Happy Reading🎈
•
•
•
Kriiinngg
Lonceng tanda pulang sudah berbunyi, semua siswa siswi berhamburan keluar dari lingkungan sekolah. Rose juga sudah dari tadi di dekat gerbang menunggu Jimin bersama Irene yang juga menunggu Taehyung.
"Ren lu ama Tae udah official belum sih?" tanya Rose penasaran pasalnya Irene ini sudah lama sekali deket dengan Taehyung tapi sampai sekarang belum ada kepastian apapun dari kedua belah pihak.
"Belum sih, tapi bentar lagi pasti bebeb Tae nembak gua kok." ucap Irene yakin sambil membayangkan Taehyung sedang mengutarakan perasaannya.
"Alay bat lu, pake bebeb bebeb segala. Official aja belum. Tahan juga lo sama si alien itu." kata Rose.
"Yeuh biarin, gitu-gitu juga dia gans woi. Daripada elu, gitu-gitu aja gak pernah deket ama cowok. Mendingan lu gebet ae si Junedi." celetuk Irene sambil menunjuk salah satu cowok bernama June tapi namanya di pelesetkan menjadi Junedi. Mamanya menangis membaca ini.
"Amit-amit dah." ucap Rose seperti jijik. "Ck, Jimin mana sih daritadi juga gua tungguin, entar kalo gramednya tutup gimana." kesal Rose sambil sesekali menghentakkan kakinya.
"Bentar lagi juga dateng kok tenang aja. Kalo gitu gua duluan yah, si Tae udah ada tuh." kata Irene sambil lari ke arah motor maticnya Taehyung yang sudah menunggunya.
"Iye, tiati entar khilaf lo." teriak Rose yang hanya di balas lambaian tangan Irene.
Tidak lama kemudian, mobil sport berwarna silver berhenti tepat di depannya membuatnya heran dan agak takjub.
"beuh mobil sape nih, keren bat astogeh. Gua nabung dari bayi sampe sekarang pun belum bisa beli mobil kek ginian." Rose bergumam kagum dalam hati.
Kaca mobil tersebut terbuka dan memperlihatkan wajah seorang cowok yang tengah diperbincangkan seantero sekolah saat ini.
"Rose, lo sendirian? Bareng gua aja gimana? Gua anter." tawar Jungkook.
"Wah rejeki anak soleh nih, di tawarin naek mobil mewah tapi Jimin?" gumam Rose lagi.
Jika ia pulang bersama Jungkook, berarti ia harus meninggalkan Jimin dan batal pergi ke Gramedia. Nanti jika Jimin tahu ia pulang bersama Jungkook, ia juga akan mengadu yang tidak-tidak pada mama Rose.
"Eh. Gak usah deh, entar ngerepotin." Tolak Rose tak enak.
"Gapapa kok, santai aja. Lo gak ngerepotin, kan gua yang nawarin." ucap Jungkook lagi.
"Duh, gak usah hehe. gua ama Jimin aja, soalnya gua juga ada janji sama itu anak. Nah tuh dia, gua duluan yah." ucap Rose sambil berjalan ke arah Jimin yang dari tadi memperhatikan mereka berdua.
Jimin hanya menatap Jungkook dengan bingung. Ia bertanya-tanya, siapa lelaki itu? Sepertinya, ia baru melihatnya. Ah, sudahlah ia tidak peduli.
Jungkook dengan perasaan kecewa melajukan mobilnya pulang, baru saja ingin pdkt eh, yang di kode malah tidak peka. Sungguh malang nasibnya orang gans.
Flashback
"Duh gimana nih, gua lupa kalo ada janji ama Rose pulang ini. Pasti dia udah capek nunggu" ucap Jimin sambil berlari keluar dari perpustakaan.
Jadi sebenarnya Jimin ini salah satu siswa yang teladan juga, meskipun perilakunya agak sedikit aneh yang penting dia tidak goblok-goblok amat.
Dia mengerjakan tugasnya di perpustakaan. Karena tempat itu sangat nyaman dan bisa meningkatkan daya konsentrasinya serta beberapa buku bisa ia jadikan referensi. Itulah mengapa ia nyaman mengerjakan tugas maupun sekedar belajar di sana.
Jimin langsung bergegas menuju ke gerbang. Di sana ia melihat Rose tengah berbincang dengan seorang cowok yang memakai mobil.
Tidak lama kemudian, Rose berjalan cepat menuju arahnya.
Flashback off
Rose menarik lengan Jimin lalu menyeret cowok itu dengan terburu-buru hingga mereka berdua benar-benar sudah keluar dari lingkungan sekolah. Mereka berjalan menuju halte bus yang tak jauh sekolah.
"Eh, selow dong mbak. Kayak di kejar setan aja." protes Jimin.
"Siapa suruh lama, kalo Gramed udah tutup gimana hah?" pelotot Rose.
Tak lama kemudian, bus sudah tiba. Mereka berdua langsung naik dan berhenti di halte terdekat dari Gramedia.
Sesampainya di Gramedia, mereka berdua menelusuri rak-rak buku dengan serius dan berbincang kecil sesekali. Mereka tidak bisa heboh seperti biasa karena ini adalah tempat anti kebisingan.
"Lo tumben banget pengen ke Gramed. Biasanya gua ajak, lo ogah-ogahan." ucap Jimin.
"Pengen beli novel aja. Soalnya gua boring di rumah dan kayaknya gua bisa coba baca novel romance."
"Mending belajar."
"Lo aja, gua gak suka belajar soalnya." jawab Rose dengan santainya.
***
Setelah keluar dari Gramedia dan menenteng sebuah plastik berisikan buku yang mereka beli tadi, mereka sengaja mempir ke salah satu kafe di dekat situ pasalnya sudah lama mereka tidak ke kafe semenjak warung batagor di komplek mereka buka. Ya, mereka lebih sering makan batagor di warung tersebut. Selain tempatnya dekat, harganya juga tidak menguras kantong.
"Eh Roje, tadi gua lihat lu ngobrol sama orang. Siapa sih?" tanya Jimin penasaran.
"Yang mana? Seharian tadi gua ngobrol sama Irene, Taehyung, Lisa, Yoongi, Jennie, Jisoo, Wendy dan banyak lagi dah." kata Rose sambil nyeruput kopi yang ia pesan.
"Itu loh cowok yang di deket gerbang tadi pas mau pulang, gua lihat ada mobil mewah. Siapa sih tuh, perasaan baru tadi gua lihat mobil gitu di sekolah." jelas Jimin.
"Oh itu. Lo gak usah tau deh, gak penting juga." jawab Rose cuek.
"lu tega amat ama sahabat sendiri, kasih tau gua siapa sih. Penasaran banget gua. Apa jangan-jangan itu om-om pedo ya?" tanya Jimin menyelidik.
"Bangke lo!" bentak Rose tak terima.
"Ya makanya kasih tau lah." ucap Jimin sambil menaik-turunkan kedua alisnya sambil tersenyum aneh ke arah Rose.
Rose kemudian mendengus kasar. "Namanya Jeon Jungkook, siswa baru di kelas gua." jelas Rose singkat dan membuat Jimin hanya mengangguk-angguk paham. Ia tidak terlalu peduli dengan hal-hal semacam itu.
"Eh gua juga mau nanya dong. Cewek yang tadi di kelas lo siapa sih? Kok gua gak pernah lihat tuh cewek" lanjut Rose bertanya kembali.
"Lah beneran lo gak tau dia?" tanya Jimin memastikan dan Rose mengangguk mantap.
"Itu temen sekelas gua, namanya Kang Seulgi. Btw dia itu saingan gua di kelas, dia pinter. sayangnya dia gak pandai bersosialisasi sama orang banyak makanya dia jarang keluar dari kelas. Dia tertutup banget sama orang lain. Ck ck ck padahal ntu cewek cantik kalo di perhatiin." kata Jimin tersenyum sambil menangkup dagunya pada kedua telapak tangannya.
Rose langsung menatap Jimin sinis setelah mendengar perkataan Jimin barusan. Perasaannya seperti aneh, bukannya dia cemburu ya tetapi Jimin itu jarang memuji seseorang. Dia saja tidak pernah di puji oleh Jimin.
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote dan komen.
Terima kasih sudah menyempatkan untuk baca😘
To be continued...
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Friend [END]
CasualeFOLLOW SEBELUM MEMBACA. Bagaimana jika persahabatan yang di bina sejak lama perlahan akan hancur begitu saja hanya karena perasaan sepihak? Namun, siapa yang salah? Tidak ada. Nyatanya perasaan itu tumbuh begitu saja tanpa tahu kepada siapa ia singg...
![Just Friend [END]](https://img.wattpad.com/cover/164308822-64-k988851.jpg)