"Uhuk! Uhuk!"
Rose terbatuk mengeluarkan air dari mulutnya. Ia perlahan membuka mata melihat teman-temannya sudah mengerumuninya.
Dengan sigap, Jimin segera menggendong Rose, membawa gadis itu kembali ke Villa. Saat di Villa, Lisa membantu Rose mengganti bajunya yang basah. Gadis itu tampak sangat kedinginan dan sangat pucat.
"Lo gapapa?" tanya Taehyung melihat Rose yang kini di balut dengan berlapis-lapis selimut tebal.
"Hiks, Hiks," Rose refleks menangis saat mengingat kejadian yang menimpanya tadi, "Gua takut," lirihnya pelan lalu Lisa langsung memeluknya untuk menenangkannya.
Flashback on
Saat sedang asik memotret temannya, Jungkook menurunkan kameranya perlahan merasa ada yang janggal. Ia mengerutkan dahinya tampak berpikir sejenak.
"Kenapa lo?" tanya Jimin heran melihat tingkah Jungkook
Jungkook tidak menghiraukan pertanyaan Jimin, matanya memicing melihat satu per satu temannya.
"Rose mana!?" bentaknya membuat ia menjadi pusat perhatian sekarang.
Mereka semua mengedarkan pandangan, mencari-cari sosok yang Jungkook katakan barusan. Tak kunjung menemukan Rose, akhirnya mereka memutuskan untuk berpencar.
"Rose! Rose! Rose! Rose!" teriak mereka semua.
"Rose di sana astaga! dia tenggelam! Cepet selamatin dia!" teriak Irene melihat Rose yang sepertinya berusaha untuk naik sebelum akhirnya ia tenggelam.
Jungkook tanpa basa-basi langsung turun ke air menyelamatkan Rose. Mengabaikan rasa dingin yang bahkan bisa membuatnya membeku juga.
Beberapa saat, Jungkook sudah membawa Rose naik ke daratan. Ia kemudian membaringkan tubuh Rose yang sudah tidak sadarkan diri. Lalu Jungkook melakukan Resusitasi jantung untuk mengembalikan detak normal jantung Rose. Semuanya panik, melihat Rose yang belum mengeluarkan air dalam tubuhnya bahkan Jungkook sudah melakukan CPR.
"Gak ada waktu, kasih nafas buatan aja lah," ucap Lisa yang bahkan sudah menangis.
"Cepetan Jungkook," timpal Yoongi.
Jungkook mengangguk cepat kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Rose. Tinggal beberapa senti saja sebelum Jimin datang mendorong Jungkook dan akhirnya dia yang memberi nafas buatan pada Rose selama beberapa kali.
Melihat hal tersebut, Jungkook hanya bisa diam. Tak apa, baginya yang paling penting sekarang adalah keselamatan Rose.
"Hah?" Seulgi menutup mulutnya rapat melihat pemandangan di depannya itu.
Sementara itu, Jimin masih sangat panik melihat Rose. Ia frustasi, terus memberi Rose nafas buatan hingga akhirnya ....
"Uhuk! Uhuk!"
Flashback off
Jungkook yang kini sudah memakai pakaian tebal dan selimut masuk ke kamar Rose melihat Rose dengan mata sembabnya mulai sedikit tertawa.
"Kebetulan, Jungkook lo bisa temenin Rose dulu? Kita semua mau ganti baju, penuh pasir nih," celetuk Yoongi dan diangguki oleh Jungkook.
Tinggallah Jungkook dan Rose berdua di sana.
"Makasih," ucap Rose menatap Jungkook sambil tersenyum.
Jungkook membalas senyum itu,"udah tenang? Lo bisa cerita kenapa lo sampai tenggelam?" tanya Jungkook.
"Gua gak tau, saat itu gua cuma berdiri di atas batu ngelihat pantai. Tiba-tiba dari belakang ada yang dorong gua, gua gak lihat," jelas Rose sambil berpikir.
"Orangnya pasti ada di sekitar kita. Cuma kita-kita doang yang ada di pantai tadi," kata Jungkook.
"Tapi siapa?"
"Entahlah, gua bakal cari tau. Beraninya dia ngedorong lo,"
"Hm, makasih," ucap Rose berterima kasih atas perhatian Jungkook sambil lagi-lagi menampakkan senyumnya.
"Sama-sama, lo cantik kalo lagi senyum," ucap Jungkook menatap Rose lamat-lamat.
"Haha, gombalan lu gak ampuh ah," kekeh Rose pelan.
"Bodo amat. Yang penting lu cantik kayak mak gua," balas Jungkook diselingi tawa.
Tiba-tiba Jimin datang menghampiri Jungkook dan Rose yang sedang bertukar tawa di sana.
"Telapak kaki lo kenapa? Tadi gua lihat ada plester lukanya, gua buka ada luka goresnya," tanya Jimin skeptis.
"Hah, kapan lo buka plesternya?" tanya Rose lagi.
"Tadi pas lo nangis, lo terlalu panik kayaknya sampe gak ngerasa kalo gua ganti plesternya," jawab Jimin, "kok bisa luka?"
"ganggu aja lu. Orang lagi enak berduaan juga" kata jungkook yang berhasil buat rose bergidik ngeri
"Gapapa."
"Gapapa apanya ada goresan gitu?"
"Udah ah, kaki gua gapapa kok. Cuma lecet dikit doang," kata Rose.
"Pantesan tadi pagi lo jalannya kayak kesusahan gitu," celetuk Jungkook.
"Tadi pagi? Gua pikir gara-gara nginjek batu karang," celoteh Jimin lagi.
"Sok tahu sekali anda. Gua pake sepatu tadi, mana bisa batu karangnya masuk kaki kue," ucap Rose nyolot, "biasa aja kali. Gua gapapa juga kalo masalah ni kaki mah. Cuma gua masih trauma masalah yang tenggelam. Gua masih gak habis pikir, siapa sih yang dorong gua?"
"Hah? Siapa yang dorong lo? Biar gua hadepin orangnya, mana dia?!" ucap Jimin heboh.
"Kalo gua tau, gua gak bakalan nanya, apalagi sampe bingung gini bego!" kesal Rose.
"Bentar, kaki lo kayak habis nginjek pecahan beling. Kok bisa?" tanya Jungkook serius.
Menghela nafas sejenak, Rose kemudian menatap dua lelaki di depannya yang seperti bertanya-tanya perihal telapak kakinya.
"Sebenarnya semalem gua kebangun soalnya kebelet. Nah pas gua lewat dapur, di situ ada pecahan beling yang asalnya gak tau darimana. Gua gak lihat, makanya gua injak. Tapi udah gua bersihin tuh semalem biar gak ada yang celaka lagi," jelas Rose panjang lebar.
"Lah, kok tiba tiba ada pecahan kaca sih?" ucap Jimin heran.
"Mungkin di jatuhin sama tikus deh," kira Rose.
"Kalo itu perbuatan tikus pasti kita denger ada suara yang pecah," timpal Jungkook.
"Palingan kita semua tidur terlalu nyenyak, makanya gak denger apa-apa. Positif thinking aja sih," balas Jimin namun Jungkook masih tak percaya jika tikus yang menyebabkan pecahan kaca tersebut ada di sana.
"Gapapa kok, besok juga sembuh ini," ucap Rose membuat Jungkook mengangguk lemah.
To be continued...
Part ini pendek banget huhu😭
Saya mau minta maaf sebesar-besarnya, karena kemarin gak update. Untuk beberapa hari ke depan kayaknya updatenya gak teratur soalnya saya lagi ulangan semester, jadi sibuk banget. Tapi tetep di usahain supaya bisa update secepatnya.
Terima kasih sudah sempatkan untuk baca💙
•
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote serta kritik dan sarannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Friend [END]
RandomFOLLOW SEBELUM MEMBACA. Bagaimana jika persahabatan yang di bina sejak lama perlahan akan hancur begitu saja hanya karena perasaan sepihak? Namun, siapa yang salah? Tidak ada. Nyatanya perasaan itu tumbuh begitu saja tanpa tahu kepada siapa ia singg...
![Just Friend [END]](https://img.wattpad.com/cover/164308822-64-k988851.jpg)