Sekarang Seulgi dan Jimin di sini, di teras Villa berdua bercengkrama diselingi
canda tawa. Jujur saja, Seulgi merasa sangat nyaman sekali berada di dekat Jimin.
"Aku lihat kamu sama Rose deket banget. Katanya kalian juga udah deket dari kecil. Itu beneran ya?" tanya Seulgi.
Jimin mengangguk kecil, "Dari dulu, rumah orang tua gua sama rumah orang tuanya emang deketan. Bahkan katanya mama gua sama mamanya kalo ngidam samaan terus."
"Hahaha, bisa gitu ya," Seulgi tertawa hambar.
"Makanya gak heran kalo gua sama Rose gitu."
"Ehm maaf sebelumnya. Tapi kalo misalkan kamu udah punya pacar apa Rose tetep jadi prioritas kamu?" tanya Seulgi mulai serius.
"Tergantung sih, gak mungkin dong selamanya dia nempel terus sama gua. Gua punya kehidupan sendiri, dia pun kek gitu," jelas Jimin.
Mendengar itu, Seulgi hanya mengangguk-angguk paham.
Setelah itu, Jimin masuk ke dalam meninggalkan Seulgi yang katanya lebih nyaman di luar. Sesampainya di ruang tengah, ia melihat Rose, Lisa, dan Jungkook sedang menonton drama.
"Kasian banget, Dr. Ji," ucap Lisa dengan mata beekaca-kaca.
"Hooh, si pelakornya gak ada akhlak!" timpal Rose yang kesal menonton.
"Lah, bukannya drama itu udah tamat ya!" celetuk Jimin.
"Emang baru tamat, tapi gua sama yang lain belum nonton. Lo udah nonton?" tanya Rose.
"Ogah gua nonton kayak gituan. Unfaedah!" balas Jimin kemudian berlalu begitu saja.
"Tontonan lo lebih unfaedah, dasar b*kepers!" teriak Rose namun tak di hiraukan oleh Jimin.
a few minutes later....
"Anjir, kesel banget gua. Udahlah, Dr. Ji mending bunuh aja suami sama pelakornya, gak ada akhlak mereka. Semoga kena azab kalian berdua terutama si suami yang udah menyia-nyiakan Dr. Ji Sun Woo. Sialan!"
"Heh Jimin! Diem lo bangsat, katanya lo tadi ogah nonton ginian. Kenapa malah baperan sih?" kesal Lisa menatap Jimin disampingnya yang serius menonton drama The World Of The Married.
"Makanya, lain kali kalo mau ngomong dipikir dulu lah. Nah, sekarang lo suka 'kan?" sahut Jungkook.
"Bodoh amhat lha yaeuh," ucap Jimin lenjeh.
"Dih bencong," balas Rose.
"Bodo!"
"Eh, yang lain pada kemana sih? Sepi amat elah," sahut Jungkook lagi untuk mencegah si duo curut di sebelahnya adu mulut.
"Mungkin lagi bokep," jawab Lisa seadanya.
"Heh, mulut lo! Sembarangan amat, ngatain temen sendiri lagi bokep," tegur Jimin.
"Bobo cakep maksud gua tong!"
"Maklumin Lis, otak dia emang dipenuhi hal-hal gak baik," kata Rose tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.
"Jangan Fitnah ya lo!"
"Gak ih, kenyataan kok."
"Wah, nyolot lo bocah."
"Bocah ngatain bocah."
"Jimin gak like ish, Rose ja'ad."
"Jijik bangsat!"
Sementara Lisa dan Jungkook hanya geleng-geleng kepala melihat perdebatan keduanya yang masih berlanjut entah sampai kapan.
Pukul 20.19
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Friend [END]
SonstigesFOLLOW SEBELUM MEMBACA. Bagaimana jika persahabatan yang di bina sejak lama perlahan akan hancur begitu saja hanya karena perasaan sepihak? Namun, siapa yang salah? Tidak ada. Nyatanya perasaan itu tumbuh begitu saja tanpa tahu kepada siapa ia singg...
![Just Friend [END]](https://img.wattpad.com/cover/164308822-64-k988851.jpg)