"Cambukkan 10 kali...." Ucapku dengan nada rendah.
"Tidak. Hukumannya adalah kau harus menerima pernikahan itu." Ucap Ayah.
Pernikahan ya.... aku masih berpikir apakah aku harus memberikan Putra Mahkota Han untuk kak Weizi. Kak Meizi mencintainya dan kurasa Putra Mahkota juga mencintainya. Aku hanya pihak ketiga yang menganggu hubungan mereka.
Apakah aku bisa memilih cambukkan 10 kali? Aku tak tau harus berbuat apa saat ini. Apa yang harus kulakukan?!
"Em Ayahanda bolehkan aku memikirkan hubungan ini terlebih dahulu? Berikan saja aku hukuman 10 kali cambukkan. Aku hanya ingin memikirkan hubungan Pernikahan ini terlebih dahulu." Ucapku.
"Kau bisa memikirkan hubungan ini dulu. Keputusan ada ditanganmu. Dicambuk 10 kali atau menikah dengan Putra Mahkota." Ucap Ayah.
"Baiklah. Aku akan memikirkannya terlebih dahulu. Aku permisi." Ucapku lalu pergi.
Aku hanya ingin tau apakah dia mencintaiku atau tidak. Jika dia tidak mencintaiku maka aku akan membatalkan pernikahan ini. Tak peduli jika aku terkena cambukkan atau tidak. Aku hanya ingin mengetahui siapa yang ada dihatinya.
"Siapkan aku air panas. Aku akan berendam dan pastikan saat aku berendam pintu terkunci." Ucapku.
"Baik."
Putra Mahkota Han...
Aku belum mengetahui siapa namamu. Selama ini aku hanya mengetahui statusmu. Pantaskah aku menikah denganmu? Orang sepertiku pasti tak pantas. Namamu saja aku tak tau.
"Putri Liuxi saya telah melaksanakan tugas saya."
"Kau tunggu diluar kamarku dan jangan biarkan siapapun masuk!" Ucapku lalu masuk kedalam bak.
Aku sangat mencintaimu.
Aku hanya mencintaimu.
Jika kau memang tak mencintaiku maka aku bersedia dicambuk.
Bekas cambukkan itu akan menjadi saksi bahwa kau tak mencintaiku.
Aku terlalu berharap.
*****
"Dimana Putri Liuxi? Dia sangat lama." Ucap Kaisar Qing.
"Apakah ia berada dikamarnya?" Tanya Kaisar Ryu.
"Saya akan memanggil Putri Liuxi untuk kaisar." Ucap Kasim Long.
"Ya pergilah." Ucap Kaisar Qing.
"Apakah ia tertekan dengan pernikahan ini?" Tanya Kaisar Ryu.
"Tidak mungkin. Bukankah kau sendiri mengetahui isi surat itu? Itu sudah jelas bahwa Liuxi mencintai Pangeran Zhen Guo." Ucap Kaisar Qing.
"Mungkin saja kertas itu tak berasal dari Putri Liuxi." Ucap Kaisar Ryu.
"Pasti kertas itu berasal dari Liuxi. Bukankah Pangeran Zhen Guo mendapatkan kertas itu di kamar Liuxi?" Ucap Kaisar Qing.
"Ya aku menemukannya di Kamarnya saat Kaisar menyuruhku untuk menjemputnya tapi dia tak ada dikamarnya. Aku menemukan surat itu dimeja kerjanya. Aku kira dia ingin pergi dan meninggalkan surat itu." Ucap Putra Mahkota Han.
*****
"Dimana Putri Liuxi berada?" Tanya Kasim Long.
"Putri ada didalam dan Putri berpesan agar tak ada yang menganggunya. Apakah ada pesan yang harus saya katakan kepada Putri?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Coldest Emperor
Ficção Histórica#7 in Historical Fiction Aku putri dari Kaisar Dinasti Qing. Liuxi,itu namaku. Entah gosip darimana menyebar dan mengatakan bahwa aku itu jelek dan ceroboh. Aku selalu diam. Kaisar menjodohkanku dengan Putra Mahkota Dinasti Han. Aku hanya diam. Dia...
