Pagi ini, sebelum ke sekolah Rose kembali melancarkan misinya untuk mengintip siapa sebenarnya yang sering mengantar bunga. Walaupun kecil kemungkinan orang itu akan kembali setelah hampir tertangkap kemarin. Namun, Rose rasa tidak ada salahnya mencoba menunggu.
Beberapa menit kemudian, orang itu datang. Rose dengan cepat membuka pintu. Anehnya kali ini, orang itu tidak lari. Rose menatapnya bingung beberapa saat sebelum orang itu memutuskan untuk membuka maskernya hingga menampakkan wajah yang Rose tidak kenali.
"Lo siapa?" tanya Rose.
"Nama gua Jaehyun," ucapnya.
"Oke bentar. Sebenarnya maksud lo apa? Lo kenal gua? Sejak kapan? Kenapa lo sering bawa bunga? Lo sekolah dimana?" pertanyaan itu terlontar bertubi-tubi dari mulut Rose dan Jaehyun hanya terkekeh kecil.
"Sebelumnya gua minta maaf karena mungkin udah buat lo takut. Gua cuma disuruh kok. Mungkin sekarang lo harus tau yang sebenarnya karena itu bunga terakhir yang gua anterin buat lo," ucap Jaehyun sambil memberi sebuket lagi bunga mawar putih.
"T-tapi, lo disuruh sama siapa?" tanya Rose bingung.
"Gua gak perlu nyebut namanya, tapi lo sendiri udah tau pasti orangnya. Dia orang yang merasa bersalah sama lo."
Rose terdiam mendengar penjelasan Jaehyun barusan. Ia kini mengerti siapa yang Jaehyun maksud. Hanya saja, untuk apa semua ini? Tidak ada gunanya.
"Tapi lo jangan terlena. Lo tau, dia egois," sambung Jaehyun kemudian pergi begitu saja.
•••
Sekarang ini para siswa-siswi tengah sibuk, tidak ada kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Rose merasa jengah. Ia berpikir sekolah macam apa yang lebih mementingkan acara yang tidak begitu membawa keuntungan ketimbang belajar. Meski ia juga tidak serajin itu, tetapi jam kosong ini membuat waktunya banyak terbuang sia-sia.
"Mending gua ke kantin," ucap Rose sambil berjalan ke kantin.
Bahkan kantin hari ini memliki atmosfer berbeda dari hari-hari sebelumnya. Jika jam kosong di hari-hari biasa kantin akan terisi penuh, maka hari ini kantin tampak sepi. Jumlah siswa yang ada di sana bahkan bisa dihitung dengan jari, ia salah satunya.
Rose kemudian memutuskan untuk memesan jus jeruk sekedar melepas dahaga. Ketika jus jeruknya selesai di buat dan ia akan duduk, tiba-tiba saja ia menubruk orang di belakangnya hingga jus jeruknya tumpah mengenai seragam olahraga yang dikenakannya.
"Aiss, lo ini gimana sih. Gak bisa munduran dikit apa?" bentak Rose tanpa melihat orang yang dia tubruk.
"Sorry," ucap orang tersebut sambil memberikan beberapa helai tisu pada Rose.
Sedetik kemudian, Rose mengangkat pandangan melihat Jimin dengan tisu yang ia berikan padanya. Rose sempat menghela nafas pendek sebelum merampas tisu yang diberikan oleh Jimin untuk membersihkan seragamnya.
"Gua pengen ngomong sesuatu," ucap Jimin.
"Kalo lo mau ngomong tentang bunga mawar itu, gua udah tau kok," jawab Rose cuek.
"Bagus deh. Gimana kalo kita duduk dulu?" tawar Jimin.
"Gua sibuk!" Rose bersikukuh enggan menuruti kemauan Jimin.
"Oke, kalo gitu gua langsung aja. Apa lo gak mau minta maaf sama Seulgi?" tanya Jimin.
Mendengar pertanyaan Jimin, Rose mengangkat pandangannya. Ia membidik tajam tatapan Jimin sembari dahinya berkerut. Rose lalu tersenyum miring sambil berdecih pelan. Kini, ia paham maksud Jaehyun tadi.
"Lo pikir gua apa? Inget perkataan gua ya, gua gak akan pernah minta maaf atas kesalahan yang gak pernah gua lakuin!" tampik Rose mendekatkan wajahnya ke Jimin masih dengan tatapan tajamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Friend [END]
RandomFOLLOW SEBELUM MEMBACA. Bagaimana jika persahabatan yang di bina sejak lama perlahan akan hancur begitu saja hanya karena perasaan sepihak? Namun, siapa yang salah? Tidak ada. Nyatanya perasaan itu tumbuh begitu saja tanpa tahu kepada siapa ia singg...
![Just Friend [END]](https://img.wattpad.com/cover/164308822-64-k988851.jpg)