Ulang Tahun Kak Malam

52 4 0
                                        

Di taman.



Kak Bintang dan Kak Aurora masih berada di taman.
Kak Bintang sangat menginginkan ketenangan.
"Umm...Bintang...!"
tegur Kak Aurora.
"Can we go now? I will go home..."
lanjutnya.


"Oh! Maafkan aku. Aku lupa kalau kau mencari jalan pulang. Baiklah, kau mencari Jalan Langit 'kan? Lewat sini!"
balasnya sembari beranjak dari duduknya.
Tiba-tiba handphone Kak Bintang berdering.
'RIINNNGGGGG!!!!!'
"Wait"
ujarnya.
Rupanya itu hanyalah alarm.


(Alarm kalender. Oh iya besok Malam ulang tahun. Kasih apa, ya?)
batinnya.
"Ada apa, Bintang?"
"Tak ada apa-apa. Hanya alarm"
"Ohh..."
"Besok kamu ada kerjaan ngga?"


"Kenapa?"
"Kalau tak ada kerjaan, ikut aku!"
"Kemana?"
"Besok ulang tahung sahabat ku. Aku juga mau sekalian kenalin kamu sama dia. Tapi sudah punya pacar"
"Yee~ siapa juga yang berharap...?"
"Siapa tau 'kan?"
"Boleh, deh. Aku juga tak ada kerjaan"


"Ok. Nanti aku telpon kalau sudah siap"
"Ok~"
"Masih nomor yang dulu, 'kan?"
"Iya"
"Nah, sudah sampai. Yang mana rumahnya?"
"Sebentar aku tanya dulu"
balasnya.
"Rumah mu yang mana Bintang?"
lanjutnya.
"Kalau rumah ku yang ini"
"Ohh..."
balasnya.


Kak Aurora melirik keseberang rumah Kak Bintang.
Terdapat tiga deret rumah.
Deret ketiga di depan rumah Kak Bintang dia melihat seseorang yang tak asing.
Dia sedikit mendekat.
"Tante!"
"Nah, ini Aurora! Kamu darimana aja?"
"Aku nyari rumahnya. Oh, tunggu sebentar!"
balas Kak Aurora.


Kak Aurora menghampiri Kak Bintang.
"Bintang, terima kasih ya, sudah mau bantu aku cari rumah keluarga ku. Cepat selesai ya, masalahnya"
"Ya, amin"
balasnya singkat.
Kak Aurora pun kembali kerumahnya.
"Ha~"
(Sekarang tinggal cari hadiah untuk Malam)
batin nya.


Keesokan harinya.


Di rumah Senja.


Senja terbangun dari tidurnya.


Dia melihat kalender kamarnya.


"Ah, iya! Hari ini ulang tahun kakak! Harus kasih tau yang lain nya!"
gumamnya.
Dia pun menelpon Kirasuma.
"Halo assalamualaikum, Lah. Lalah, hari ini sibuk ngga?"
"Ya, wa alaikum salam. Engga, Kenapa memangnya?"
"Bisa ngga bantu Jaja kasih surprise ke Kak Malam?"
"Kak Malam ulang tahun?"


"Iya. Bantuin, ya"
"Ok. Jadi apa rencananya?"


"Aku sudah siapkan hadiah untuknya. Jadi rencananya aku nanti sama mama duduk di ruang tamu sama kakak ku. Aku akan tahan dia supaya tak keluar rumah sementara kalian cari kuenya. Kalau sudah dapat kalian tekan bel rumah aja. Nanti biar kakak ku yang ku suruh buka pintunya. Tapi sebelumnya kamu sms aku dulu kalau sudah siap. Mengerti?"


"Siap, dimengerti!"
"Ok. Ya sudah aku mau kasih tau Kak Bulan sama Kak Bintang dulu, ya. Assalamualaikum"
"Wa alaikum salam"
balas Kirasuma menutup telpon.
Kirasuma memberitahu Pagi, Awan dan Sore.


Sementara itu, di rumah Kak Bintang.

Dia langsung menelpon Kak Aurora.
"Halo, Aurora. Sudah siap belum?"
"Iya ini tinggal keluar rumah"
"Tunggu! Jangan keluar rumah dulu sebelum aku yang ke rumah mu!"
"Ok"
balasnya sembari menutup telpon nya.
Kak Bintang pun mengambil jaketnya di kursi belajarnya.


Baru saja dia mengenakan jaketnya, handphonenya berdering.
'DRRTTT DRRTTT'
'DRRTTT DRRTTT'
"Ya, halo"
"Halo, assalamualaikum, Kak"
"Ya, wa alaikum salam. Ada apa, Ja?"
"Kak sudah tau belum...?"
"Sudah"
"Apa?"
"Kakak mu ulang tahun, 'kan?"
"Widih~ hebat! Dia tau"


Melukis Senja {Revisi} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang