Semua rakyat dinasti Qing membangun sebuah patung berbentuk Liuxi sebagai penghormatan mereka kepada putri kesayangan mereka. Banyak dupa dan lilin mengelilingi patung liuxi membuatnya semakin indah sewaktu malam.
***
Kembalilah dan bertemu dengannya...
Hanya kau yang ditakdirkan bersamanya...
Suara nyanyian itu membuat Liuxi tenang. Ia sangat ingin bertemu dengan orang yang bernyanyi. Suara lembut itu menggoda Liuxi kearahnya.
Liuxi menatap kearah jendela dan menajamkan matanya. Diatas pohon tak jauh dari istana ini terlihat seorang manusia berekor sembilan sedang bernyanyi membuat liuxi membuka mulutnya sebentar.
Ia belum pernah melihat makhluk seperti itu didalam hidupnya. Makhluk aneh hanya ada digunung suci. Tanpa Liuxi sadari, makhluk aneh itu menatapnya dan tersenyum kearahnya.
"Kemarilah." Bisikan yang sama seperti sebelumnya. Apakah makhluk ini yang menamparnya tadi?
"Xixi." Ucap seseorang membuat Liuxi menatapnya.
"Ah ada apa?" Tanya Liuxi terkejut.
"Pestanya sudah mulai. Ayo." Ajak Yuyu sambil mengenggamnya.
Tangan hangat Yuyu membuat Liuxi semakin tenang. Bahkan Liuxi sangat menyukai tangan hangat itu. Yuyu membawa Liuxi ke Aula kerajaan. Disana terdapat banyak orang berserta orang yang berurusan dengannya tadi.
"Ingin bermain?" Tanya Zhou Hong. Liuxi menganggukkan kepalanya.
"Berikan tanganmu." Ucap Zhou Hong lalu mengenggam kedua tangan Liuxi.
"Lupakanlah dia yang selalu menyakiti hati kecilmu dan mulailah masa depan yang baru. Atau kembalilah bertemu dengannya dan cobalah membangun sebuah hubungan yang baru." Ucap Zhou Hong.
Liuxi kaget dengan ucapan Zhou Hong. Apa yang dikatakannya benar. Pangeran Hen Guo telah menyakitinya dengan sangat dalam tetapi akan sangat mustahil untuk melupakannya.
"Pilihan ada pada tanganmu." Ucap Zhou Hong lalu melepaskan kedua tangan Liuxi.
Yuyu menarik Liuxi kesebuah meja yang diisi dengan banyak bir. Yuyu langsung meminum segelas bir dengan kasar. Liuxi mengikutinya cara Yuyu meminum bir sampai mabuk.
Berhentilah dan kembalilah...
Masih ada harapan yang tersisa
Dia menunggumu disana
Suara itu membuat Liuxi yang mabuk kembali sadar. Apakah suara itu mengisyaratkannya sesuatu? Liuxi mulai berjalan kearah suara itu tetapi dihentikan oleh Yuyu.
"Jangan pergi. Jika kau pergi maka aku akan kehilangan teman lagi." Ucap Yuyu dengan suara berat.
"Aku hanya ingin pergi melihat sesuatu." Ucap Liuxi.
"Tidak! Kau harus tetap bersamaku." Ucap Yuyu sambil menarik kasar Liuxi.
Liuxi hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan Yuyu yang sedang mabuk berat. Pegangan tangan Yuyu semakin lama semakin melonggar membuat Liuxi berhasil melepaskan tangannya dari pegangan yuyu.
Kemarilah dan berlarilah
Aku akan mengabulkan doamu
Hidup ini akan mudah jika dilewati bersama
Zhou Hong berjalan kearah Liuxi sambil tersenyum kearah Liuxi. Liuxi hanay tersenyum membalasnya dan berusaha mencoba mendengar nyanyian itu lagi.
"Lupakan nyanyian godaan itu. Semua orang yang mengikuti nyanyian itu maka akan berjalan seperti mayat hidup kearah pohon yang agak jauh dari sini." Ucap Zhou Hong.
"Nyanyian godaan?" Tanya Liuxi heran. Ia memang hampir tergoda untuk kesana. Ia ingin tahu apa yang terjadi jika ia kesana.
"Kau tau kisah cinta Kaisar Rubah?" Tanya Zhou Hong.
"Tidak." Jawab Liuxi singkat.
"Dulu ada seorang Kaisar yang sangat baik kepada siapapun. Ia hanya mempunyai seorang permaisuri dan seorang selir. Diantara dua istrinya, Kaisar lebih menyukai selirnya karena selirnya bisa memberikan putra untuk sang Kaisar membuat Sang Permaisuri iri dan sangat membencinya. Permaisuri terus saja mencari cara agar Selir yang disukai kaisar diusir arau bahkan dibunuh. Cara permaisuri berhasil membuat Kaisar membuang selirnya kegunung suci ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Coldest Emperor
Ficción histórica#7 in Historical Fiction Aku putri dari Kaisar Dinasti Qing. Liuxi,itu namaku. Entah gosip darimana menyebar dan mengatakan bahwa aku itu jelek dan ceroboh. Aku selalu diam. Kaisar menjodohkanku dengan Putra Mahkota Dinasti Han. Aku hanya diam. Dia...
