Hari yang ditunggu-tunggu kini tiba, mereka yang siap untuk pergi liburan sudah berkumpul di rumah Rose dengan barang-barang bawaan mereka masing-masing.
Tetapi ada sedikit yang mengganggu Lisa dan Rose yaitu kehadiran Seulgi. Mereka memang teman tetapi Seulgi itu bukan bagian dari geng mereka. Tapi apa? Mereka hanya bisa pasrah, dan pasti Jimin yang menjadi pelaku utamanya.
"Tunggu apa lagi? Ayo berangkat!" ujar Yoongi membuat teman-teman mereka yang lain mengangguk.
"Eits bentar, tahan dulu," celetuk Taehyung menghentikan pergerakan mereka.
"Apaan?"
"Kita harus doa dulu lah, biar di jalan gak celaka," ucap Taehyung.
"Yaelah, gua kira apa," ucap Jimin.
"Ehem, baiklah kawan-kawan. Semoga perjalanan kita nanti lancar tanpa halangan, dan semoga kita semua bisa sampai ditempat tujuan dengan selamat. Berdoa sesuai kepercayaan masing-masing!" ucap Taehyung yang memimpin doa.
Ada tiga mobil disana, yaitu mobil Jimin, Jungkook, dan Yoongi. Rose, Lisa, dan Seulgi naik mobil Jimin. Taehyung dan Irene naik mobil Jungkook. Selebihnya Jennie di mobil Yoongi bersama barang-barang bawaan mereka.
Mereka akhirnya berangkat dengan penuh semangat. Mereka menikmati perjalanan selama beberapa jam sebelum akhirnya sampai ke tempat tujuan.
Sebuah Villa megah yang dibangun ditempat sunyi. Pas sekali, suasana di tempat ini sangat damai dan sejuk. Baik untuk menyegarkan otak mereka.
"Wah, Villanya luas banget," kata Lisa kagum melihat isi Villa megah tersebut.
"Baik banget mama lo, Irene," timpal Rose membuat Irene terkekeh pelan.
"Kita duduk dulu woi. Kita harus musyawarah," celetuk Jimin yang kini sudah duduk di sofa.
"Musyawarah apa?" tanya Rose sambil mengerutkan dahinya.
"Pembagian kamar."
Mereka semua akhirnya duduk di sofa yang di susun berbentuk lingkaran tersebut.
"Villa ini ada lima kamar, kalian pilih aja mau tidur dimana," ucap Irene.
"Kita sembilan orang, jadi satu orang harus tidur sendirian. Siapa yang mau tidur sendiri?" tanya Jungkook.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Jungkook. Mereka bahkan saling melempar pandang satu sama lain.
"Gak ada?"
"Gua mau sekamar sama Jimin aja lah," titah Taehyung.
"Gua sama siapa aja, terserah." ucap Yoongi acuh tak acuh.
"Ya sama gua lah, masa sama cewek," Jungkook membalas perkataan Yoongi.
"Iya, terserah."
"Gua sekamar sama Rose," Lisa kini membuka suara.
"Gua sama Jennie kalo gitu," lanjut Irene.
Sekarang tersisa Seulgi. Benar, rupanya tak ada yang ingin sekamar dengannya. Sebenarnya dirinya ingin sekamar dengan seseorang juga, ia muak sendirian tapi apa boleh buat.
"Gapapa, aku sendiri aja," sahut Seulgi setelah ditatap oleh yang lainnya.
"Yakin gapapa?" tanya Jimin memastikan dan diangguki dengan mantap oleh Seulgi.
"Gua sama Lisa pilih kamar yang di tengah itu," Rose menunjuk salah satu kamar.
"Enggak, gua sama Taehyung yang bakal tidur disana," sahut Jimin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Friend [END]
De TodoFOLLOW SEBELUM MEMBACA. Bagaimana jika persahabatan yang di bina sejak lama perlahan akan hancur begitu saja hanya karena perasaan sepihak? Namun, siapa yang salah? Tidak ada. Nyatanya perasaan itu tumbuh begitu saja tanpa tahu kepada siapa ia singg...
![Just Friend [END]](https://img.wattpad.com/cover/164308822-64-k988851.jpg)