Kembali atau tidak itulah yang akupikirkan dari tadi. Memikirkan apa yang akan terjadi jika aku kembali dan apa yang akan terjadi jika aku tak kembali.
"Aku akan kembali." Ucapku.
"Pilihan yang bagus! Kau bisa menyelamatkan Keluargamu dan menikah dengan jodohmu. Lihatlah pintu itu. Bukalah pintu itu jika kau berhasil membukanya maka kau diijinkan untuk kembali kekehidupanmu." Ucap Kakek Tua.
"Baiklah." Ucapku dengan semangat lalu berlari ke arah pintu dan membukanya.
Aku ingin kembali!
Pintu ini berhasil kubuka. Dan aku dapat melihat aku tengah terbaring disebuah tumpukan kayu dan hampir dibakar.
"Liuxiii kenapa kau meninggal?!" Teriak Pangeran Dongwei.
"Aku ingin meninggal bersama Putriku." Ucap Permaisuri lalu menggambil obor.
"Ah gawat! Kakek aku harap kita bisa bertemu lagi. Selamat tinggal." Ucapku melambaikan tangan lalu masuk kedalam.
Hebat dan nyata aku berhasil membuka mataku. Dapat kulihat ibu memegang obor berapi dan hendak membakar tubuhnya.
Dengan cepat aku menahan obor itu. Semua orang terkejut sekaligus senang melihatku bangun kembali.
"Ibunda kenapa ibunda ingin meninggal? Padahal aku dari surga datang kemari hanya untuk bertemu ibunda terakhir kalinya." Ucapku bohong.
"Liuxi kau tidak akan kemana mana. Kau akan bersama dengan ibunda meskipun dewa kematian ingin nyawamu." Ucap Ibu.
Ah aku ingin mengerjai ibunda.
"Ibu aku bangun dari kematian hanya untuk menahan ibu agar ibu tak terbakar. Aku telah melaksanakan tugasku. Jadi aku akan kembali ke tempat seharusnya aku berada." Ucapku lalu berjalan ke tumpukan kayu dan tidur di atas kayu.
"Selamat tinggal." Ucapku lalu berpura pura meninggal.
"Liuxiiiiii! Jangan tinggalkan ibu!" Teriak Ibu.
"Aku tak akan meninggalkan ibunda. Hehehe aku hanya bercanda tadi." Ucapku sambil tersenyum.
"Liuxi jangan bercanda! Kau tau ibunda akan ikut denganmu jika kau mati." Ucap Ibunda.
"Maaf Ibunda." Ucapku.
"Pangeran Zhen Guo sudah kukatakan bukan? Apakah kau merasakannya?" Tanyaku.
Semua orang bingung dengan ucapanku.
"Tidak." Balas Pangeran Zhen Guo singkat.
"Terserah padamu. Karena kau akan merasakannya tak lama lagi." Ucapku.
"Merasakan apa Liuxi?" Tanya Pangeran Dongwei.
"Tak ada apa apa kak. Nah apakah kalian akan membiarkanku disini terus?" Tanyaku.
"Ayo kita masuk." Ucap Ayah.
"Aku akan kekamarku untuk mandi terlebih dahulu." Ucapku lalu pergi.
"Pangeran Zhen Guo katakan padaku apa maksud dari Liuxi?" Tanya Pangeran Dongwei.
"Dia mengatakan bahwa Kau ingin tau apa yang akan terjadi jika aku menolak perjodohan ini atau menerima perjodohan ini? Sebentar lagi waktunya untukmu mengingat segalanya tentang diriku yang tak akan bisa kau temukan lagi didunia yang luas ini. Dan disaat itu kau akan menyesali semuanya. Itulah yang dia katakan." Ucap Pangeran Zhen Guo.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Coldest Emperor
Narrativa Storica#7 in Historical Fiction Aku putri dari Kaisar Dinasti Qing. Liuxi,itu namaku. Entah gosip darimana menyebar dan mengatakan bahwa aku itu jelek dan ceroboh. Aku selalu diam. Kaisar menjodohkanku dengan Putra Mahkota Dinasti Han. Aku hanya diam. Dia...
