14. Sang pemain yang sedih

11.9K 755 9
                                        

Karena aku tak ingin Kak Weizi menjadi sakit hati karena pernikahan kami. Selama ini Kak Weizi sangat baik dan menyerahkan semua yang dia punya untukku. Namun kali ini biarkan aku yang membalas kebaikan darinya.

Tok tok tok

"Siapa?" Ucapku.

"Ini Ibunda. Apakah kau tak ingin membiarkan Ibunda masuk?" Tanya Ibunda dari luar.

Gawat! Jika begini Ibunda akan mengetahui kalau aku sedang terkena penyakit.

"Ibunda tunggulah diluar sebentar. Aku sedang memakai baju." Ucapku lalu dengan cepat menganti bajuku.

Aku membuka pintu.

"Ibunda ingin bicara denganku? Ayo kita bicara diluar." Ucapku.

"Kita berbicara dikamarmu saja." Ucap Ibunda.

"Tidak. Aku ingin berbicara diluar karena aku butuh udara segar." Ucapku.

"Baiklah." Ucap Ibunda.

"Jadi apa yang ingin Ibunda bicarakan?" Tanyaku tanpa lupa menunjukkan senyumku.

"Apakah kau sedang sakit,Liuxi?" Tanya Ibu

"Aku baik baik saja. Jika hanya ini yang akan ibunda bicarakan aku akan masuk kekamarku lalu tidur. Aku sudah mulai mengantuk." Ucapku.

"Hm tidurlah. Bukankah besok kau akan berburu dengan Pangeran Dongwei?" Ucap Ibu.

"Ya. Kak Dongwei telah berjanji kepadaku." Ucapku tersenyum lalu kembali kekamarku.

"Uhuk uhuk." Batukku sambil menutup mulutku.

Ini masih saja terjadi. Aku hanya butuh pil itu untuk mengundurkan sedikit waktuku. Pil hijau yang kubuat dapat mengundurkan waktu kematianku.

Glek.

Aku mengambil serulingku dan memainkan alunan musik yang ceria padahal air mataku terus menetes.

*****
"Ini adalah permainan seruling yang kaku. Sang pemain saat ini tengah bersedih tapi ia memainkan alunan musik yang ceria." Ucap Kaisar Qing.

"Yang hanya bisa bermain seruling sebagus ini hanya Liuxi. Tapi entah kenapa nada ini sangat menyedihkan." Ucap Pangeran Dongwei.

"Apakah kita harus membatalkan pernikahannya?" Tanya Permaisuri.

"Tidak. Pernikahan itu tak akan batal atas ijin Liuxi sendiri. Liuxi mencintai Pangeran Zhen Guo." Ucap Pangeran Dongwei.

"Pangeran Dongwei bukankah besok kau berburu dengan Liuxi? Pangeran Zhen Guo yang akan menggantikanmu. Kita hanya perlu membuat mereka dekat." Ucap Kaisar Qing.

"Sebaiknya kita tanyakan hal ini kepada Pangeran Zhen Guo terlebih dahulu." Ucap Permaisuri.

"Ya." Ucap Kaisar Qing.

"Saya permisi." Ucap Pangeran Dongwei.

Pangeran Dongwei berjalan cepat. Tak ada yang tau dia mau pergi kemana. Pangeran Dongwei masuk kesebuah gubuk dan menemukan seorang kakek tua disana yang diramalkan sebagai peramal tingkat tertinggi.

"Kakek Peramal aku Putra Mahkota Dinasti Qing,Pangeran Dongwei memohon anda meramalkan nasib Putri Liuxi." Ucap Pangeran Mahkota.

"Akulah peramal terhebat didunia ini. Seperti janjiku dulu aku hanya akan melayani anggota kerajaan Dinasti Qing." Ucap Kakek lalu mengumamkan beberapa kalimat yang tak dimengerti Pangeran Dongwei.

"Pangeran,saya sudah menggunakan ramalan tingkat tertinggi tapi." Kakek itu tak melanjutkan ucapannya.

The Coldest EmperorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang