Semua orang disana langsung membungkuk ketakutan melihat Liuxi. Mata Liuxi terus menatap pemiik toko yang ketakutan.
"Jika ada yang menggosipkan putri ini atau menghina putri ini maka jangan harap bisa hidup! Hukuman mati untuk keluarganya!" Ucap Liuxi dingin.
Liuxi berjalan keluar dengan anggun diikuti beberapa prajurit. Ia kembali kedinasti untuk beristirahat. Terlihat Pangeran Dongwei menunggunya didepan kediamannya.
"Xixi, kau pergi kemana tengah malam ini?" Tanya Pangeran Dongwei.
"Ini bukan urusan kakak. Aku ingin tidur sekarang." Ucap Liuxi sambil memegang dahinya.
"Istirahatlah. Kakak akan menemuimu besok pagi." Ucap Pangeran Dongwei sambil menepuk nepuk kepala Liuxi lalu pergi.
Liuxi masuk kedalam kamarnya. Pangeran Zhen Guo duduk dikasurnya sambil menatapnya aneh. Liuxi membalas tatapannya dengan mata membunuh.
"Katakan kepada ayah bahwa aku memutuskan pertunangan ini." Ucap Liuxi dingin.
"Kau pikir sangat mudah untuk memutuskan pernikahan ini? Jika itu semudah ucapan maka aku menerimanya." Balas Pangeran Zhen Guo dingin.
"Jika anda tak ingin mengatakannya maka aku sendiri yang akan mengatakannya kepada ayah!" Ucap Liuxi kasar.
"Kau ingin memutuskan pertunangan ini,Liuxi?" Tanya Kaisar yang tiba tiba datang.
"Ya. Aku tak ingin menikah tanpa ada cinta!" Ucap Liuxi.
Plakkk
"Ayah akan memberikanmu waktu 2 hari untuk memikirkan hal ini dengan baik. Jika kau bersikeras untuk memutuskan pertunangan ini maka jangan salahkan ayah jika ayah tak punya hati!" Bentak Kaisar lalu pergi dengan marah.
"Sebaiknya kau pikirkan pertunangan ini baik baik. Lihatlah Ayahmu masih ingin mempertahankan pertunangan ini." Ucap Pangeran Zhen Guo dingin lalu pergi.
2 hari untuk memikirkan pertunangan ini. Dan keputusanku adalah memutuskannya.
Aku masih mencintainya tapi aku tak tahan dengan sikapnya yang dingin.
***
Tok tok tok
"Liuxi, kakak ingin bicara denganmu." Ucap Pangeran Dongwei dari luar.
"Masuklah." Balas Liuxi.
"Apa yang terjadi semalam?" Tanya Pangeran Dongwei.
Liuxi memalingkan wajahnya seolah olah tak ingin mengingatnya kembali. Pangeran Dongwei langsung memeluknya dengan erat. Air mata Liuxi membasahi pipinya.
"Xixi, jika kau memutuskan pertunangan ini maka ayah akan mengirimkanmu ke Gunung suci. Kau taukan tak ada yang berhasil keluar dari sana dalam keadaan utuh." Ucap Pangeran Dongwei sambil menangis.
"Ini adalah keputusan yang paling baik. Aku tak ingin menikah tanpa ada rasa cinta. Aku akan menghabiskan dua hari bersama kakak karena mungkin saja aku tak bisa keluar dari sana dalam keadaan hidup." Balas Liuxi sambil menangis.
'Kakek, dia bukan cinta sejatiku. Aku pasrah untuk mencari siapa musuh itu.'
"Jangan putuskan pertunangan ini. Xixi, katakan kepadaku kenapa kau ingin memutuskan pertunangan ini?" Tanya Pangeran Dongwei.
"Dia tak mencintaiku. Apa untungnya jika aku menikah dengannya? Yang ada hatiku selalu disakiti." Jawab Liuxi sambil menangis.
"Sebaiknya kita tak menghabiskan waktu yang berharga ini. Aku akan pergi ke perpustakaan untuk membaca buku disana." Ucap Liuxi sambil tersenyum lalu pergi.
Kini ia hanya ingin mengetahui apa yang akan terjadi jika ia dikirim ke gunung suci. Lorong kerajaan yang biasanya sunyi menjadi sedikit ramai.
Cklek
Pintu dibuka perlahan oleh Liuxi. Perpustakaan sama seperti terakhir kali ia datang kemari. Pak tua Gu membuka matanya dan melihat siapa yang masuk.
"Selamat datang Putri Liuxi." Sambut Pak tua Gu.
"Terima kasih kakek Gu. Putri ini ingin bertanya dimana buku tentang gunung suci?" Tanya Liuxi.
"Hohoho ikuti saya." Ucap Pak Tua Gu lalu berjalan memimpin Liuxi.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Coldest Emperor
Historical Fiction#7 in Historical Fiction Aku putri dari Kaisar Dinasti Qing. Liuxi,itu namaku. Entah gosip darimana menyebar dan mengatakan bahwa aku itu jelek dan ceroboh. Aku selalu diam. Kaisar menjodohkanku dengan Putra Mahkota Dinasti Han. Aku hanya diam. Dia...
