Cahaya matahari terbit menyelinap di cela-cela jendela yang membuatku silau dan terbangun dari tidurku.
"Hooaam, hari yang cerah, tapi hatiku sureeem..."
Kataku sembari menatap luar jendela.
Aku bergegas mandi, sarapan, dan rutinitas pagiku. Lalu aku pun berangkat sekolah. Selama perjalanan menuju halte, senyumku yang amat lebar kini pudar bahkan sampai tidak tersenyum.
Aku masih memikirkan perkataan mama dan papa ku tentang pindah ke Korea Selatan Rasanya berat untuk meninggalkan Indonesia ^because i love Indonesia very much^, meninggalkan Octa, meninggalkan Elios, dan meninggalkan keluargaku. Mungkin aku akan berada di Korea Selatan selama beberapa tahun sampai papaku menyelesaikan pekerjaannya disana.
***
Tak lama kemudian bis langgananku datang. Seperti biasa Octa menyapaku dari dalam bus.
"Haii Kay" sapa Octa.
"Hai" jawabku datar dengan muka yang lesu.
"Eh, muka lu napa Kay? Perasaan tadi malem lu bahagia banget?, kok sekarang jadi lesu gini sih?" Tanya Octa keheranan.
"Ngga papa kok Ta" ujarku sambil mencoba untuk tersenyum.
"Ah bo.ong lu, kalo ada masalah bilang ke gua aja Kay" kata Octa.
"Emm, gimana ya Ta, aku nggak tega buat bilang cerita ini sama kamu Ta" ucap ku.
"Weh, kayak ngomong sama siapa aja , santai aja kalo sama gua Kay" jawab Octa.
"Yaudah, aku bilangin tapi jangan kaget ya" ujar ku.
"Iya iyaa"
"Jadi gini, aku--"
"APAA??!!" Kata Octa memotong pembicaraanku yang sok-sokan terkejut
"Weh, bilang aja belum... kamu udah kaget gitu, gajadi deh" ujarku agak kesal.
"Hehehehe, becanda gua, jangan ngambek dong" bujuk Octa.
"Hmm..."
"Lanjutin cerita lu Kay" kata Octa.
"Hmmmm, jadi gini bulan Juni aku sama papa mamaku bakal pindah ke Korea Selatan" jelas ku.
"Apaa??!!, yang bener Kay?" Jawab Octa terkejut (yang ini terkejut beneran).
"Tuhkan dibilangin jangan kaget malah kaget kamu Ta..." ujarku kesal.
"Hehehehe, sori refleks, tapi yang bener lu mau pindah ke Korea Selatan??"
"Iya beneran"
"Lahh bulan Juni kan tinggal 3 bulan lagii.... jangan tinggalin gua lah Kay, lu kan satu-satunya sahabat gua. Masa lu tega ninggalin gua."
"Iya Ta. Aku juga sebenernya ngga mau ikut, tapi papa sama mamaku nyuruh aku harus ikut ke Korea Selatan dan aku nggak bisa nglawan Ta, maapin aku ya Ta" kata ku kepada Octa.
"Yah lu tega Kay... gua sendirian dong nih, huhuhuhu" jawab Octa dengan mata yang berkaca-kaca.
"Jangan nangis lah Ta, sekali lagi maafin aku yah"
Ujarku mencoba minta maaf kepada Octa.
"Gimana ya Kay, gua sahabat lu dari TK, pasti gua susah kalo sehari-hari tanpa lu, tapi demi kebaikan lu, gua akan coba bertahan..." kata Octa.
"Ahh, kamu emang sahabat aku paling baik Ta.." puji ku kepada Octa.
"Hehehehe, kamu juga Kay.. huhuhuhu" jawab Octa dengan tersenyum kecil, masih dengan mata yang berkaca
"Aku bakal kangen kamu Ta" ujarku.
"Hmm, udah lupain tentang gua. Elios.. dia gimana dong Kay?" Ucap Octa mengalihkan pembicaraan.
"Lah itu aku juga bingung Ta, gimana ya?"
"Emm, gini aja ......................." jawab Octa (bersambung, misi ke 3 masih dirahasiakan)
Tunggu chapter berikutnya
