18. Pertarungan yang sengit

10.5K 691 4
                                        

"Aku tak mengerti maksudmu. Dan aku tak akan merindukan segala hal tentang dirimu." Ucap Pangeran Zhen Guo.

"Terserah saja. Karena sebentar lagi aku akan...." ucapku lalu tak melanjutkan perkataanku.

"Akan apa?" Tanya Pangeran Zhen Guo.

"Tidak ada. Yang tau rahasia ini hanya aku dan Kak Dongwei. Aku tak ingin orang lain mengetahui hal ini." Ucapku lalu memainkan serulingku.

"Untuk apa kau bermain seruling ditengah hutan? Kau bisa memanggil harimau untuk kemari." Ucap Pangeran Zhen Guo.

Aku harus menghiraukannya. Aku hanya harus memainkan seruling ini agar kancil itu kemari.

Kancil itu berjalan ke arahku lalu mendekatiku. Dengan cepat aku menusuknya. Pangeran Zhen Guo terkejut dengan aksiku yang tiba tiba ini.

"Untung saja kau tak merusak musik indahku." Ucapku lalu menarik pedangku dari perut kancil.

"Nah aku akan ke rumah pohonku sebentar untuk menggambil sesuatu. Kau mau ikut?" Tanyaku.

Dia hanya menganggukkan kepalanya. Ya ampun tak bisakah kau menjawab pertanyaanku dengan ucapanmu? Apakah perlu kupotong lidahmu?

"Ayo kita harus cepat." Ucapku.

Aku menghirup udara segar di hutan Terlarang ini dengan kasar. Mungkin saja ini terakhir kalinya aku ada disini.

"Bisakah kau jangan berbuat seperti itu? Itu terasa tak sopan." Ucap Pangeran Zhen Guo.

"Ini adalah hidupku dan terserah padaku apa yang ingin kulakukan." Ucapku.

Setelah aku sampai di rumah pohonku langsung saja aku naik dan Pangeran Zhen Guo mengikutiku. Aku menggambil pil Hijau yang ada dimeja dan menggambil beberapa dedaunan langkah yang akan kusimpan.

"Pil apa itu?" Tanya Pangeran Zhen Guo.

"Kau tau biasanya aku yang harus membuka percakapan terlebih dahulu. Namun kali ini kau yang membuka percakapan terlebih dahulu. Apakah kau ingin mengetahuinya dan merahasiakannya?" Ucapku menatap wajah Pangeran Zhen Guo dengan tatapan curiga.

"Apakah kau membuat pil racun?" Tanya Pangeran Zhen Guo.

"Terserah padamu. Jika ini adalah pil racun maka aku akan mati sekarang." Ucapku lalu memakan Pil Hijau.

"Terbukti bahwa ini bukan pil racun." Ucapku lalu turun dari rumah pohon.

Tiba tiba terdengar suara pertarungan yang sangat sengit. Aku langsung mengikuti arah suara itu dengan kudaku. Tentu saja Pangeran Zhen Guo mengikutiku.

"Kau tunggu disini. Kau tak akan mengerti pertarungan ini dan aku peringatkan kau tak boleh turun dari kuda. Jika kau turun maka kau mempertaruhkan nyawaku." Ucapku lalu menyerang beberapa orang musuh yang ingin membunuh seorang kakek tua.

Sepertinya mereka semua belum paham dengan kekuatan pertarunganku. Aku bahkan dengan mudah menghindari jarum beracun yang mereka lempar secara tiba tiba.

Langsung saja aku gunakan kecepatanku dan membunuh mereka. Mereka terbunuh tapi 1 jarum berhasil menusuk tanganku.

"Pangeran Zhen Guo pergilah dari sini!" Ucapku.

The Coldest EmperorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang