Happy Reading🎈
•
•
•
Jam istirahat sudah hampir berakhir. Tetapi Rose dan teman-temannya masih belum berpindah dari posisi mereka. Di meja kantin, mereka asik bercengkrama sambil memakan cemilan yang mereka beli.
Terkecuali Rose, gadis itu tampak mengetuk meja dengan jari jemarinya sambil menatap jam tangannya. Detik berikutnya ia memutuskan untuk bangkit dari duduknya.
"Weh para manusia, gua duluan ya. Soalnya ini udah mau masuk, sekalian gua juga mau mampir ke kelasnya Jimin nyariin dia. Sepi hidup gua tanpa dia tuh." ucap Rose sambil terkekeh membuat Jungkook tampak heran sedangkan temannya yang lain biasa saja. Mereka sudah kenal bagaimana Jimin dan Rose.
"Dih, ceritanya lo kangen gitu ama dia?" tanya Taehyung sambil menaikkan satu alisnya.
"Ya nggak gitu juga sih, yaudah gua duluan ya bye." ucap Rose melambai pada temannya lalu berjalan keluar kantin menuju kelas Jimin.
Tidak ya, Rose sama sekali tidak kangen sama seorang Park Jimin. Ayolah, Jimin itu bukan tipenya. Dia hanya penasaran, Jimin yang di kenal dengan julukan raja kantin itu tidak ikut berkumpul dengan mereka tadi.
Jimin?
Jungkook bergumam dalam hati penasaran dengan sosok yang mereka bicarakan bahkan di kait-kaitkan dengan Rose.
"Napa lu Jungkook, jangan ngayal entar kesambet, tau rasa lo." tegur Yoongi saat melihat Jungkook berkhayal.
"Hehe iya. Hm, btw Jimin itu siapa sih? Dia siapanya Rose?" tanya Jungkook hati-hati.
"Dia suaminya Rose" ucap Taehyung santai sambil menunggu reaksi Jungkook. Karena menurut pengamatannya, Jungkook sebenarnya menyukai Rose. Dan ia yakin itu, terlihat dari gerak-gerik Jungkook yang selalu memerhatikan Rose.
"Hah?" mata Jungkook membulat mendengar perkataan Taehyung. Apa itu seperti cerita fiksi yang selalu ia baca, dimana anak SMA menikah muda.
Plak!
"Heh Tae ayam, apaan sih lo bilang kek gitu. Sembarangan amat, dasar alien." bentak Lisa sambil menjitak kepala Taehyung. "Lagian mustahil Rose sama Jimin kawin, anaknya mau jadi apa nanti? Huh, ngebayanginnya aja gua udah ngeri." sambung Lisa.
"Ck, serius amat lo. Gua cuma bercanda elah." ucap Taehyung sambil mengelus kepalanya yang terasa sakit. "Jimin tuh sahabatnya Rose dari orok dan gak bakal bisa di pisahin bagai ketek dan deodorand." kini Taehyung menatap Jungkook serius.
"Oh gitu ya." ucap Jungkook sambil mengangguk paham.
***
Rose sudah berdiri di depan pintu kelas Jimin melihat seseorang yang sedari tadi ia tunggu tengah tertidur dengan posisi duduk di sana.
Memang benar kata Taehyung tadi, di dalam kelasnya pun hanya ada Jimin dan satu cewek yang tengah membaca buku di belakang bangku Jimin.
"Permisi, gua boleh masuk?" izin Rose pada cewek yang sedang membaca buku itu.
"Iya." ucap cewek tersebut singkat kemudian melanjutkan lagi acara baca bukunya itu.
Tanpa basa-basi lagi, Rose lansung menghampiri Jimin yang tertidur pulas dimejanya dengan air liur yang sudah berceceran membuat Rose bergidik jijik. Sahabatnya itu memang tidak pernah berubah dari dulu.
Plakk!
Tanpa rasa bersalah, Rose memukul belakang kepala Jimin membuat Jimin langsung terbangun dengan mata yang masih setengah terbuka sambil me-lap sekitar bibirnya.
"Bangun lo, kebo!" bentak Rose lalu menjambak rambut Jimin dengan kasar. Alhasil Jimin pun langsung kaget dan tersadar sepenuhnya.
"Akh sakit Roje, lepasin. Iya gua bangun ini." ucap Jimin berusaha melepas tangan Rose dari rambutnya. "Lagian ngapain sih lo bangunin orang seksi lagi tidur. Kurang kerjaan banget. Astaghfirullah." protes Jimin sambil memegang kepalanya yang terasa keduten.
"Seksi dari laut mati, iler lu tuh bersihin dulu. Sok sokan istigfar lagi, padahal huruf hijaiyah kagak lu hapal. Ck ck ck." decak Rose sambil menggelengkan kepalanya.
"Eh sembarangan lo, orang gua udah khatam 3 kali." ucap Jimin tak terima. "Fitnah aja lo, gua cium baru tau rasa."
"Jijik gua dicium ama orang ileran kek lo, cium noh sempak fir'aun."
"Ngapain sih lo nyari gua? Ada apa emang?" tanya Jimin yang tampaknya sudah lelah berdebat.
"Ntar pulang sekolah temenin gua ke gramed dong ya." ucap rose sambil melakukan aegyo yang membuat Jimin berekspresi jijik.
"Iya iya, tapi lu jangan aegyo deh. Mual gua nih." ucap Jimin dan di beri satu pukulan telak di lengannya.
Saking asyiknya, mereka berdua tidak menyadari jika dari tadi ada orang ketiga yang sedang menyimak kelakuan mereka. Siapa lagi kalo bukan cewek yang lagi sedang buku tadi. Namanya Kang Seulgi.
"Jimin, ini buku kamu. Aku udah baca, btw ceritanya bagus banget, aku suka." ucap seulgi menengahi.
"Oh lo suka? Baguslah, entar kalo ada yang lain gua bakal pinjemin ke lo lagi kok." kata Jimin ramah.
"Wah, asik dong hehe. makasih yah."
"iya, sama-sama."
Rose hanya memandangi interaksi mereka dengan raut wajah datar seperti biasanya. Namun ada sesuatu yang mengganjal di hatinya saat melihat Jimin tersenyum seperti tadi, entah apa itu.
"Yaudah, gua ke kelas dulu Jim." pamit Rose.
"Tiati neng, ntar di dorong ama setan hahahaha." teriak Jimin ke Rose sambil tertawa tanpa dosa.
"Cih apanya yang lucu, garing banget sih." celetuk Rose sambil jalan menuju kelasnya.
Rose berjalan menyusuri koridor dan tanpa sengaja mendengar para siswi bergunjing. Tanpa sengaja ya, dia tidak menguping.
"Eh, btw si Jeka gans bat, meleleh gua"
"Anak konglomerat katanya"
"Gans, cool, pinter duh idaman gua si Jeka."
"Jeka siapa sih?" tanya Rose dalam hati.
Saat sampai di kelas, Rose langsung menghampiri Lisa yang ternyata sudah sampai duluan di kelas.
"Lis, gua mau nanya sesuatu dong." ucap Rose serius.
"Nanya aja kalee, gausah izin." kata Lisa.
"Ehm si Jeka itu siapa sih?" tanya Rose penasaran dan tidak sadar kalau Jungkook alias Jeka mendengar hal tersebut lalu menoleh ke arah Rose.
"Lo ngomongin gua?" tanya Jungkook penasaran.
"Haha, pede banget lo." balas Rose sambil tertawa.
"Jeka itu gua." ucap Jungkook.
"Dih, ngaku ngaku." kata Rose tidak percaya.
"Iya kembang, dia itu si Jeka yang selalu di omongin ama anak-anak." kata Lisa datar.
Dan suasana sekarang sudah awkward, Rose sudah merasa malu sedangkan Jungkook terkekeh melihat tingkah Rose yang malu-malu.
"oh hahaha, iye gua tau kok tadi gua cuma canda doang." kata Rose sambil tertawa hambar.
"Hm Rose, minta ID Line kamu boleh?" tanya Jungkook hati-hati.
"Iya boleh kok. Nih." ucapnya sambil menyodorkan ponselnya pada Jungkook.
"Lah lah, ID Line gua gak lo minta Jung??" protes Lisa.
"Tenang. Sini, entar gua save yah." final Jungkook.
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote dan komen.
Terima kasih sudah menyempatkan untuk baca😘
To be continued..
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Friend [END]
RandomFOLLOW SEBELUM MEMBACA. Bagaimana jika persahabatan yang di bina sejak lama perlahan akan hancur begitu saja hanya karena perasaan sepihak? Namun, siapa yang salah? Tidak ada. Nyatanya perasaan itu tumbuh begitu saja tanpa tahu kepada siapa ia singg...
![Just Friend [END]](https://img.wattpad.com/cover/164308822-64-k988851.jpg)