

 Pangeran Dongwei duduk dikasur Liuxi sambil menatap lukisan Liuxi yang bermain seruling

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pelayan pribadi Liuxi berdiri didepan kamar Liuxi sambil meneteskan air mata. Majikan berharganya sedang menghadapi kesulitan disana dan tak ada yang membantunya sama sekali.

Pada saat makan malam hanya Kaisar,Pangeran Zhen Guo dan Weizi yang menghadirinya. Permaisuri mengunci dirinya dikamar dan mengutuk dirinya karena tak bisa menolong anak kesayangannya.

***
Didalam kereta putih, Liuxi diam diam menangis dan memandang langit gelap yang disinari cahaya bulan.

Kini ia dekat dengan kawasan Gunung suci. Dimana para hewan buas dan binatang ilahi berada. Suara binatang-binatang semakin mendekati telinga Liuxi.

Tiba-tiba seekor harimau besar menyambar kereta kuda Liuxi. dengan cepat liuxi menggambil katana dari pengawal yang ketakutan. Liuxi loncat dari kereta kudanya dan melawan harimau itu sendirian sementara para pengawalnya pergi melarikan diri dengan kereta kudanya.

Katana itu merobek kulit harimau itu membuat harimau itu marah dan berlari untuk menangkap Liuxi. Liuxi mulai letih dan dengan cepat ia berlari ke arah harimau untuk menusuk tepat pada jantungnya.

Harimau yang melihat hal itu langsung melempar liuxi kesebuah batu besar. Darah keluar dari mulut liuxi tetapi tak membuatnya pasrah untuk membunuh harimau itu. Melihat harimau itu berjalan ke arahnya membuat Liuxi melempar katananya tepat pada jantung harimau.

Liuxi mengambil seruling emasnya dari tas kecilnya dan memainkannya. Harimau itu mengeluarkan teriakannya membuat Liuxi berhenti memainkan serulingnya. Raungan harimau itu sangat besar membuat burung burung yang ada didahan pohon terbang karena ketakutan. Dan karena suara seruling Liuxi, sebuah istana mewah keluar dari tanah.

Semua itu membuat Liuxi semakin pusing dan pingsan karena kekurangan darah.
Seorang pria berpakaian putih berjalan ke arah Liuxi melihat tubuh Liuxi dipenuhi luka dan darah yang membasahi hanfu putihnya.

Pria itu sedikit tersenyum kearah liuxi dan membawa Liuxi kesebuah danau. Tatapan pria itu hanya ada pada wajah Liuxi.

The Coldest EmperorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang