"Aku adalah Qing Liuxi dari Dinasti Qing. Jika anda masih belum tau maka akan saya perjelas bahwa saya berasal dari kerajaan yang termasuk 3 besar didunia ini! Saya adalah pemain pedang terbaik pada abad ini! Anda yang berasal dari Kerajaan Zhou menghina saya?! Mencari kematian!" Ucap Liuxi dingin.
Suara Liuxi sangat dingin dan tegas memancarkan aura seorang raja. Pria yang awalnya menghina liuxi langsung menutup mulutnya dan berlutut.
"Kakak! Dia hanyalah pembohong. Putri Liuxi telah mati sebelum istana ini bangkit. Anda sendiri tau hanya orang khususlah yang bisa selamat." Ucap wanita itu sombong.
Mata Liuxi menatap dingin kepada orang yang menghinanya. Aura yang dikeluarkan Liuxi membuat eanita sombong itu mundur beberapa langkah.
"Maafkan adikku karena tak mengenali anda." Ucap pria itu.
"Bagaimana jika aku tak ingin memaafkannya?" Tanya Liuxi.
"Pelacur! Lebih baik aku mati daripada minta maaf kepada pelacur ini!" Teriak wanita itu.
"Aku akan mengabulkannya." Jawab Liuxi.
Belati kecil yang dipegang Liuxi veruah menjadi pedang yang besar dan berkilau. Liuxi berjalan ke arah wanita yang mengejeknya. Pedang yang dipegang Liuxu sebentar lagi akan memutuskan kepala wanita itu. Hingga sebuah tamparan mengenai wajah Liuxi.
Liuxi mendengar suara dari telinganya "Perlakukan tamu anda dengan baik!" Liuxi menurunkan pedangnya dan berpura-pura memaafkan wanita yang baru saja mengejeknya.
"Aku melepaskanmu untuk hari ini saja." Ucap Liuxi lalu pergi.
Siapa yang berani menamparnya tadi? Lagipula ia baru saja akan memakai pedang besar yang diberikan kakeknya. Dan suara itu dari mana asalnya? Kenapa gunung suci ini sangat aneh?
"Liuxi tunggu!" Teriak Yuyu membuat Liuxi berhenti dan menatapnya.
"Malam ini ada pesta diistana. Kembalilah kekamar tadi dan tunggulah beberapa pelayan datang. Mereka akan membuatmu menjadi sangat cantik." Ucap Yuyu.
"Baiklah. Aku akan menunggu mereka." Jawab Liuxi lalu berjalan kekamarnya.
Banyak pelayan yang berdiri menunggunya dan membungkuk setelah melihatnya. Sebuah gaun emas terletak dikasur liuxi serta beberapa perhiasan diletakkan dengan sangat bagus.
Liuxi duduk dikursi dan beberapa pelayan langsung mendandaninya sangat cantik. Setengah jam berlalu dan Liuxi sedikit terkejut dengan riasan yang ada pada wajahnya. Wajahnya saat ini kurasa bisa membunuh seluruh pria. Wajahnya saat ini lebih cantik daripada Kak Weizi.
Para pelayan mulai membuat ikatan rambut yang sangat cantik. Mereka bahkan menambahkan mahkota kecil pada kepala Liuxi membuatnya seperti pengantin kecil yang istimewa. Pelayan pelayan itu juga memakaikan gaun emas yang sangat cantik ketubuh Liuxi.
"Putri,kami telah selesai." Ucap semua pelayan.
"Pergilah." Balas Liuxi lalu menggambil buku tentang gunung suci ditas kecilnya.
"Mereka akan langsung membunuh tanpa menunda-nunda."
Bukankah berarti dia sangat istimewa? Sampai saat ini tak ada yang berhasil membunuhnya. Bagaimanapun ia harus hati-hati. Apapun bisa terjadi di gunung suci.
***
Dinasti Qing terasa sangat kosong. Permaisuri mengunci dirinya dikamarnya dan Pangeran Dongwei mengunci diri diperpustakaan. Kaisar menyesali perbuatannya dan menyuruh beberapa pengawalnya untuk membawa pulang Liuxi dalam keadaan apapun. Tetapi semua pengawal yang dikirimkan tidak kembali.
Kaisar menutup kediaman Liuxi dan berdoa agar Liuxi bisa kembali. Pangeran Zhen Guo hanya menaruh sebatang dupa untuk doa terakhirnya. Sedangkan Weizi terus bersenang senang tanpa memperdulikan siapapun karena musuhnya itu telah pergi meninggalkannya untuk selamanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Coldest Emperor
Narrativa Storica#7 in Historical Fiction Aku putri dari Kaisar Dinasti Qing. Liuxi,itu namaku. Entah gosip darimana menyebar dan mengatakan bahwa aku itu jelek dan ceroboh. Aku selalu diam. Kaisar menjodohkanku dengan Putra Mahkota Dinasti Han. Aku hanya diam. Dia...
