"Hei, tuan putri. Udah baikan?" Jungkook masuk ke dalam kamar inap Rose dan langsung duduk di sebuah kursi di depan ranjang Rose.
Hari ini tepat dua hari Rose dirawat di Rumah Sakit dan besok ia sudah diperbolehkan untuk pulang.
"Lo lagi? Ngapain ke sini? Gua bosen liat muka lo," balas Rose sambil menahan senyumnya.
"Jahat lo."
"Becanda, haha. Serius amat sih." Rose tertawa sambil memukul pelan lengan Jungkook. "Lo bawa apa tuh?" tanya Rose.
"Oh, ini gue bawa bubur ayam. Makan dulu," ucap Jungkook sambil membuka kemudian mengaduk bubur tersebut.
"Suapin!" perintah Rose sembari membuka mulutnya lebar-lebar.
"Iya bawel!" Jungkook menyuapkan sesendok bubur ke mulut Rose dan Rose memakannya dengan lahap.
Selama Rose sakit, Jungkook lah yang setia menjaga Rose. Jungkook yang selalu ada di samping Rose menemaninya. Dan Rose mulai terbiasa dengan semua itu. Dia mulai merasa nyaman bersama Jungkook. Sedikit demi sedikit pikirannya tentang Jimin mulai pudar tetapi belum sepenuhnya. Rasanya semuanya berlalu dengan cepat.
"Rose," panggil Jungkook lembut.
"Hm?" Rose menatap Jungkook penuh tanya.
"Sekarang Gimana perasaan lo?" tanya Jungkook.
"Udah mulai baikan kok," jawab Rose seadanya.
"Bukan itu maksud gua."
"Lah, terus apa dong?"
"Maksud gua, gimana perasaan lo ke gua. Apa lo belum bisa buka hati?" tanya Jungkook hati-hati.
Mendengar itu, Rose diam sejenak sambil menghela nafas ringan. Ia berpikir, apa hatinya sudah terbuka untuk Jungkook? Rose masih bingung dengan perasaannya sendiri. Rose merasa nyaman didekat Jungkook tetapi dirinya masih belum siap.
"Udahlah, gak usah di pikirin. Gua minta maaf. Seharusnya gua gak ngomongin ini sekarang," ucap Jungkook tersenyum simpul.
"Gua bisa suka sama lo," ucap Rose membuat Jungkook cukup terkejut.
"A-apa? Lo bilang apa barusan? Gua gak salah denger kan?" tanya Jungkook antusias.
Reaksi Jungkook membuat Rose tidak enak untuk melanjutkan kalimat selanjutnya.
"Tapi belum sekarang. Gua masih butuh waktu," jawab Rose tersenyum tipis.
Jungkook tertawa mendengar itu lalu berucap, "gak peduli berapa banyak waktu yang lo butuh. Gua bakal selalu nungguin lo kok."
"Tapi gua-"
"Ssst, gak usah dilanjutin. Intinya gua udah denger apa yang selama ini gua pingin denger. Makasih Rose, itu udah lebih dari cukup buat gua. Inget, gua selalu nungguin lo," ucap Jungkook sambil mengusap surai Rose.
Tiba-tiba ....
"Rose! Mana Rose?!" suara-suara itu berhasil mengejutkan Rose dan Jungkook.
Beberapa orang mulai menerobos masuk ke dalam kamar inap Rose. Mereka semua adalah teman-teman Rose. Melihat itu, Rose mengembangkan pipinya, tersenyum lebar.
"Rose! Lo udah sembuh kan? Mana yang sakit? Coba lo cerita ke gua!" heboh Lisa yang langsung memeriksa Rose.
"Heh, kalian kalo masuk permisi dulu kek. Orang udah sakit, kalian mau buat dia tambah sakit?" omel Jungkook.
"Iya, maaf deh. Galak amat si calon," goda Taehyung.
"Calon apaan? Gak usah ngadi-ngadi lo!" bentak Jungkook membuat Taehyung terdiam.
"Kalian bawa makanan banyak banget, gua gak bisa ngabisinnya," ucap Rose melihat bawaan teman-temannya yang sangat banyak.
"Dih, ini buat dimakan bersama tau. Kalo ada lebih ya kita bawa pulang," celetuk Jennie.
"Itu membuktikan bahwa kalian memang teman gua," balas Rose sambil tersenyum menahan umpatan.
Mereka semua langsung menikmati makanan yang mereka bawa. Sambil saling bercanda satu sama lain hingga mendapat teguran dari perawat karsna terlalu berisik. Itu sudah cukup membuat Rose terhibur. Setidaknya Rose sangat bersyukur mempunyai teman seperti mereka.
"Oh ya, Rose, mama lo mana?" tanya Irene.
"Pulang ambil pakaian," jawab Rose.
"Terus Jimin? Mana tuh anak? Tumben gak ada, biasanya kan dia yang selalu stay kalo lo sakit. Gua juga jarang tuh lihat dia di sekolah," ucap Yoongi.
Seketika Rose langsung terdiam, tak tahu harus menjawab apa. Selama Rose sakit, jangankan mengunjungi, menanyakan kabar saja Jimin tak pernah. Mereka sudah seperti kehilangan kontak satu sama lain setelah kejadian itu.
Melihat ekspresi Rose yang tak bisa diartikan, teman-temannya pun bingung, dan bertanya-tanya. Salahkan Rose yang peringainya mudah ditebak.
"Lah, emang gua salah ngomong?" tanya Yoongi tanpa dosa.
Jungkook kemudian menggelengkan kepalanya ke arah Yoongi. Tak butuh waktu lama bagi mereka semua bahwa sekarang bukan waktunya untuk membahas Jimin.
"Kalian makan lagi nih, buka! Di makan, jangan di lihat aja. Gak usah malu," ucap Rose menyodorkan makanan yang mereka bawa tadi.
"Lah emang kita dari tadi udah makan woi. Kan kita yang bawa, jadi kita juga yang makan dong," celetuk Taehyung.
"Jen, lu dapet temen kek dia dimana sih? Kok otaknya segede otak nyamuk ya?" tanya Jungkook menatap Taehyung miris.
"Segede otak nyamuk? Baru tau gua otak nyamuk gede," ucap Taehyung tak mau kalah.
"Emang nyamuk punya otak?" pertanyaan Lisa membuat mereka semua melihat Lisa. Sementara Lisa benar-benar bingung.
"Makanya, kalo pelajaran biologi jangan molor! Gini nih akibatnya kalo kebanyakan molor di kelas. Gak tau kan?" cerocos Irene.
"Tapi lo juga gak tau," ucap Jennie membuat Irene terdiam.
"Ini kenapa bahas nyamuk sih? Kalian niat gak nih nengokin gua? Tanya kabar kek, apa kek. Ini malah bahas nyamuk," protes Rose.
"Tau tuh si Jungkook," ucap Taehyung menyalahkan Jungkook.
"Kok gua?" tanya Jungkook.
"Kan lo yang mulai," timpal Yoongi membuat Jungkook pasrah.
Setelah menghabiskan waktu lama, mereka semua tampak masih belum bosan. Pembicaraan tak pernah habis. Dari bincang politik hingga fenomena alam mereka kupas tuntas.
"Lisa, temenin gua keluar bentar dong," ucap Jungkook yang tiba-tiba memanggil Jungkook.
Rose menatap keduanya dengan tatapan bingung. Begitupun dengan Lisa. Ada apa dengan Jungkook yang tiba-tiba memanggil Lisa.
"Ikut aja, bentar doang kok," ucap Jungkook.
Lisa pun mengikuti Jungkook yang keluar dari ruangan itu. Mereka menuju sebuah kafe yang terletak tepat di depan Rumah Sakit.
"Kenapa lo ajak gua ke sini?" tanya Lisa bingung.
"Ada yang mau gua omongin. Dan gua butuh bantuan lo," ucap Jungkook serius.
"Bantuan?" tanya Lisa heran sambil mengerutkan dahinya, penasaran dengan bantuan yang dimaksud Jungkook. "Bentar, tapi gua gak ngerti. Kenapa harus gua?" sambungnya bertanya.
"Karena cuma lo yang bisa gua percaya," ucap Jungkook dengan suara kecil.
Melihat Jungkook begitu serius, Lisa yakin ini bukan masalah biasa. Ia pun menatap Jungkook tak kalah seriusnya.
"Bantu apa?" tanya Lisa dengan satu alisnya yang terangkat.
"Bantu gua bongkar semua kemunafikan seseorang."
"Siapa?" tanya Lisa semakin penasaran.
"Kang Seulgi."
To be continued...
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Friend [END]
De TodoFOLLOW SEBELUM MEMBACA. Bagaimana jika persahabatan yang di bina sejak lama perlahan akan hancur begitu saja hanya karena perasaan sepihak? Namun, siapa yang salah? Tidak ada. Nyatanya perasaan itu tumbuh begitu saja tanpa tahu kepada siapa ia singg...
![Just Friend [END]](https://img.wattpad.com/cover/164308822-64-k988851.jpg)