Keesokan harinya di Unmul, Kak Bintang melancarkan rencananya.
Saat ini pukul 07:00.
Sebagian mahasiswa tengah duduk di meja mereka masing-masing temasuk Kak Malam, Kak Bintang, Kak Bulan, dan Katalin.
Dan kelas belum dimulai.
Kak Malam melirik ke arah Kak Bintang dan Kak Bintang menganggukkan kepalanya sebagai isyarat untuk memberi kode dan memulai rencananya.
Kak Malam berbalik badan dan berkata pada Katalin dengan nada dingin
“Gua boleh pindah ke tempat duduk lo ngga?”
“Hah! Boleh-boleh!”
balasnya sembari mengemasi barangnya tanpa beralih pandangan dari Kak Malam.
“Thanks”
-Kak Malam.
Kak Malam mengemasi barangnya dan pindah ke meja Katalin dan Katalin pindah ke meja Kak Malam.
‘Malam kenapa? Kok ngga biasanya dia dingin dan pindah ke meja gua? Apa 'kejadian itu' benar, ya?’
batin Katalin.
Tak lama kemudian dosen masuk dan memulai kelasnya.
***
Saat ini pukul 13:00 dan ini waktunya istirahat yang kedua.
Kak Bintang, Katalin and the gengs, dan dua orang mahasiswa lainnya sedang berada dikelas.
Terlihat Kak Bintang tengah meletakkan kepala diatas mejanya dan lengan nya sebagai bantal.
Tak lama kemudian Kak Malam masuk dan menghampiri Kak Bintang setelah melihat Kak Bintang tergeletak diatas mejanya.
“Lu ngapa, Sa?”
-Kak Malam.
“Hm? Engga… gue ngga apa-apa, gue cuma sedikit pusing aja.”
kata Kak Bintang mengangkat kepalanya dan meletakkan nya lagi.
“Lo sakit? Kalau sakit, minta surat dispen sana sama dosen!”
“Ngga apa-apa Sya, gue ngga sakit kok! Gue cuma pusing aja, sudah. Nanti juga pusingnya hilang sendiri. Udah gue ngga apa-apa.”
kata Kak Bintang mengulangi.
“Yakin?”
“Yo.”
“Bohong.”
“Ck, kalau ngga percaya, ya sudah!”
“Lo itu sahabat gue dari dulu. Jadi gue tau sifat lo dan gue tau lo bohong.”
“Terus mau diapakan lagi?”
“Pulang lah! Minta dispen sama dosen! Ntar gue temenin lo pulang! Kalau perlu sampe rumah sekalian!”
“Ngga usah. Lo temenin gue sampe pintu gerbang kampus aja. Ntar gue nyetir sendiri.”
“Yakin mau nyetir sendiri dengan keadaan kayak 'gini?”
“Yakin. Ntar gue nyetir pelan-pelan.”
“Ngga usah. Gue takut lo kenapa-napa, gue aja yang nyetir.”
“Jangan! Ntar lo ketinggalan pelajaran.”
“…Atau 'gini aja? Lo pake ojek online, biar gue yang pesan, gimana?”
saran Kak Malam sembari mengeluarkan ponsel dari sakunya.
“Terserah deh…”
balas Kak Bintang sembari mengemasi tasnya.
“Nah, kuncinya, gue titip mobil sama lo.”
kata Kak Bintang sembari berdiri dan memberikan kunci mobilnya kepada Kak Malam dan menerimanya namun ia fokus pada layar monitornya.
“Ingat! Jangan sampe lecet! Lecet ganti yang baru!”
“Semaunya!”
balas Kak Malam langsung menatap Kak Bintang.
“Maulah! Mobil baru kok ngga mau?” “Iya dah, iya.”
Kak Malam kembali fokus pada layar monitornya.
“Oh iya, emang lo bisa nyetir?”
cibir Kak Bintang sembari berdiri sejajar dengan Kak Malam dan berjalan keluar.
“Ngeremehin!”
“Gue cuma nanya.”
“Lo kalo sakit rese, ya?”
“Lah, lo kalo galau cengeng.”
“Iya dah, iya.”
mereka pun semakin jauh dari kelas, dan Katalin memperhatikan mereka sedari awal.
Beberapa menit kemudian.
Mereka berdua hampir sampai didepan gerbang dan Katalin masih memperhatikan mereka berdua dari kelasnya yang berada di lantai dua. Katalin melihat Kak Malam memberikan sebuah buku kepada Kak Bintang namun dia tak mendengar apa yang dibicarakan oleh mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Melukis Senja {Revisi}
Novela JuvenilMenceritakan seorang gadis cantik bernama Kirasuma Nura Fadillah dan seorang pemuda tampan bernama Senja Wira Atmaja yang telah bersahabat sejak kecil. Tak hanya Senja. Kirasuma juga memiliki banyak teman lainnya. Namun suatu ketika mereka berpen...
