30. He's Change

1.9K 220 20
                                        

Melihat Irene yang sedih gara-gara kehilangan kabar Taehyung membuat Rose ikut sedih juga. Tidak main-main, hubungan mereka sudah mau masuk 3 tahun. Tidak lucu kalau putus gara-gara orang ketiga.

"Kalo saran gua nih ya, lo datengin aja rumahnya dan bicara baik-baik sama dia," saran Jungkook.

"Gua gak berani. Bundanya gak suka sama gua," lirih Irene.

"Irene, sebenernya .... "

Peking!

Ucapan Rose terpotong saat satu notif Whatsapp masuk di ponselnya. Ia pun melupakan ucapannya tadi dan fokus pada ponselnya.

Wong Yukhei
Woi mana lo? Pak Siwon masuk kelas!

"Kenapa?" tanya Irene.

"Aduh! Lanjutinnya entar aja deh. Jungkook, ayo cepetan ke kelas, pak Siwon udah masuk!" panik Rose dan segera menarik tangan Jungkook lalu berlari kencang menuju kelasnya.

Sekarang, Jungkook dan Rose membuka pintu kelas dengan pelan, dan benar saja. Seorang pria dewasa berpakaian formal sudah berdiri di depan papan tulis.

"Permisi, pak!"

"Oh, kalian berdua di kelas ini?" tanya pak Siwon yang tampaknya peka.

"Iya pak. Maaf, kami agak telat," ucap Jungkook sopan.

"Tidak apa. Silahkan masuk dan duduk di tempat kalian," balas pak Siwon sambil tersenyum ramah.

"Terima kasih, pak." Jungkook dan Rose bersamaan sambil membungkukkan badan.

"Jadi, hari ini adalah pertemuan pertama saya dengan kalian. Untuk satu tahun ke depan, saya akan menjadi wali kelas kalian," tutur pak Siwon membuat siswa-siswi di dalam sana bersorak gembira.

"Baik, saya hanya akan menyampaikan satu hal mengenai kepengurusan kelas. Silahkan setor nama bagi kalian yang ingin mengajukan diri sebagai ketua kelas. Namun, jika ingin menjadi ketua kelas kalian harus punya rasa tanggung jawab tinggi dan disiplin diri," jelas pak Siwon serius, "silahkan pikirkan matang-matang. Besok kita voting, dan kandidat dengan suara terbanyak akan menjadi ketua kelas."

"Pak, saya! Saya mau jadi ketua kelas!!" teriak Lucas mengacungkan tangannya tinggi-tinggi.

"Kalo gitu, saya yang jadi wakilnya pak!" sahut Jackson yang duduk di sebelah Lucas.

"Boleh, asalkan kalian bisa bertanggung jawab."

"Siap pak! Nanti kami setor nama," ucap Lucas semangat.

Semua orang di kelas itu melongo, tak habis pikir membayangkan bagaimana jika Lucas menjadi ketua kelas dan Jackson wakilnya. Sudahlah, mungkin satu kelas akan menjadi pelawak dadakan karena tertular virus lawak dari kedua orang yang dianggap setengah waras itu.

"Jungkook, lo gak mau ajuin diri?" tanya Rose sambil menyenggol lengan Jungkook.

"Gak deh, gua gak tertarik," ucap Jungkook.

"Kok gitu, padahal lo oke kok. Ajak Doyoung juga, lo ketua dan dia wakil. Dia kan lumayan juga," imbuh Rose sambil melirik Doyoung di sebelahnya.

"Mungkin penyampaian saya hari ini hanya itu. Saya akan tunggu kalian menghadap untuk menyetor nama. Sekian," final pak Siwon lalu keluar dari kelas.

Sekarang udah waktunya pulang. Para siswa berhamburan keluar sekolah untuk melepas kepenatan mereka dan bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.

"Rose, lo pulang bareng Jimin?" tanya Jungkook yang tiba-tiba muncul di samping Rose.

"Eh, iya nih. Lo sendiri aja, gak sama Heejin?" tanya Rose kembali.

Just Friend [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang