Chapter 18

6.6K 558 27
                                        

LOVING YOU

Happy Reading
.
.

"Ini minumlah." Sakura memberikan sebotol air mineral pada Hinata.

"T-terima kasih, Sakura-chan."

Sakura menghela napas panjang lalu ikut duduk di samping Hinata. Tangannya terulur mengelus belakang Hinata dengan lembut sembari tersenyum.

"Sudahlah Hinata ini bukan salahmu. Aku baik-baik saja, kok." Tangisan Hinata kembali pecah dan Sakura semakin bingung bagaimana membuat Hinata berhenti mengkhawatirkan dirinya.

"Ayolah Hinata berhentilah menangis," pinta Sakura dengan wajah memelas.

"T-tapi aku.. tadi.. tidak berbuat sesuatu untukmu. Aku.. tidak menolongmu padahal aku berada disana. A-aku teman yang buruk Sakura-chan, maafkan aku. Aku tidak bisa melakukan apapun tadi," ucap Hinata sembari menundukkan kepalanya di hadapan Sakura.

"Tidak Hinata, kau sudah melakukan hal yang benar. Sudahlah jangan merasa bersalah seperti itu padaku. Aku jadi merasa tidak enak."

"Maaf." Sakura tersenyum kemudian mengangguk.

"Jangan khawatir Hinata. Aku tidak akan diam saja kalau si Karin itu kembali membully ku. Tamparan itu akan kubalas, lihat saja," ucap Sakura berapi-api. Melihat tingkah Sakura membuat Hinata tertawa kecil namun kembali berwajah murung.

"Andai saja aku bisa seperti Sakura-chan. Aku mana bisa membalas, menatapnya saja aku tidak berani."

Mendengar Hinata berkata seperti itu entah mengapa Sakura teringat dirinya yang dulu. Sakura yang selalu mengadu pada nii-san bila ada yang menganggunya. Namun setelah kehilangan orangtua dan nii-san nya Sakura berusaha berubah menjadi gadis kuat. Ia selalu bertekad untuk tidak menangis lagi dan tidak menunjukkan sisi lemahnya pada orang lain.

"Dulu aku sama sepertimu, tidak bisa berbuat apa-apa selain mengadu pada nii-sanku. Tapi kupikir aku tidak bisa terus menerus menjadi seperti itu. Aku perlahan bangkit menghadapi kenyataan pahit itu--" Sakura menghentikan ucapannya setelah menyadari bahwa ia baru saja membahas kenangan paling menyakitkan dalam hidupnya. Adegan dimana ia duduk menyendiri di depan makam orangtuanya muncul di kepala Sakura. Hinata yang melihat perubahan wajah Sakura pun dibuat bingung.

"A-ada apa Sakura-chan?" tanya Hinata bingung. Sakura tersadar dari lamunannya sontak mengalihkan pandangan pada Hinata.

"Hah? Ti-tidak ada. Hehe maaf ya aku jadi membicarakan hal yang tak masuk akal," jawab Sakura tertawa hambar.

"Dengarkan aku Hinata! Bila sewaktu-waktu Karin kembali berbuat sesuatu yang buruk padamu, jangan ragu bilang padaku. Kau juga tidak boleh terus-terusan tutup mulut seperti ini, katakan semuanya pada kekasihmu itu agar Karin tidak lagi berani membentakmu." Hinata mengerjapkan matanya beberapa kali kemudian mengangguk pelan.

"T-tapi bukankah kau yang sedang dalam incarannya Karin, ya Sakura-chan? Harusnya kau mencari perlindungan karena kurasa mulai saat ini Sakura-chan akan terus berurusan dengannya."

"Ahh tidak usah khawatirkan aku. Bagiku Karin tidak ada apa-apanya," ucap Sakura meremehkan.

"Memang Sakura yang terhebat!" kata Hinata sembari mengangkat kepalan tangannya. Mereka berdua tertawa bersama tanpa sadar keduanya tengah melewatkan pelajaran di kelas masing-masing.

"Oh iya! Sebenarnya kemarin aku ingin memanggilmu ke kafe soalnya ada pertunjukkan konser roseband, tapi Sasuke-kun bilang kau sedang sibuk dengan Shizune-sensei."

Loving You (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang