#7 in Historical Fiction
Aku putri dari Kaisar Dinasti Qing. Liuxi,itu namaku. Entah gosip darimana menyebar dan mengatakan bahwa aku itu jelek dan ceroboh.
Aku selalu diam. Kaisar menjodohkanku dengan Putra Mahkota Dinasti Han. Aku hanya diam.
Dia...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Apakah kau gila?! Tak mungkin aku meninggalkan seorang wanita disini!" Ucap Pangeran Zhen Guo dengan nada sedikit tinggi.
"Ya aku GILA! Makanya pulanglah terlebih dahulu karna kau tak akan bisa menyelamatkanku lagi! Hidup bahagialah!" Ucapku lalu menaiki kudaku dan memacu kudaku berjalan dengan cepat.
Memacu kudaku secepatnya ke tebing tinggi. Aku turun dari kudaku dan memakan semua pil hijau yang ada. Aku tau ini belum cukup. Setidaknya aku bisa bermain seruling untuk terakhir kalinya.
***** Pangeran Zhen Guo juga memacu kudanya begitu cepat. Ia memutuskan untuk tak mengikuti gadis itu. Suara permainan seruling Putri Liuxi terdengar sampai diKerajaan.
Musiknya seperti sedang menunggu waktu kematian. Alunan musik yang sedikit bahagia yang mudah dirasakan.
Setibanya disana Pangeran Zhen Guo melihat digerbang ada banyak orang yang menunggu kepulangan mereka.
"Dimana adikku Liuxi?!" Tanya Pangeran Dongwei panik.
"Dia masih di Hutan. Dia memaksaku untuk pulang terlebih dahulu karena ajalnya sebentar lagi menjemputnya." Ucap Pangeran Zhen Guo.
PLAKKKK
"Jaga mulutmu! Tak akan ada Ajal yang bisa menjemput adikku saat aku masih ada disini." Ucap Pangeran Dongwei lalu naik ke atas kuda dan memacu kudanya lebih cepat dari Pangeran Zhen Guo.
***** Aku sangat senang hari ini. Semoga saja kalian selalu bahagia tanpa ada masalah yang memisahkan kalian.
Akan kumainkan permainan serulingku terakhir kalinya. Sebagai kenangan yang akan diingat semua orang tentang diriku.
"Senyuman ma...nis..." ucapku sedikit tebata bata lalu memainkan serulingku.
Sudah setengah permainan tapi aku tak sangup lagi untuk melanjutkan semuanya. Aku tersenyum,badanku lemas,kakiku tak bisa lagi menopang tubuhku. Aku terjatuh dan menutup mataku.
***** "Pangeran Zhen Guo! Bagaimana kau bisa meninggalkan xixi?!" Tanya Weizi.
"Dia menolong orang lain yang sedang bertarung dengan kerumunan orang jahat. Dia lengah dan satu jarum tak sengaja menempel ditangannya." Ucap Pangeran Zhen Guo.
"Jangan jangan itu para menteri yang memberontak." Ucap Permaisuri.
"Kasim Long! Suruh prajurit untuk mencari semua menteri yang memberontak dan menyerang Putri Liuxi untuk dipenggal." Ucap Kaisar Qing marah.
"Kaisar para pemberontak itu telah meninggal." Ucap Pangeran Zhen Guo.
"Kita hanya bisa menunggu Pangeran Dongwei pulang membawa Liuxi." Ucap Permaisuri.
***** Pangeran Dongwei terus mencari keberadaan Putri Liuxi tanpa beristirahat sejenak. Yang hanya Pangeran Dongwei pikirkan hanyalah menemukan Putri Liuci bagaimanapun caranya!
"Hohoho Pangeran Dongwei anda disini rupanya." Ucap Kakek peramal.
"Bisakah kau meramalkan apa yang terjadi pada Liuxi?" Tanya Pangeran Dongwei dengan nada khawatir.
"Aku tak bisa meramalkan hal itu lagi. Kau ingat bukan perkataanku? Sebentar lagi Putri Liuxi akan meninggal. Itulah yang kuucapkan dulu." Ucap Kakek Peramal.