10. Suasana hati yang membaik

15.3K 914 7
                                        

"Ya. Bagaimana kalau kita mulai pertarungan itu sekarang,kak?" Ucapku.

"Baiklah aku akan melihat kemampuanmu sejauh mana." Ucap Pangeran Dongwei.

"Hehehe ayo aku sudah tak sabar bertarung dengan kakak!" Ucapku menunjukkan seringaian mautku.

Seketika lorong kerajaan menjadi mengerikan karena seringaian Mautku. Para Dayang dan pengawal takut untuk berjalan.

"Ayo kak aku sudah tak sabar!" Ucapku lalu berlari ke tempat pelatihan prajurit.

Hanya disinilah tempat yang cocok untuk berlatih. Aku memegang pedang kerajaan.

 Aku memegang pedang kerajaan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Akhirnya Kak Dongwei datang

"Cepatlah kak aku tak sabar untuk bertarung denganmu." Ucapku.

"Baiklah." Ucap Pangeran Dongwei.

Lapangan tempat kami bertarung disaksikan oleh banyak prajurit. Tiba tiba suatu suara menyemangatiku.

"Putriku Liuxi kalahkan kakakmu!" Teriak Ayah.

"Trima kasih ayah." Ucapku.

"Kau tak boleh lengah,Liuxi!" Ucap Pangeran Dongwei sambil menyerangku.

"Maafkan aku kak seranganmu yang tiba tiba itu tak bisa mengenaiku karena aku punya seribu mata!" Ucapku dengan semangat.

"Calon menantuku kalahkan kakakmu itu." Teriak Kaisar Ryu.

Heh Calon menantu... saat mendengar itu semangatku jadi menurun.

"Dimana semangatmu itu,Liuxi!" Ucap Pangeran Dongwei.

"Disini! Akan kujamin kau akan kalah dariku kak!" Ucapku semangat dan menyerang Dongwei terus.

Pertarungan semakin sengit. Pakaianku dan kak Dongwei sedikit robek tapi semangat kami masih terus ada. Para prajurit bukannya berkurang malah bertambah. Disaat begini aku menunjukkan seringaian mautku yang tandanya bahwa aku akan menyerang secara dua kali lipat.

"Darimana kau mendapatkan semangatmu itu,Liuxi?!" Tanya Pangeran Dongwei dengan nada tinggi.

"Apakah kakak tak tau bahwa Ayahanda dan aku mendapat kekuatan seringaian yang artinya kekuatan kami bisa menjadi 2 kali lipat? Aku yakin kakak mendapatkannya tetapi tak menguasai cara untuk tebar pesona." Ucapku dengan seringaian mautku.

"Jika Ayahanda yang menunjukkan seringaian itu aku akui Ayahanda sangat tampan. Tapi saat kau menunjukkan seringaianmu itu kau terlihat seperti malaikat maut!" Ucap Pangeran Dongwei.

"Menyerah sajalah Pangeran Dongwei!" Ucapku menyerang Pangeran Dongwei dengan kecepatan maksimal.

Pedang kak Dongwei terjatuh dan artinya aku memenangkan pertandingan ini.

"Hehehe terbukti aku lebih kuat darimu." Ucapku.

"Baiklah hanya untuk kali ini saja aku kalah dari mu. Lain kali aku pasti akan menang." Ucap Pangeran Dongwei.

"Ayahanda besok aku akan berburu dihutan bersama Kak Dongwei bolehkan?" Tanyaku.

"Baiklah. Liuxi kau harus menghadiri acara makan malam hari ini. Bersiap siaplah." Ucap Ayah.

Makan malam kali ini akan menjadi makan malam yang paling indah seumur hidup. Karena kedatangan Kak Dongwei suasana hatiku jadi sedikit ceria.

"Siapkan aku hanfu terbaik dan siapkan air panas untuk aku mandi." Ucapku.

"Baik akan saya laksanakan."

"PANGERAN ZHEN GUO MEMASUKI RUANGAN." Teriak Pengawal dari luar.

"Untuk apa dia datang kemari?" Gumamku.

The Coldest EmperorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang