8. Selamat Bersenang-senang

16.1K 1.1K 8
                                        

Suara langkah kaki yang berat terdengar sampai telinga Liuxi. Ia tau ada yang datang. Ia tetap memainkan serulingnya karena tau dari suara langkah kaki dan lonceng itu adalah Putra Mahkota Han. Alunan musiknya sekarang terdengar sedikit ceria dan senangnya sang pemain.

Terlihat seorang perempuan sedang bermain seruling.

"Kau belum mengatakan siapa namamu,Pangeran Mahkota Han." Ucapku berhenti memainkan serulingnya.

"Zhen Guo,itu namaku." Ucap Pangeran Zhen Guo.

"Apa yang membuatmu datang kesini?" Tanyaku.

"Aku diperintahkan untuk kemari melihat keadaanmu." Ucapnya masih dengan nada Dingin.

"Apakah kau tau aturan di Taman Pribadiku ini? Aku yakin seseorang telah mengatakannya kepadamu." Ucapku lalu mengeluarkan cambukku tanpa menghadap Pangeran Zhen Guo.

"Aku tak tau. Kenapa kau tak membiarkan orang lain masuk?" Tanya Pangeran Zhen Guo.

"Aku benci jika ada yang mengangguku. Setidaknya aku bisa menenangkan hatiku disini. Bukankah penjagaku telah melarangmu untuk masuk?" Tanyaku tlalu memasukkan kembali cambukku.

"Ya. Mereka melarangku masuk. Setelah aku mengancamnya mereka mengijinkanku untuk masuk." Ucap Pangeran Zhen Guo.

"Oh maaf jika itu menganggumu. Kedatanganmu kesini hanya untuk melihat keadaanku sajakan? Aku baik baik saja disini. Jika kau ingin pergi pergilah atau kau ingin tetap berada disini terserah padamu. Yang penting jangan menganggu alunan musikku." Ucapku lalu memainkan serulingku.

Ia tak meninggalkan tempat ini. Aku menghadapnya dan tetap memainkan serulingku sambil berjalan kesebuah batu besar dan duduk disana.

Permainan musikku tetap saja berlangsung. Namun kali ini aku memainkan serulingku lebih lama daripada biasanya. Kak Weizi masuk dan ini membuat permainan musikku berhenti.

"Kak apakah kakak mencariku?" Tanyaku.

"Tidak. Kaisar menyam-" Ucapan Weizi kupotong.

"Aku punya urusan sebentar. Permisi dan selamat bersenang senang." Ucapku sambil tersenyum ceria.

Senyum ceria? Saat ini hanya ada senyuman palsu. Aku ingin menghibur diriku sendiri tapi bagaimana caranya? Aku saat ini tak ingin memikirkannya. Aku berjalan cepat tanpa sengaja aku menabrak seseorang sampai buku yang dipegang orang itu jatuh. Aku langsung menggambil buku yang jatuh itu dan memberikannya kepada orang itu tanpa melihat wajahnya.

"Terima Kasih Liuxi." Ucap orang itu.

Suara ini tak salah lagi ini suara kak Dongwei.

"Kakak! Kenapa kakak tak mengirimkan surat jika kakak akan datang kemari? Aku sangat merindukan kakak!" Ucapku semangat.

"Ini kejutan. Aku pulang karena mendengar sebentar lagi kau akan menikah." Ucap Kak Dongwei.

Kak Dongwei adalah Putra Mahkota Dinasti Qing. Dia adalah kakak pertamaku dan dia sangat sayang kepadaku. Aku sangat menyayanginya tapi ia selalu membenci kak Weizi. Aku selalu menanyakan hal ini tapi ia seolah olah tak ingin menjawab pertanyaan yang selama ini terbenam didalam hatiku.

The Coldest EmperorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang