13. Keadaan Sang Putri Liuxi

13.5K 817 11
                                        

"Apa yang terjadi pada putriku?" Tanya Kaisar Qing.

"Putri Liuxi hanya kecapekan. Sebentar lagi ia akan bangun. Jika bisa jangan berikan aktivitas yang berat untuk Putri Liuxi." Ucap Tabib.

"Baik. Upahku akan kuberikan nanti." Ucap Kaisar Qing.

"Saya Permisi." Ucap Tabib.

"Sepertinya Xixi terlalu beraktivitas hari ini." Ucap Weizi.

"Bisakah kau diam saja? Sebaiknya kau jangan mencampuri urusan ini." Ucap Pangeran Dongwei marah itu membuat Weizi menunduk.

"Sebaiknya kita semua berkumpul di Aula Kerajaan kecuali Pangeran Dongwei. Dongwei jaga adikmu disini ya." Ucap Permaisuri.

"Baik ibunda." Ucap Pangeran Dongwei.

Sebenarnya Pangeran Dongwei mengetahui bagaimana adik kesayangannya ini bisa pingsan. Ia terlalu memikirkan banyak hal hal tentang pernikahannya.

Disaat Pangeran Zhen Guo membacakan isi surat itu Pangeran Dongwei sangat senang karena adiknya sudah mulai tumbuh dewasa. Sayangnya ada sedikit yang ia tak suka dari isi surat itu adalah adiknya ingin mengalah dari Weizi.

Didalam lubuk hati Dongwei Weizi hanyalah penganggu. Pangeran D o ng Wei juga mengetahui bahwa Weizi menyukai Pangeran Zhen Guo. Itu membuat Pangeran Dongwei semakin membenci Weizi. Bukan hanya membencinya Pangeran Dongwei juga ingin membunuhnya.

Jika Weizi tak ada didunia ini maka adik kesayangannya itu akan langsung menerima pernikahan ini. Alasan sebenarnya Pangeran Dongwei kembali dari Dinasti kakeknya adalah untuk mengawasi Weizi serta menjaga adik kesayangannya dari masalah.

*****
Sepasang tangan memeluk tanganku. Ini membuat tanganku pegal sekali. Rupanya Pangeran Dongwei tidur sambil mengenggam tanganku.

"Kak Dongwei bangunlah tanganku terasa pegal nih." Ucapku sambil menepuk nepuk bahu Pangeran Dongwei.

"Akhirnya kau bangun. Kakakmu ini menunggumu bangun dari tadi." Ucap Pangeran Dongwei.

"Menunggu apanya kakak hanya tertidur." Candaku.

"Kita tak akan kehutan besok karena kesehatanmu belum pulih." Ucap Pangeran Dongwei.

"Kakak aku baik baik saja! Aku tak mau tau pokoknya besok aku mau berburu!" Ucapku.

"Baiklah kita akan berburu. Tidurlah agar besok kau baik baik saja." Ucap Pangeran Dongwei.

"Baiklah. Kakak pergilah kekamar kakak. Aku baik baik saja disini." Ucapku.

"Apakah kau yakin Liuxi?" Tanya Pangeran  Dongwei.

"Aku sangat yakin." Ucapku. Pangeran Dongwei keluar dari kamarku sambil tersenyum.

Aku baik baik saja. Kata kata apa itu,Liuxi? Saat ini kau sedang terkena penyakit batuk berdarah dan tak ingin seorangpun khawatir denganmu?

"Uhuk uhuk." Batukku.

Darah keluar dari mulutku. Aku mengelapnya dan mencuci mulutku serta menghilangkan bekas darahku.

Aku hanya pihak ketiga. Aku tak pantas mendapatkan cinta dari Pangeran Zhen Guo. Lagipula aku juga tak akan bertahan sebentar lagi. Kematian akan menjemputku sebentar lagi.

Alasan sebenarnya aku tak ingin ada yang mengetahui aku sedang terkena penyakit adalah karena aku...

The Coldest EmperorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang