Dihari yang sama.
Malam, Bulan, dan Bintang saat ini sedang berada di kampus.
Mereka sedang istirahat di kantin.
Malam tengah asik memainkan ponselnya.
“Sya, lu mau makan apa?”
tanya Kak Bintang.
Namun lawan bicaranya tak merespon nya.
“Sya! Lu dengar ngga, sih?”
Bintang mulai kesal.
Malam masih setia dengan ponselnya.
“Bintang Bintang! Biar aku aja yang tanya”
bisik Bulan.
“Ok”
balas Bintang singkat.
Bulan memasang seringainya.
Dan
'BRAK'
dia menghentak meja dihadapan Malam.
Tentu saja dia terkejut dan hampir melemparkan ponselnya.
Tak hanya dia yang terkejut.
Bintang dan seisi kantin langsung mengalihkan pandangan mereka kearah hentakan meja.
“Waa… ada apa?”
tanya Malam terkejut.
“Bulan! Katanya kamu yang tanya?”
bisik Bintang yang juga ikut terkejut.
“Woi berisik!”
“Bisa tenang ngga, sih?”
“Bikin kaget aja”
banyak mahasiswa yang juga ikut terkejut menjadi protes.
“I-I am sorry everyone!”
balas Bulan.
“Hey, what happened, honey?”
“What happened, what happened. Kamu itu dipanggilin daritadi ngga dengar, malah asik main handphone mulu! Tu nah, dipanggil Bintang”
balasnya ketus.
“Apa, Bro?”
“Apa bro, apa bro. Lu makan ngga?”
“Makan lah~”
“Iya makan apa somplak?”
“Bintang bahasanya!”
bisik Bulan.
“Habis aku kesal”
“You know lah~ gue makan nya apa?” balasnya santai.
“Daritadi kek”
Bintang langsung pergi memesan makanan mereka.
“Honey, aku ke toilet dulu, ya”
pamit Malam yang langsung berdiri setelah mematikan layar ponselnya dan meletakkan nya diatas meja makan.
“Hm”
balasnya singkat.
“Cih, dia ngambek”
“'Gimana ngga ngambek coba?”
gumamnya pelan.
“Apa?”
“Hah! Ngga apa-apa kok. Maksud ku, hurry back”
jawabnya sembari memasang senyum simpul.
Malam menyipitkan matanya.
‘Bohong’
batin Malam.
“Iya”
ujar Malam lalu pergi.
Bulan masih terseyum.
'Tring~'
Bulan mendengar notifikasi dari ponsel kekasihnya.
Dia penasaran ingin melihat notifikasi itu.
Akhirnya dia membukanya.
Dan kebetulan layar ponselnya tak dikunci.
Dia membuka notifikasi itu dan itu adalah sebuah chat.
Tertera nama 'Katalin' disana.
‘Katalin? Katalin yang terkenal dengan kecantikan nya itu?’
batinnya sembari mengklik dan mengscroll percakapan mereka mulai kemarin siang sampai hari ini.
Awalnya dia merasa tenang saja membacanya.
Tanpa ada cemburu atau apapun itu.
Tapi setelah dia membaca bagian
‘Malam:"Sudah, dong~♥"’
dan seterusnya (baca episode: 'Kecemburuan Senja Level Dua').
Belum lagi yang tadi pagi.
Yang mengatakan:
Katalin"Selamat pagi ganteng^3^"
Malam"Pagi Katalin^_^"
Malam"Kok ganteng?"
Katalin"Iya"
Katalin"Kamu 'kan ganteng"
Malam"Ah masa~?"
Katalin"Iya"
Katalin"Sudah ganteng, pintar, ngga sombong lagi"
Katalin"Tapi sayang sudah punya pacar"
KAMU SEDANG MEMBACA
Melukis Senja {Revisi}
Ficção AdolescenteMenceritakan seorang gadis cantik bernama Kirasuma Nura Fadillah dan seorang pemuda tampan bernama Senja Wira Atmaja yang telah bersahabat sejak kecil. Tak hanya Senja. Kirasuma juga memiliki banyak teman lainnya. Namun suatu ketika mereka berpen...
