3. Isi Hatiku untukmu

21.7K 1.3K 16
                                        

"Maksudku bertarung dengan cara adil. Jangan lengah dan jangan mengkasihaniku." Ucapku.

"Baiklah tapi sebelum itu jawab pertanyaanku terlebih dahulu." Ucap Weizi.

"Ayolah kak jangan buang buang waktu lagi. Ayo kita bertarung. Tanganku sudah gatal untuk memegang pedang." Ucapku.

Maafkan aku kak... aku belum bisa menjawab pertanyaanmu itu. Aku hanya takut kau tak bisa menerimanya. Aku akan pikirkan lebih jauh tentang pernikahan ini.

"Jangan biarkan siapapun masuk karena kami akan bertarung. Aku tak ingin orang lain menganggu konsentrasi kami." Ucapku kepada Kepala Dayang.

"Baik akan saya laksanakan." Ucap Kepala Dayang.

"Ayo kita mulai pertarungan ini,Kak Meizi." Ucapku.

"Kau yakin jika aku menang kau akan memberikan apapun?" Tanya Meizi sambil menyerangku.

"Ya apapun. Aku tak akan pernah melanggar janjiku. Seorang Putri tak akan melanggar janjinya!" Ucapku semangat dan menyerang Weizi.

Kami terus bertarung. Meskipun pakaian kami sudah mulai robek kami masih saja bertarung. Aku tak akan kalah darimu Kak Meizi!

Cringgggg

Pedang kak Weizi terjatuh. Artinya aku menang.

"Aku menang. Hehehe." Ucapku sambil tersenyum.

"Sudah terbukti kau akan menang. Liuxi jawab pertanyaanku yang tadi." Ucap Weizi.

"Apakah kakak masih menyukainya?! Jika begitu aku akan menolak pernikahan ini!" Ucapku dengan nada tinggi.

"Aku tak menyukainya lagi. Terimalah pernikahan itu." Ucap Weizi.

Nada bicara Kak Weizi berbeda. Suara kak Weizi menunjukkan sedikit kesedihan. Apakah Kak Weizi berbohong? Kurasa masih ada rasa cinta di hati Kak Meizi.

"Aku akan memikirkannya terlebih dahulu." Ucapku lalu pergi.

Apa yang harus kulakukan? Aku tak bisa berbuat seperti yang dikertas itu. Merelakannya kepada Kak Weizi apa itu gila? Aku akui aku sangat egois. Apa yang harus aku lakukan? Aku sangat menyukainya. Tapi bagaimana aku harus melepaskannya dan memberikannya kepada kak Weizi?

 Tapi bagaimana aku harus melepaskannya dan memberikannya kepada kak Weizi?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Membayangkan mereka berdua saja sudah membuat hatiku sakit. Aku tak bisa memberikannya kepada kak Weizi dan aku sangat mencintainya,Putra Mahkota Han.

"Liuxi,Ibu tau perasaanmu. Kau mencintainya tapi kau tak bisa memberikannya kepada Weizi kan?" Ucap Ibu.

"Ibunda aku sangat menyukainya. Apakah aku egois? Aku benci diriku." Ucapku sambil menangis.

"Memang kita juga harus egois. Kau terlalu baik. Jika Weizi yang menikah dengan Putra Mahkota apakah Putra Mahkota menyukainya?" Tanya Ibu.

"Aku tak tau. Aku ingin tau apakah pernikahan ini sudah disetujui oleh Putra Mahkota atau belum." Ucapku sambil menghapus air mataku.

"Pergilah dan tanya hal ini kepada Kaisar Ryu. Ia pasti tau karena sudah pasti ia tanyakan hal ini kepada putranya." Ucap Ibu.

"Dimana kaisar Ryu berada?" Tanyaku.

"Dia ada bersama Ayahmu di Aula Kerajaan." Ucap Ibu.

"Aku akan kesana." Ucapku lalu pergi.

The Coldest EmperorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang