Malam harinya, Rose sudah berada di rumah Jimin membawa setumpuk tugasnya serta camilan yang ia beli tadi.
"Permisi!" suara tersebut terdengar dari luar rumah menandakan teman-temannya yang lain sudah datang.
Jimin segera keluar membukakan pintu dan melihat Jungkook, Taehyung, Irene, Lisa, dan Seulgi di sana.
"Silahkan masuk para tamu yang lucknut," ucap Jimin mempersilahkan.
"Cari masalah nih, si Jimin. Masa tamu di kata laknat," cibir Irene.
"Hehe, bercanda. Jangan baper napa," ucap Jimin sambil nyengir.
"Eh Seulgi, kamu ke sini sama siapa?" tanya Jimin membuat teman-temannya yang lain langsung menatapnya heran.
"Naik taksi," jawab Seulgi singkat.
"Kalo gitu, nanti aku yang anterin pulang ya?" tawar Jimin yang tanpa sadar sedari tadi menjadi pusat perhatian oleh teman-temannya.
"Kesambet apa lo? Gaya banget ngomong pake aku kamu segala lagi. Sejak kapan lo jadi gitu?" tanya Taehyung heran.
"Aha! Jangan-jangan lo suka ama Seulgi ya?" tanya Lisa menyelidik membuat beberapa dari mereka melotot terkejut.
"Apaan sih lu pada, jangan ngaco deh. Kuy lah ke kamar gua," ucap Jimin mengalihkan.
Rose hanya bisa tersenyum pahit saat itu. Masalah sakit jika cintanya bertepuk sebelah tangan itu urusan belakangan. Tetapi, dia hanya takut suatu saat nanti tidak bisa lagi dekat dengan Jimin karena Jimin sudah punya orang lain selain dirinya.
Mereka semua akhirnya masuk ke kamar Jimin yang luas itu.
"Beuh, DVD apaan nih, gua puter ya?" izin Lisa sambil menatap Jimin antusias.
"Jangan, lo ke sini mau belajar apa mau nonton sih?" kata jimin sambil merampas DVD yang dipegang Lisa tersebut.
"DVD bokep itu mah," kata Rose cuek.
"Anjirr. Kuy nonton lah," ajak Taehyung dan langsung mendapat satu jitakan dari Irene.
"Dasar mesum," ucap Irene sambil menatap Taehyung tajam.
"Hehe, kagak kok yang, bercanda doang!" ucap Taehyung kemudian mengeluarkan buku-bukunya.
"Hm Jimin, kamu ngerti soal yang ini gak?" tanya Seulgi sambil menunjukkan buku paketnya pada Jimin.
"Oh soal ini, gampang ini mah," kata Jimin sembari menunjukkan cara kerjanya.
Jimin dan Seulgi hanya asyik berdua, sedangkan Jungkook mengajari Lisa, Irene, dan Taehyung. Sementara itu, Rose sendirian tak tahu harus bagaimana. Semua orang nampak serius saat itu. Dengan segala keterpaksaannya, Rose pun akhirnya menghampiri Jimin.
"Jimin, bantu kerjain tugas gua dulu dong," ucap Rose namun diabaikan oleh Jimin.
"Jimin, gua gak paham soalan yang ini," ucap Rose lagi, namun masih di abaikan dan Jimin terlalu serius pada tugas di depannya dan sesekali mengajak Seulgi berbicara.
Rose sudah tidak tahan lagi, kesabarannya sudah habis sekarang,"Jimiiinnn!!" pekik Rose nyaring tepat di kuping Jimin.
"Sialan!! Rusak dah kuping gua. Heh Rose, lu gak bisa tenang dikit apa? Gak lihat gua lagi sibuk juga? Lo harusnya berusaha dikit dong. Jangan lu doang yang mau di mengerti, lu juga harus ngertiin keadaan orang lain," kata Jimin marah. Rose sendiri tak mengerti mengapa Jimin jadi sesensitif itu. Bahkan matanya sudah berkaca-kaca tak menyangka akan di bentak seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Friend [END]
RandomFOLLOW SEBELUM MEMBACA. Bagaimana jika persahabatan yang di bina sejak lama perlahan akan hancur begitu saja hanya karena perasaan sepihak? Namun, siapa yang salah? Tidak ada. Nyatanya perasaan itu tumbuh begitu saja tanpa tahu kepada siapa ia singg...
![Just Friend [END]](https://img.wattpad.com/cover/164308822-64-k988851.jpg)