Cho Yeonsa
Saat Donghae mengingat siapa sesungguhnya wanita itu, dirinya menjadi gelisah sendiri.
Ingatannya mungkin samar. Tapi Donghae tidak akan lupa wanita yang berada dalam kecelakaan yang sama dengan si ibu.
Wanita yang namanya selalu disebut si ibu dalam pertengkaran dengan ayahnya.
Wanita itu yang terbaring koma dan bernasib malang. Para suster bergunjing pelan tentangnya, kehilangan suami dan anak dalam sekali waktu.
"Sudah suaminya mati, anaknya juga mati. Keadaannya juga cukup parah."
"Kudengar itu kecelakaan yang disengaja. Benarkah itu?"
"Jangan sembarangan!"
"Aku mendengar mereka bicara dengan polisi. Sepertinya begitu."
"Aish sebenarnya apa yang terjadi?"
Donghae mempercepat langkahnya. Ingin segera pulang mendengar bisik-bisik mereka. Dia tidak bodoh dengan apa yang mereka bicarakan. Kecelakaan ini juga sempat diliput media. Selain itu dia harus bergegas sebelum ketahuan si ayah.
Namun didepan ada ayahnya berjalan. Donghae buru-buru bersembunyi. Untung Jungsoo tidak melihatnya.
Donghae memperhatikan ayahnya yang berjalan bukan ke tempat ibunya dirawat. Ada seseorang bersamanya. Lelaki seusia kakeknya.
Penasaran Donghae mengikuti mereka hingga mereka sampai di tempat sepi.
Donghae tidak paham apa yang mereka bicarakan. Yang jelas wajah ayahnya semakin kusut dan tertekan.
Lalu Donghae pergi setelah dirasa percuma.
Percakapan antara ayahnya dan pria Kim itu baru disadari Donghae setelah usianya bertambah. Itu adalah alasan Donghae percaya bahwa adik bungsunya masih hidup sampai sekarang.
Pertemuannya dengan Cho Yeonsa seakan sebuah takdir.
Donghae belum bisa memastikan. Tapi harapannya begitu besar. Dia hanya perlu memastikan hal itu.
Tekad itu yang dibawanya menemui si ayah.
Tapi didepan kamar orang tuanya dia terdiam.
"Bunga sialan! Kau memberikan bunga dari toko wanita itu!"
"Kau memulainya lagi Hana-ya."
"Kau yang memulainya! Benar. Bagaimana bisa sikapmu berubah begitu saja. Kau bersikap baik agar aku tidak mencurigaimu, kan! Agar aku terlena oleh kebaikanmu lalu aku tidak curiga padamu! Kau diam-diam bertemu dengan wanita itu! Kau bertemu dengan Cho Yeonsa kekasihmu!!"
"Hana!"
"Jangan meninggikan nadamu padaku Park Jungsoo!"
"Berapa kali kubilang, berhenti curiga. Berhenti berfikiran buruk. Iya, aku bertemu Yeonsa. Iya, aku membeli bunga di tokonya. Tapi kulakukan itu untukmu."
"Kau menyakitiku, Jungsoo. Aku tidak butuh dibahagiakan dengan pertemuanmu dengan wanita itu."
Diam sesaat. Donghae termangu. Masih menunggu.
"Kau tidak akan berubah. Kau tidam akan membuka hatimu untukku."
Suara langkah mendekati pintu. Donghae tersentak untuk segera pergi dari depan kamar orang tuanya.
Langkahnya lebar dan segera menghilang ke atas tangga. Donghae tidak menoleh hingga mengunci dirinya didalam kamar.
Dia merosot didepan pintu. Merasakan penat akan masa mendatang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bond
FanfictionPark Kibum yang tidak tahu Kyuhyun yang terlalu menyayangi sang Ibu Park Jungsoo yang menyimpan rahasia Park Donghae yang selalu melihatnya Dan dua wanita yang tersakiti
