Puding Untuk Angga.

1.5K 127 1
                                        

Semalam, aku pulang pukul 1 dini hari. Untung saja Mama menjemput ku, kalau tidak mungkin aku akan tidur di sekolahan. Pagi nya aku bangun dari tidur sekitar pukul 8 pagi. Rasa nya tidur ku kali ini benar benar nyanyak. Setelah mandi, aku membongkar koper milik ku.

Baju baju yang ada di dalam koper ku ambil dan akan ku cuci. Setelah mengambil nya, aku pun membawa baju baju ke ketempat cuci-an.

Di rumah memang ada asisten rumah tangga, tapi aku lebih senang mencuci nya sendiri. Terlebih secara manual, rasa nya sangat menghayati. Satu persatu baju ku sikat, tidak semua ada juga yang hanya ku kucek.

Aku heran, ketika menemukan hoodie milik Angga. Ternyata aku lupa untuk mengembalikan nya malam itu. Jadi besok akan ku kembalikan hoodie nya.

Setelah selsai mencuci dan tentu juga mandi, aku berjalan menuju Mama yang sedang membereskan belanjaan nya. "Mama dari Pasar?" Tanya ku sembari membuka pintu kulkas.

"Iya sayang, Mama beli banyak sayuran sama keperluan bahan lain. Kan besok Mama sama Papa ke Jawa, mau menengoki keponakan mu!" Ujar Mama sembari memilah bahan bahan kering dan basah.

Aku duduk di meja bar, "Mama berapa hari sih?" Tanya ku sembari meminum segelas air putih.

"Enggk lama kok, paling seminggu!" Ujar Mama membuka pintu kulkas.

"Yah, Nayang di rumah sendiri!" Keluh ku.

"Kan ada mbok iyem sayang!" Ujar Mama.

"Emh, iya sih!" Kata ku.

"Eh mah kok Mama beli puding nya banyak banget!" Kata ku mengambil sekotak bahanan puding.

"Oh itu Ilham kan suka puding!" Ujar Mama, memang benar sih. Adik ku Ilham suka puding.

Aku teringat perbincangan ku dengan Angga malam itu. Lelaki itu sangat suka dengan makanan, apa aku bawa kan saja dia puding? Entah kenapa aku ingin sekali memberi nya puding yang nanti akan ku buat.

"Nay kok malah ngelamun?" Tanya Mama aku pun menatap Mama.

"Eh nggk pa pa kok Ma, Ma mau nuat puding nya sekarang? Nay bantu ya!" Kata ku kepada Mama.

"Boleh!" Ujar Mama aku pun bangkit dan mulai untuk membuat puding.

***

Pagi ini aku keluar dari taksi, tadi subuh Mama Papa serta Ilham sudah berangkat ke luar kota. Dan alhasil aku dirumah sendiri bersama mbok Iyem. Aku masuk kedalam halaman sekolah. Jam menunjukan pukul 6 lewat 45 menit.

Saat di parkiran, aku melihat Angga dan Yasha yang sedang duduk di atas motor mereka masing masing. Aku pun berjalan kearah mereka.

"Emh, Ngga gue mau balikin Hoodie lo yang waktu itu lo pinjemin ke gue!" Kata ku memberikan paperbag kepada Angga.

Angga tersenyum dan menerima nya, "Makasih ya!" Kata ku lagi, Angga kembali mengangguk.

Saat aku ingin melangkah pergi Angga memanggil ku, "Eh Nay, kotak bekal lo ketinggalan!" Ujar Angga berjalan menghampiri ku.

"Eh, itu Ngga buat lo. Sebagai tanda terimakasih gue buat lo!" Kata ku sembari tersenyum.

Angga sedikit terdiam, ia menatap ku lekat. "Kenapa?" Tanya ku, Angga menegengkan kepala nya.

"Makasih ya!" Ujar nya tersenyum kepada ku, Aku mengangguk.

"Ya udah kalau gitu, gue ke kelas dulu!" Kata ku lalu melangkah meninggalkan Angga.

Entah kenapa, aku sangat ingin memberikan puding itu kepada Angga. Ya walau pun aku membuat nya bersama Mama, tapi sekarang aku jadi tahu bahwa memasak bukan lah perkara yang mudah. Malah sangat susah. Aku jadi salut dengan perempuan-perempuan yang jago masak.

Ayo Nayang, semangat buat belajar Masak.

****

Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi, Aku mengemasi barang barang milik ku. Dari ambang pintu teman ku Wanda berteriak,

"Yang namanya Nayang Kartika di cari sama Angga!" Teriak Wanda.

Anna menatap ku sekilas, "Lo di cari-in Angga Nay!" Ujar Anna sembari menata buku nya.

Aku pun mengendong ransel ku dan berjalan kearah keluar. Di luar kelas, terlihat Angga sedang di kumpuli teman teman perempuan kelas ku.

"Ada apa Ngga?" Tanya ku

"Ini gue mau balikin kotak makanan tadi pagi! Puding nya enak, gue suka!" Ujar Angga tersenyum manis.

Gila jangan senyum manis Ngga.

Ya allah nikmat mana lagi yang kau dusta kan.

Gula kalah kan lo!.

Itu semua gumama teman teman ku, Angga seperti nya tak menghiraukan gitu. "Oh bagus deh kalau lo suka!" Kata ku tersenyum.

"Mau pulang bareng?" Tanya Angga kepada ku.

What gue mau.

Gue juga mau.

Ayolah mampir ke penghulu dulu tapi.

"Ehm nggk usah gue naik taksi aja!" Tolak ku.

Nayang nggk mau Ngga sama gue aja.

Jangan! Sama gue aja.

Gue deh sama gue.

"Gue duluan ya!" Kata ku setelah mengunakan sepatu.

Aku berjalan hingga akhir nya aku sampai di depan halte sekolah. Angga berhenti di depan ku. "Ayo naik!" Perintah nya.

"Eh tapi gue--!" Ujar ku terpotong Angga.

"Udah nggk pa pa!" Kata Angga menyela.

Aku pun duduk di belakang Angga. Untuk pertama kali nya, aku membonceng cowok yang bukan keluarga ku.

●●●

VOTE + COMMENT❤

MAAF KUEN TYPO😊

MAYANG😎
2 OKTOBER 2019
❤❤❤

Me and Mr. XTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang