"pagi tuan."
"pagi." Balas gua sambil duduk dikursi kejayaan gua. "apa saja jadwal saya?"
"jam 11 nanti akan ada pertemuan antar devisi diruang meeting untuk membahas kenaikan saham dibulan lalu."
"lalu?"
"jam 1..."
"kosongkan jadwal ku sampai jam 1. Pindahkan saja di jam 2."
"tapi tuan..."
"bertemu istriku lebih penting daripada pekerjaan ini."
"baik tuan akan saya atur kembali."
"oke."
"jam 2 tuan harus mengecek bagian produksi."
"lalu?"
"oh ini ada beberapa berkas meminta persetujuan tuan."
'baik, nanti aku periksa."
"apa lagi?"
"sudah tuan."
"baik, terimakasih sudah bekerja keras." Puji gua.
"terimakasih tuan." Balasnya "kalau begitu saya permisi."
Sekretaris gua keluar dari ruangan dan gua pun kembali bekerja keras untuk membahagiakan Adira.
Jangan kalian pikir sekrearis gua itu perempuan? salah. Sekretaris gua laki-laki.
Sejak dua minggu yang lalu gua kembali ke kantor, gua minta untuk mengganti sekretaris laki-laki. Akhirnya sekretaris gua laki-laki sampai nanti. Cara kerjanya tak kalah bagus dari sekretaris gua yang sebelumnya. Bahkan cara kerjanya lebih cepat dari sekrettaris yang perempuan. gua jadi lebih leluasa untuk berinteraksi dengan sekretaris gua sendiri tanpa ada rasa risih ataupun canggung.
Sebenarnya gua minta Adira agar dia aja yang jadi sekretaris gua tapi dia nolak dengan alasan masih mau ngolah cafe. Dan gua tak memaksanya.
Gua sedang memperhatikan seseorang yang sedang menjelaskan saham yang dittanamkan diperusahaan. Gua hanya diam mendengarkan penjelasannya sambil melihat grafik yang ditampilkan dilayar depan.
"deviden saham preferen bulan ini sebesar Rp 25.000.000. saham tersebut bersifat perpetuity. Tingkat discount yang diinginkan investor sebesar 12%."
"nilai sekarang untuk saham preferen sebesar 206.333.333,33."
Gua diam dan mulai berpikir, sepertinya ada yang salah dengan perhitungan saham. Gua melihat jam yang melingkar ditangan kiri gua. Sudah jam makan siang, pasti Adira sudah nunggu gua.
"Rp 25.000.000 dibagi dengan 12% seharusnya 208.333.333.33" kata gua "tolong perbaiki cara hitung saham preferen."
Gua pergi meninggalkan ruang meeting. wajah mereka terlihat begitu tegang dan takut saat tadi gua bicara.
Gua banyak dengar dari bisik-bisik karyawan kalau katanya wajah gua begitu dingin dan mereka sampai takut kalau mereka membuat kesalahan kecil.
Ah tidak perlu gua pikirkan lebih baik gua segera pergi ke cafe bertemu istri gua, iya Adira, dia kan istri gua.
"saya akan kembali sebelum jam 2." Kata gua sebelum meninggalkan kantor pada sekretaris gua.
"baik tuan."
Gua mengangguk lalu keluar kantor ,menuju mobil yang gua parkir dihalaman kantor. Kalau papah tau gua parkir dihalaman, gua bisa dimarahi papah karena parkir tidak pada tempatnya.
Gua liat parkiran cafe hampir penuh, dan pasti didalam cafe pun ramai. Ini karena jam makan siang, para karyawan lari ke cafe ini untuk mengisi perut dan mengisi tenaga. Cafe Adira memang dibilang straegis karena ditengah-tengah kantor dan dipinggir jalan pula.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kembali Pulang [ENDING]
Roman d'amour[GANTI JUDUL *TAKE YOU HOME*] Sejauh apapun jarak yang kamu buat, kamu akan tetap kembali padaku. Kalaupun kamu tidak tau jalan pulang, aku akan menjemputmu untuk pulang bersamaku! SEKUEL : RASA UNTUK ALEE #7 - Rindu (dari 1.47K cerita) #37 - Fiksi...